FF >> WHAT IS LOVE? :: (IV) “IT’S YOU” (3/3)

EXO-K's BaekHyunWHAT IS LOVE? IV

EXO-K’s BaekHyun
WHAT IS LOVE? IV

 

WHAT IS LOVE? [BaekHyun ver.] :: It’s You

 

Author       : Lee TaeRin [TarinWish]

Cast         :

  • EXO-K’s BaekHyun as Byun BaekHyun
  • Lee JunHee (OC)
  • EXO-M’s XiuMin as XiuMin a.k.a Kim MinSeok
  • EXO-K’s SeHun as Oh SeHun

Rating : PG-15

Genre : Romance

 

 

Riners tercinta,, jngan lupa nyiapin komen yaa… ^D^ Ini the last lhooh,,, jdi komen yg panjang sngat aQ hrapkan.. hehehe^^V

Happy Reading^^/

 

 

*Author POV*

“Byun BaekHyun!!! Cepat banguun!!!”, teriak XiuMin membangunkan BaekHyun yang masih berkumul selimut.

“Byun BaekHyun!!!! Lee JunHee datang!!!”, seru XiuMin lagi. Seketika BaekHyun terduduk mencari-cari yeoja yang XiuMin sebut.

“JunHee?! Eodiga?”, tanya BaekHyun celingukan.

“Apa mungkin yeoja itu kemari? Babo!”, hardik Xiumin.

BaekHyun pun menghempaskan tubuhnya ke kasur lagi.

 

“Ada apa? Kau terlihat begitu menyedihkan!”, tanya XiuMin cemas.

“Perayaan ulang tahun yang buruk. Pasti sangat buruk baginya. Aku dan JunHee bertengkar kemarin. Dan bodohnya aku tidak mengejar kepergiannya.”, cerita BaekHyun.

“Mwo?! Waeyo?”, kejut XiuMin bertanya.

“XiuMinSeok!! Kemarin dia bilang padaku ,kalau aktingku ini bagus. Apa maksudnya ? Aku tidak mengerti.”, ujar BaekHyun dengan raut berpikir.

“Jinja? Eumm,, itu…. Mungkin…. Itu..”, ucap XiuMin begitu ragu-ragu.

“Kau tahu sesuatu? Kau tahu maksud dari ucapannya itu?”, tanya BaekHyun penasaran.

 

“Mianhe, BaekHyun-i. Sebenarnya… JunHee.. Lee JunHee sudah mengetahuinya.”, terang XiuMin menyesal.

“Mwo?!! Apa maksudmu? Mengetahui apa?”, tanya BaekHyun bertubi-tubi.

Namun XiuMin tak menjawabnya, ia hanya menundukkan kepalanya meratapi perasaan penuh sesalnya.

“JunHee.. Dia tahu bahwa ia adalah yeoja taruhan?”, tebak BaekHyun hati-hati.

“Mianhe..”, lirih XiuMin.

 

[FLASHBACK ON]

*MinSeok POV*

“Kim MinSeok!”, panggil seorang yeoja menghentikan langkahku.

“Oh, Lee JunHee..”, balasku ramah pada yeoja yang ku kenal itu.

 

Plaakkkk… JunHee menampar pipiku.

Sontak aku memegangi bekas tamparan yang menyakitkan dan mengejutkanku itu. Aku menatapnya penuh tanya.

“Kau!! Ah, ani!! Kalian brengsek!!”, umpat JunHee di hadapanku.

“Apa maksudmu?”, tanyaku tak mengerti.

“Aku sudah tahu. Kalian berdua, kau dan Byun BaekHyun hanya menjadikanku yeoja taruhan.”, terang JunHee bernada dingin.

“Mwo?! Ka.. kami… hanya.. Mianhe.”, ungkapku gugup.

 

JunHee tersenyum kecut padaku. “Tapi tenang saja. Aku tidak akan memutuskannya atau marah-marah padanya.”, ujar JunHee.

“Jangan beritahu hal ini pada Byun BaekHyun! Kalau kau mengatakannya, aku akan melakukan hal seperti yang telah kau duga!”, ancamnya.

“Membunuhnya dengan cairan-cairan kimia yang mematikan, jika kau memberitahukannya, bahwa aku telah mengetahui aku hanya yeoja taruhan!”, lanjutnya lagi.

Aku hanya bisa menelan ludahku paksa, tak sanggup lagi aku mengelak, karena memang benar kenyataannya. Wajar kalau JunHee marah.

 

“JunHee-ya…! Tunggu!”, cegahku ketika ia beranjak dari hadapanku.

“Tapi BaekHyun benar-benar menyayangimu! Percayalah padaku!”, ujarku. Namun ia tak menghiraukannya.

[FLASHBACK OFF]

 

*Author POV*

“Mianhe.. Aku takut mengatakan hal ini padamu sebelumnya.”, ungkap MinSeok menyesal.

BaekHyun memandang lemah MinSeok.

“Jadi selama ini JunHee sudah mengetahuinya? Kim MinSeok, bagaimana bisa kau membiarkanku dan JunHee seperti ini? Ini lebih buruk!! Lebih baik, JunHee marah-marah padaku langsung!!”, ujar BaekHyun frustasi.

“Mianhe.. Aku melakukan itu, karena aku takut jika JunHee akan memutuskanmu hingga membuatmu sedih. Aku kan tahu, kalau kau begitu menyayanginya.”, terang MinSeok.

Tapi hal itu masih belum membuatnya tenang, ia masih marah pada MinSeok, terlebih pada dirinya sendiri.

BaekHyun pun bergegas meninggalkan apartemennya untuk menemui JunHee.

—–

BaekHyun menekan tombol rumah JunHee dengan tidak sabar. Namun, tak ada tanda-tanda keberadaan orang di rumah itu. Ia pun segera meraih ponsel di sakunya berniat untuk menelpon JunHee.

Tuuut…tuut…..

“Lee JunHee.. Angkat telponnya, jebal..”, lirih BaekHyun penuh harap.

 

“Yoboseyo! JunHee-ya.. Aku..”

“…..”

“Aku ingin bertemu denganmu. Ku tunggu kau di taman!”

“……”

“Aku tidak mau tahu. Kau harus datang sekarang juga!”

“……”

Setelah mengakhiri pembicaraannya BaekHyun segera menuju taman.

—-

Sudah 1 jam lebih BaekHyun menunggu kedatangan JunHee di taman. Selang beberapa menit, ada sebuah pesan masuk dari nomor yang tak dikenal.

From : 010xxxxxxx

Aku Oh SeHun, kau pasti mengenalku kan? Apa kau masih menunggunya di taman? Pulanglah! Lee JunHee sedang sangat sibuk.

BaekHyun segera membalas pesan tersebut.

To : 010xxxxxxxx

Tidak, aku harus bertemu dengannya sekarang juga! Aku akan menunggunya sampai ia datang!

From : 010xxxxxxx

Sampai kapan? Jika dia datang besok atau tahun depan ,bagaimana? Baboya!!

To : 010xxxxxxxx

Haruskah aku melakukannya? Jika memang harus, aku akan melakukannya walau itu terbayang tidak mungkin.

Setelah itu tak ada balasan lagi dari SeHun.

@ other place

“Temui dia..”, ucap SeHun lembut.

“Seberapa penting ia ingin bertemu denganku sekarang?”, tanya JunHee dingin.

“Mungkin ada sesuatu hal yang begitu penting hingga ia ingin bertemu denganmu sekarang juga.”, jawab SeHun bijak.

“Aku takut..”, lirih JunHee.

“Mwo?! Apa yang kau takutkan?”, tanya SeHun.

“Aku belum siap menerima kenyataan yang akan terjadi, yang mungkin akan membuatku semakin sakit nanti.”, ujar JunHee.

“Aku akan menemanimu, eotteokhae?”, tawar SeHun.

JunHee segera menggelengkan kepalanya.

“Kau harus menemuinya! Ayo!”, ajak SeHun sambil menarik paksa JunHee menuju mobil.

Tak ada penolakan dari JunHee, kalaupun ingin menolak dia yakin bahwa kekuatannya tak mampu menandingi tarikan SeHun.

-Setibanya di taman-

”Gwaenchana..”, ucap SeHun menenangkan.

“Kau tunggu disini saja..”, pinta JunHee pada SeHun ,lalu melangkahkan kakinya menelusuri jalan setapak guna mencari BaekHyun disana.

“JunHee-ya..!”, panggil BaekHyun ketika melihat JunHee.

JunHee menoleh ke arah suara. Mereka saling bertatapan sayu dari kejauhan.

 

Akhirnya JunHee mendekati BaekHyun, “Ada perlu apa? Oh… Kau mau bilang bahwa kau sudah lelah denganku? Lalu kau ingin kita putus saja?”, tanya JunHee tersenyum kecut menutupi perasaannya.

“Mwo?! Kau berpikir bahwa aku seperti itu? Bukan itu yang kuinginkan!”, jawab BaekHyun tegas.

“Teriaklah padaku! Marahilah aku sepuas hatimu! Lalu menangislah!”, pinta BaekHyun.

“Mwo?!”, balas JunHee tak mengerti.

 

“Aku tahu kau memendam kekesalanmu selama ini, sehingga sikapmu dingin padaku. Mianhe, aku baru menyadarinya.”, sesal BaekHyun.

“Hal ini tidak penting untuk dibicarakan.”, ujar JunHee ,lalu berbalik meninggalkan BaekHyun.

 

Greeb.. BaekHyun mendekap hangat tubuh JunHee dari belakang untuk mencegah kepergiannya.

“Mianhe.. Jongmal mianhe..”, ucap BaekHyun memperat pelukannya.

Sulit bagi JunHee membendung air matanya yang mendesak keluar.

Setetes air matanya jatuh di lengan BaekHyun yang mendekapnya erat. BaekHyun yang menyadari bahwa JunHee sedang meneteskan air mata langsung membalikkan tubuh JunHee.

JunHee menutupi wajahnya kala BaekHyun ingin melihat wajahnya. BaekHyun mencoba memberanikan diri untuk menyentuh kedua tangan JunHee yang menutupi wajah cantiknya. Namun JunHee  malah langsung berlari meninggalkan BaekHyun.

SeHun yang masih berada di dalam mobil, sedikit merasa bosan menunggu JunHee. Beberapa detik kemudian, dilihatnya JunHee berlari ke arah mobilnya, lalu masuk dan duduk di sampingnya dengan terburu-buru.

“Bagaimana?”, tanya SeHun penasaran.

“Cepat jalankan mobilnya!!! Cepat bawa aku pergi dari sini!”, seru JunHee.

SeHun pun segera mengemudikan mobilnya meninggalkan taman itu.

“JunHee-ya..!! JunHee-ya..!”, teriak BaekHyun mengejar laju mobil SeHun.

SeHun menyadari bahwa BaekHyun sedang mengejarnya, ia menatap JunHee. “Haruskah kita berhenti?”, tanya SeHun hati-hati.

“Teruskan saja kemudimu!”, pinta JunHee lirih. SeHun pun menurutinya.

 

===============================================================

“Apa yang harus ku lakukan, XiuMin-ah??”, lirih BaekHyun namun masih terdengar oleh XiuMin .

“Mianhe.. Karna ku, hubungan kalian semakin memburuk.”, sesal XiuMin.

“Tidak, ini bukan salahmu. Seharusnya sejak dulu aku tidak menutupi hal ini darinya.”, balas BaekHyun tak kalah menyesal.

“JunHee tidak meminta putus kan, padahal dia tahu dan aku yakin itu membuatnya kecewa dan marah. Pasti JunHee punya alasan kenapa dia hanya memendam kemarahannya.”, ujar XiuMin.

“Benar, pada umumnya pasti seorang yeoja akan marah dan langsung minta putus. Tapi JunHee tidak melakukannya, dia bahkan tak mengungkit hal itu di depanku…”, balas BaekHyun. Mereka saling bertatapan penuh tanya.

“Dekati dia pelan-pelan.. Kau harus bisa menjaga hatinya yang mungkin begitu rapuh.”, ucap XiuMin memberi saran.

“Ne. Aku akan berusaha.”, balas BaekHyun lemah.

 

============================================================

“Oh SeHun..”, gumam BaekHyun di dalam kelas.

“Bisakah aku meminta tolong pada namja itu. Dia kan teman baik JunHee. Bahkan yang mengantar JunHee di taman waktu itu, aku yakin namja itu adalah SeHun.”, gumamnya lagi sambil berpikir.

“Byun BaekHyun!! Kau! Jika kau tidak berkonsentrasi pada pelajaranku, keluarlah!!”, seru dosen berhasil mengagetkan BaekHyun yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Mianhamnida, Mr.Jung..”, balas BaekHyun dan mulai berkonsentrasi pada materi yang disampaikan Mr.Jung.

—————-

Setelah mendengar penjelasan BaekHyun yang meminta tolong padanya, tanpa ragu SeHun mengiyakan permintaan BaekHyun.

“Baiklah.. Aku mempercayaimu.”, ujar SeHun sembari menyunggingkan senyum kepercayaan.

“Gomawoyo, SeHun-sshi..”, ucap BaekHyun tersenyum lega.

“Cheonmanaeyo, BaekHyun-sshi.. Aku juga tidak suka JunHee bersikap seperti itu. Lebih baik kau segeralah ke Aula sekarang. Aku akan segera mengirim pesan pada JunHee untuk memancingnyasegera kesana.”, terang SeHun.

—-

“Aiissh!! Babo SeHun!! Bagaimana bisa dia meninggalkan laporan penelitian yang begitu penting itu di Aula??!!”, geram JunHee berjalan cepat menuju aula dengan raut wajah yang begitu kesal.

 

JunHee memasuki Aula yang tak terkunci itu, dan segera celingukan ke seluruh penjuru ruangan yang terlihat tak ada orang selain dirinya.

Ketika ia sudah memasuki ruangan lebih dalam, pintu Aula tersebut tertutup sendiri. Tentu itu membuatnya kaget.

JunHee segera berbalik dan berniat keluar dari aula itu karena mulai diselimuti rasa takut.

Namun terdengar suara dentingan piano yang menghentikan langkahnya. Kedua matanya menemukan seorang namja yang tengah memainkan piano di sudut ruangan, siapa lagi kalau bukan Byun BaekHyun. Ia dengarkan seksama setiap tutur kata indah BaekHyun melalui melodi yang melantun lembut dan terdengar tulus.

[Open Arms-Boyz II Men]

Living without you, living alone

This empty house seems so cold

Wanting to hold you, Wanting you near

How much I wanted you home

But not you’ve come back

Turned night into day, I need you to stay

**So now I come to you, with open arms

Nothing to hide, believe what I say

So here I am, with open arms

Hoping you’ll see what your love means to me

Open Arms~

#lagu yg pernah dinyanyiin Onew,BaekHyun,Chen,RyeoWook di SMTOWN concert^^ taukn ,RiNers?#

 

Lirik yang dinyanyikan oleh BaekHyun berhasil membuat JunHee menitikkan air matanya. Ingin sekali ia segera meninggalkan ruangan luas itu, namun entah perintah darimana ia enggan beranjak menjauh dari tempatnya.

“Bukannya tidak bisa, tapi kau memang tidak ingin mengakhirinya, Lee JunHee..”,kata-kata itu terngiang di benak JunHee.

BaekHyun beranjak dari tempatnya ,lalu mendekati JunHee yang masih terpaku. Dihapusnya butiran-butiran air mata yang menghiasi wajah yeoja tersayangnya itu.

—-

JunHee dan BaekHyun duduk di bangku taman yang dirindangi oleh pohon tua. BaekHyun menggenggam erat tangan JunHee, tanpa saling memandang, pandangan mereka lurus ke depan ,dan hening.

 

“JunHee-ya.. Mianhe, jongmal mianhe..”, ucap BaekHyun tulus.

JunHee menatap BaekHyun ,lalu memeluknya erat. “Oppa, Bogosshipoyo.. Jongmal bogosshipo..”, ungkap JunHee manja.

BaekHyun pun tertawa kecil. “Bukankah kau sudah melihatku dari tadi?!”, balas BaekHyun dengan nada dingin meniru ucapan JunHee yang pernah dikatakan padanya dulu.

“Mianhe..”, sesal JunHee mempererat pelukannya.

 

“Sebenarnya sejak pertama kali aku melihatmu di Seoul Gangnam-gu High School, aku sudah menyukaimu. Tapi karena aku tahu bahwa kau yeoja yang memiliki otak brilliant dan terkenal sebagai yeoja paling rajin di sekolah, mengecilkan nyaliku untuk mendekatimu. Dan tepat pada hari kelulusan, XiuMin menantangku.”, terang BaekHyun.

“XiuMin??”, gumam JunHee penuh tanya.

“Oiya! XiuMin itu Kim MinSeok.”, jawab BaekHyun. JunHee pun mengangguk mengerti.

 

“Lalu?? Apa taruhannya?”, tanya JunHee penasaran dan menatap BaekHyun sedikit tajam.

“Itu… Eumm… Benarkah kau ingin tahu?!”

“Cepat katakan!! Aku ingin tahu, kau taruhkan dengan apa diriku ini?!!”, kesal JunHee.

 

“Eumm,, sebuah gembok.”, jawab BaekHyun ragu.

“Gembok? Mwoya?!!!! Tapi yang ku dengar, jumlah itu terlalu besar?! Pasti uang kan?!!”, sentak JunHee.

“Itu memang kesepakatan awal. Tapi karena setelah itu aku tersadar, aku tak mau menerima jumlah uang yang terbilang cukup besar bagi mahasiswa seperti kami. Akhirnya MinSeok memberikanku sebuah gembok sebagai penghormatan untukku yang berhasil mendapatkan Lee JunHee sebagai yeojachinguku.”, terang BaekHyun,

“Kalian ini memang menyebalkan!”, kesal JunHee.

“hehehe.. Mianhe.. Kapan-kapan kita ke Namsan Tower yaa, kita pasang gembok itu di pagar menara untuk mengabadikan cinta kita sebagai pasangan?”, ajak BaekHyun antusias.

 

“Euumm.. Okay.. Oppa, Bolehkah aku meminta sesuatu?”, tanya JunHee ragu-ragu.

“Ne. Katakanlah!”, balas BaekHyun tersenyum lembut.

“Aku ingin bertemu Kim MinSeok..”, jawab JunHee.

JunHee mengulurkan tangan kanannya, MinSeok tersenyum membalasnya dan meraih tangan JunHee untuk bersalaman.

“Mianhe.. Aku sudah melampiaskan kemarahanku padamu, MinSeok-sshi..”, ucap JunHee.

“Gwaenchana.. Aku memahaminya, wajar kalau kau marah besar.”, balas XiuMin.

“Eumm, tapi aku juga berterima kasih, karena taruhan itu membuat aku dan BaekHyun bersama seperti sekarang.”, ucap JunHee lagi sambil menggandeng erat lengan BaekHyun dengan manja.

“Hahaha.. Sama-sama..”, ucap MinSeok tersenyum canggung.

“Kita mau kemana? Aku lapar ,Oppa..”, tanya JunHee manja.

“Aku ingin mengajakmu ke rumah makan milik temanku.”, ujar BaekHyun membuat JunHee mengangguk senang.

 

15 menit kemudian mereka berdua sampai di rumah makan milik Do KyungSoo.

“BaekHyun-ah..! Lama kau tak kemari?!”, sapa KyungSoo senang.

“Hehehe.. Mian..”, ucap BaekHyun.

“Ehem…”, KyungSoo berdehem melirik JunHee.

“Oh! Dia Lee JunHee, yeojachinguku.”, ucap BaekHyun mengenalkannya.

“Do KyungSoo imnida. Silahkan duduk.. Akan ku masakkan makanan spesial untuk kalian.”, ujar KyungSoo lalu beranjak menuju dapur.

“BaekHyun oppa..!!”, sapa seorang gadis kecil.

“Hai, Do YeEun.. Kemarilah..”, balas BaekHyun ramah.

Gadis kecil itu pun menghampiri BaekHyun dan duduk di sampingnya.

“YeEun-ah, kau masih ingat oppa?”, tanya BaekHyun.

JunHee hanya memandang mereka penuh tanya, namun BaekHyun dan YeEun malah asyik mengobrol, tanpa menghiraukan JunHee.

“Tentu, Oppa. Walau baru sekali kita bertemu, aku sangat mengingat BaekHyun oppa.”, terang YeEun penuh senyum.

“Hahaha.. Anak pintar!”, puji BaekHyun sambil mengacak lembul rambut YeEun.

“Oppa, kata umma dan appa, aku tidak boleh menerima ajakan Oppa untuk menikah. Tapi aku tidak mau, aku suka dengan BaekHyun oppa. Jadi aku mau menikah dengan Oppa.”, jelas YeEun membuat BaekHyun sedikit terkejut.

“Ehem..!”, JunHee mulai bersuara dan menatap tajam BaekHyun yang ada di hadapannya.

“Kau duluan yang mengajak gadis kecil itu menikah??! Nappeun!!”, kesal JunHee.

“Aku tidak menyangka, gadis kecil itu menghiraukan pernyataanku. Padahal waktu itu kan aku hanya asal bercanda.”, ujar BaekHyun di tengah perjalanan meninggalkan restoran.

“Makanya kalau mau bicara pikirkan dulu! Anak-anak zaman sekarang lebih pintar daripada kau, baboya!”, kata JunHee ketus.

“Kau tidak sedang cemburu kan, chagi? Dia hanya anak kecil, tidak mungkin aku berpaling darimu hanya karena godaan anak manis itu.”, goda BaekHyun.

“Mwoya?! Aiissh!!! Terserah kau!”, pekik JunHee kesal.

BaekHyun tertawa melihat kekesalan JunHee.

“Sudah cukup!! Apa yang kau tertawakan?!”, kesal JunHee karena tawaan BaekHyun yang tak kunjung berhenti.

BaekHyun langsung menahan tawanya. “Kekesalanmu. Wajah kesalmu begitu cantik. Lihat! Kau memerah!”, jawab BaekHyun mulai tertawa lagi.

“Kau sungguh menyebalkan!”, umpat JunHee sambil memukul lengan BaekHyun.

“Inilah yang ku suka.”, ujar BaekHyun mengganti tawaannya menjadi senyum lembut.

“Mwo?”, tanya JunHee menatap BaekHyun heran.

“Jangan ulangi sikap dingin itu lagi! Menangislah seperti anak-anak kala kau tersakiti, karena aku akan melapangkan kedua tanganku lalu memeluk mu hangat untuk menenangkanmu. Marah-marahlah kala kau memang kesal, karena aku akan melebarkan telingaku untuk menampung kekesalanmu. Arrachi?”, terang BaekHyun.

JunHee menatap BaekHyun penuh terima kasih.

Chuup~ JunHee mengecup BaekHyun singkat. “Arrasseo. Begitupun dengan kau, karena aku akan melakukannya juga untukmu.”, jawab JunHee.

Akhirnya mereka saling melemparkan senyuman, senyuman lembut yang penuh ketulusan.

 

 

~Byun BaekHyun~

I realized who I love, when he braved me to get her as my girlfriend by way of sweeptake.

I realized what I love ,when I lost her childish which I liked.

I realized about my love, when I felt that she was ice at me.

And Finally, I knew what reason is, why she did.

I’m so sorry, I did it because IT’S YOU, Lee JunHee.

 

~Lee JunHee~

I realized that love unified 2 different humans to complete each others, when he asked me to be his girlfriend.

I was so sick, when I knew that I was just their sweeptake.

Dissapointment leaded my emotion. But, I didn’t know what I should do. Be mad at him? Break our relationship?

I didn’t know why I couldn’t do.

And finally, I have realized why I love, because IT’S YOU. And I knew who I love, IT’S YOU, Byun BaekHyun… ^^

 

-END-

 

 

Aigoo,, mian klo brantakan yaa endingny, RiNers…😦 Yg jlaz aq udah ngobrak-ngabrik isi otakQ, smoga gak ada yg ilang isi otakQ ini yaa… hehehe:D Dan ini hasilnya.. Smoga puas… ^^

RCL~ RCL~ Sngat saya hrapkan… Gomawo, RiNers^_^/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s