FF >> WHAT IS LOVE? :: (IV) “IT’S YOU” 2/3

EXO's BaekHyun

EXO’s BaekHyun

WHAT IS LOVE? [BaekHyun ver.] :: It’s You

Author       : Lee TaeRin [TarinWish]

Cast         :

  • EXO-K’s BaekHyun as Byun BaekHyun
  • Lee JunHee (OC)
  • EXO-M’s XiuMin as XiuMin a.k.a Kim MinSeok
  • EXO-K’s SeHun as Oh SeHun

cameo: SHINee’s TaeMin

Rating : PG-15

Genre : Romance

Jangan lupa nyiapin komen ttg story nii yaa, RiNers skalian… ^_^

Mian niiih klo critany jlek ato gaje,, trz bhasaQ acak”an ksna ksni.. hihihi😀

Happy Reading!😉

*Author POV*

“Sebenarnya……”, ucap MinSeok menggantung ucapannya.

“Jangan beritahu hal ini pada Byun BaekHyun! Kalau kau mengatakannya, aku akan melakukan hal seperti yang telah kau duga!”

Kata-kata itu terngiang di ingatan MinSeok. Hingga akhirnya ia enggan melanjutkan kata-kata yang sebenarnya ingin ia sampaikan pada BaekHyun.

“Wae?”, tanya BaekHyun.

“Sebenarnya aku sudah mengantuk. Aku ingin tidur. Jaljayo!”, ujar XiuMin asal.

“Aiissh!! Dasar!!”, geram BaekHyun.

@Morning

“BaekHyun-ah, kau tidak kuliah?”, tanya XiUmin sembari meminum segelas susu.

“Aku malas.”, jawab BaekHyun yang masih sibuk mengoles selai di roti tawarnya.

“Kau ini?!! Kau sangat bertolak belakang dengan JunHee. Kalau aku jadi JunHee, aku pasti sudah memutuskanmu!”, sindir XiuMin.

BaekHyun yang hendak melahab roti tawarnya, terhenti seketika mendengar sindiran XiuMin.

BaekHyun pun meletakkan roti tawarnya di atas piring, dan beranjak menuju kamarnya. XiuMin hanya menatapnya heran.

Beberapa menit kemudian, BaekHyun yang sudah berpenampilan rapi keluar dari kamarnya.

“Kau mau kemana?”, tanya XiuMin.

“Kuliah, babo!”, jawab BaekHyun ketus.

“Yaah… Bagaimana denganku…? I’ m alone.”, ratap XiuMin sedih tanpa ada tanggapan dari BaekHyun.

@Campus

Setibanya di kampus, BaekHyun segera menuju kelas dan mengikuti kuliahnya. Entah kenapa sindirin XiuMin tadi mampu menghipnotis dirinya.

Sebelum pembelajaran dimulai, BaekHyun mengirim sebuah pesan singkat pada yeojachingunya.

To : My JunHee

Chagi, setelah kuliah nanti, ku tunggu kau di taman biasa, ne? ^^ Selamat Belajar! Hwaiting!!

—-

XiuMin memutuskan pergi ke swalayan untuk mengisi waktu kesendiriannya. Ia hendak membeli bahan-bahan makanan untuk dirinya dan BaekHyun.

“Susu, selai, roti tawar.. Eumm,, apa lagi yaa?”, gumamnya sendiri sambil melihat-lihat sekelilingnya.

Braak… Karena tidak fokus pada jalan, tanpa sengaja trolly yang didorongnya menabrak trolly belanja orang lain.

“Aigoo..”, keluh yeoja yang trolly nya ditabrak oleh XiuMin.

“Mianhamnida..”, ucap XiuMin menyesal. Ia menatap yeoja itu seksama, tatapan terpesona.

“No problem.”, balas yeoja itu tersenyum ramah semakin membuat XiuMin menatapnya kagum.

“Oh! Nona, ada yang jatuh..”, ujar XiuMin sambil mengambilkan sebungkus snack kentang yang jatuh.

“Ne, gamsahamnida..”, balas yeoja itu menerima snack kentang darinya.

“Nona, there which is falling again.”, ujar XiuMin lagi.

“What is that?”, tanya yeoja itu sambil melihat ke bawah.

“I am. I am falling in love with you.”, jawab XiuMin membuat yeoja itu membulatkan kedua matanya.

Yeoja itu pun bergegas mendorong trollynya menjauhi XiuMin. Tanpa ragu XiuMin mengikutinya dari belakang.

Yeoja itu berhenti di depan jajaran mie instant. Ia ingin meraih mie instant yang berada di rak paling atas, namun tinggi badannya tak cukup untuk meraihnya.

XiuMin pun bergegas mengambil kesempatan untuk membantu yeoja itu. Selangkah lagi ia raih mie instant tersebut, namun tangan lain sudah mendahului aksinya.

“Hahaha.. You are short, honey!”, ejek namja yang mendahului niat XiuMin.

Yeoja itu merengut karena ejekannya. “Nappeun TaeMin..!!”, balas yeoja itu.

“Hahaha.. Just kidding, naui JinMi..”, ujar namja yang diketahui bernama TaeMin itu.

“Saranghae..”, bisik TaeMin lagi membuat yeoja bernama JinMi itu tersenyum malu.

XiuMin melihat mereka dengan tatapan kecewa.

“I think, you are still single.”, batin XiuMin.

XiuMin mengalihkan pandangannya ke jajaran mie instant dan mengambilnya beberapa pack dengan sedikit kasar.

“Lee JunHee…”, gumam XiuMin memandang yeoja yang berada di depan tumpukan buah-buah segar.

“Siapa namja itu?”, tanya XiuMin membatin dengan tatapan curiga.

Lee JunHee yang ia lihat tak sedang berbelanja sendiri, melainkan ditemani oleh seorang namja yang berperawakan tinggi dan tampan.

“SeHun-i, kau suka apel atau jeruk?”, tanya JunHee sambil menunjukan kedua buah tersebut di depan SeHun.

“Apel. Ini mirip denganmu.”, jawab SeHun sambil menggenggam tangan kanan JunHee yang sedang memegang apel.

“Hey!! Bagaimana bisa mirip denganku, Oh SeHun?!”, protes JunHee, membuat keduanya saling melempar tawa.

“Oh SeHun..?”, gumam XiuMin dengan raut wajah bingung.

Kedua mata JunHee mengitari sekitarnya, XiuMin yang menyadarinya segera menjauh dari tempatnya agar terhindar dari jangkauan mata JunHee.

“Aiissh!! Seharusnya aku tidak kemari!! Sungguh menyebalkan melihat dua hal yang seharusnya tidak perlu ku lihat!”, gerutu XiuMin sambil mendorong trolly belanjaannya menuju kasir.

@ Taman

BaekHyun terduduk di kursi taman, kedua matanya menikmati orang-orang yang sedang berlalu lalang di hadapannya.

“Apa JunHee akan kemari? Aku harap iya.”, ucap BaekHyun lirih penuh harap.

Ddrrrtt…ddrrrttt… Ponselya bergetar pertanda ada panggilan masuk.

“Yoboseyo”

“…..” 

“Aku? Aku baru saja selesai kuliah, tapi aku masih di taman kota sekarang.”

“…..”

“Terserah kau!”

BaekHyun mengakhiri panggilan masuknya, panggilan dari chingu nya yang sedang merasa kesepian. Siapa lagi kalau bukan Kim MinSeok alias XiuMin?! Kkk~

Tak lama kemudian, XiuMin tiba di taman dan menemukan BaekHyun yang sedang duduk santai di taman.

“BaekHyun-ah..”, panggil XiuMin sambil mendudukan dirinya di samping BaekHyun.

“Kau mau mengganggu acara ku ya?”, tanya BaekHyun sedikit kesal.

“Wae?”, tanya XiuMin innoncent.

Namun BaekHyun tak menjawabnya, ia mengalihkan pandangannya dari namja berwajah cute itu.

“Kau sedang menunggu Lee JunHee?”, tanya XiuMin hati-hati.

BaekHyun tak menghiraukannya, ia lebih tertarik pada sepasang kekasih yang berada tak jauh darinya.

Seorang yeoja yang sedang menangis di hadapan seorang namja, dan tangan namja itu merangkul dan menepuk pelan pundak si yeoja.

“Selama ini aku tak pernah melihat JunHee seperti itu..”, lirih BaekHyun ,namun masih terdengar oleh XiuMin.

“Berarti JunHee adalah yeoja yang tegar.”, ujar XiuMin santai.

“Aku hanya melihat keceriaannya, itu pun hanya beberapa bulan yang lalu.”, lanjut BaekHyun.

“Wae?”, tanya XiuMin.

“Entahlah.. Walau begitu aku ingin sekali melihatnya menangis ,bahkan marah-marah atau mengumpat padaku, daripada bersikap dingin seperti akhir-akhir ini. Aku ingin menjadi namjachingu yang berguna untuknya.”, terang BaekHyun.

XiuMin hanya terdiam menatap sedih BaekHyun.

“BaekHyun-ah, kau kenal Oh SeHun?”, tanya XiuMin mulai bersuara.

“Eumm,, aku tahu, tapi aku tidak mengenalnya dengan baik. Dia teman sefakultas JunHee.”, jawab BaekHyun.

“Owh… Teman? Bukan saudara atau..?”, tanya XiuMin lagi.

“Setahuku JunHee tidak punya saudara laki-laki, sepupunya pun perempuan semua. Memangnya kenapa? Bagaimana kau tahu namja itu?”, terang BaekHyun.

“Eumm,, saat aku di swalayan tadi kebetulan aku melihat JunHee bersama namja yang bernama SeHun itu.”, jelas XiuMin.

“Jinjayo??! Aiiissh!! Jelas saja aku tidak menemukan JunHee di kampus tadi!!”, gerutu BaekHyun.

@the same time

JunHee memasukkan barang belanjaannya ke dalam mobil SeHun.

“Ini semua tidak gratis!”, ujar SeHun santai yang berada di sampingnya.

“Arra! Setiap menumpang denganmu kau pasti meminta imbalan kan?!”, ketus JunHee.

SeHun terkekeh mendengarnya. “Apa imbalan kali ini?”, tanyanya.

“Bagaimana kalau yeojachingu?”, tawar JunHee.

“Siapa yeoja yang ingin kau jodohkan denganku?”, tanya SeHun.

“Yang jelas bukan aku, ibuku, atau nenekku!”, jawab JunHee santai.

“Tapi aku ingin kau orangnya!”, ucap SeHun.

Pletaakk… “Kau bukan tipe kesukaanku, Oh SeHun!”, ujar JunHee.

“Aigoo..!!”, rengek SeHun sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit.

SeHun sudah berada di kursi kemudi, dan mulai menstarter mobilnya. JunHee yang berada di samping SeHun berkutat pada layar ponselnya.

“Aiissh,, babo namja!!”, gumam JunHee didengar oleh SeHun.

“Ada apa?”, tanya SeHun.

“Eumm… Turunkan aku di taman kota ya..?”, pinta JunHee.

“Lalu barang-barang belanjaanmu?”, tanya SeHun.

“Tolong antarkan ke rumahku! Aku akan pulang naik bus nanti. Ne?”, terang JunHee.

“Baiklah.. Apa BaekHyun sedang menunggumu disana?”, tebak SeHun.

“Haruskan kau tahu?”, balas JunHee. SeHun menanggapinya dengan helaan nafas.

“Oppa..!”, sapa JunHee. BaekHyun yang melihat kedatangan JunHee langsung merekahkan senyumannya.

“Byun BaekHyun! Apa kau berselingkuh?!”, tanya JunHee sambil menatap tajam XiuMin yang duduk di samping BaekHyun.

“Ne. Apa kau cemburu?”, goda BaekHyun.

“Aigoo,, aku pulang saja!”, kesal XiuMin meninggalkan mereka berdua.

“Hahaha.. Chagi, aku senang kau datang!”, ungkap BaekHyun.

“Jangan berlebihan!”, ketus JunHee.

“Lihat bunga itu! Indah ya? Ayo kita kesana!”, ajak BaekHyun sambil menarik tangan JunHee lembut.

BaekHyun menggenggam erat tangan JunHee. Mereka berjalan pelan menelusuri taman yang dihiasi berbagai tumbuhan yang indah di mata.

“Chagi, pernahkan kau bersedih?”, tanya BaekHyun memecah keheningan di antara mereka.

“Tentu.”, jawab singkat JunHee.

“Menangis??”, tanya BaekHyun lagi.

“Childish!”, ucap JunHee.

“Kalau kau bersedih dan ingin menangis, kalau kau kesal dan ingin marah, pergilah ke pelukanku!”, ujar BaekHyun.

JunHee tak bersuara menanggapinya. Ia bahkan mengalihkan pandangannya dari BaekHyun yang sedang menatapnya penuh ketulusan.

BaekHyun mengantarkan JunHee ke halte bus terdekat.

“Besok aku akan pergi ke Incheon.”, ujar JunHee sembari mendudukkan dirinya di kursi tunggu halte.

“Mwo?!”, kejut BaekHyun.

“Ada seminar dan kompetisi. Aku akan tinggal selama seminggu disana.”, terang JunHee.

“Owh… Apa kau akan pergi bersama Oh SeHun?”, tanya BaekHyun hati-hati.

“Tentu, dia kan tim ku.”, jawab JunHee.

“Tidak perlu cemburu! Namja itu bukan tipe kesukaanku!”, lanjutnya lagi.

“Hahaha… Kau bisa membaca perasaanku ya?!”, kekeh BaekHyun.

“Good Luck! You are the best, Chagi..!”, ucap BaekHyun menyemangati.

Tak lama kemudian, sebuah bus berhenti. JunHee bergegas menumpanginya.

“Hati-hati…”, kata BaekHyun sambil melambaikan tangannya. JunHee hanya tersenyum tipis membalas lambaian tangan BaekHyun di balik jendela bus yang sudah ia tumpangi.

============================================

Hari demi hari berjalan begitu lambat bagi BaekHyun, beberapa hari tanpa melihat JunHee membuatnya begitu bosan, bahkan semangat kuliahnya menurun.

Ingin sekali ia menghubunginya, namun JunHee memintanya untuk tidak menghubunginya selama seminggu agar tak mengganggu. BaekHyun pun menyanggupinya, walau sebenarnya ia enggan.

“Eh, sehari setelah JunHee tiba dari Incheon, dia berulang tahun. Menurutmu apa yang harus ku berikan untuknya nanti?”, tanya BaekHyun meminta pendapat pada XiuMin.

“Eumm.. Apa yaa?? Kau kan tahu aku tidak berpengalaman dalam hal itu. Lagian aku bukan tipe namja yang romantis.”, balas XiuMin.

“Benar. Kau kan tipe namja yang konyol. Mungkin yang ada di otakmu adalah kejutan badut.”, sindir BaekHyun.

“Heh!! Enak saja!! Eumm,, makan malam romantis?”, tawar XiuMin antusias.

“Eumm.. Bukankah itu sudah biasa?”, ujar BaekHyun.

“Apa kau pernah melakukan makan malam romantis?”, tanya XiuMin penasaran.

“Belum.”, jawab BaekHyun.

“Nah, itu berarti belum biasa bagimu kan? Aku yakin JunHee juga begitu, yang ku tahu kau lah teman kencan pertamanya.”, terang XiuMin.

“Benar juga.. hahaha.. Baiklah, akan ku coba! Bantu aku ya?”, pinta BaekHyun.

“Aiiissh!! Kau beruntung memiliki aku!”, ucap XiuMin bangga.

*JunHee’s BirthDAY*

BaekHyun pergi ke rumah JunHee untuk menjemputnya. Ting tong… BaekHyun menekan bel rumah JunHee. Tak lama kemudian JunHee membuka pintu rumahnya.

BaekHyun segera menyanyi ketika sosok JunHee sudah muncul di hadapannya. “Saengil Chukkahamnida.. Saengil Chukka hamnida.. Saranghaneun naui JunHee.. Saengil Chukkahamnida..”.

JunHee tersenyum membalasnya.

“Hanya itu?”, tanya BaekHyun.

“Mwo?”, tanya JunHee heran.

“Hanya senyuman yang kau berikan sebagai balasan nyanyian indahku tadi?”, ujar BaekHyun.

“Gomawo.”, ucap JunHee singkat.

“Hanya itu??!”, tanya BaekHyun lagi lebih ditekan.

“Mwoya?!”, kesal JunHee.

“Kisseu..”, pinta BaekHyun manja sambil menunjuk pipi kanannya dengan telunjuknya.

“Kau bahkan hanya memberiku nyanyian singkat!”, protes JunHee.

“Kata siapa? Kalau begitu, segeralah dandan yang cantik! Kita pergi!”, ucap BaekHyun memerintah sambil mendorong JunHee masuk ke dalam kamar, agar segera berganti pakaian.

BaekHyun membawa JunHee ke sebuah restoran, restoran yang terlihat sangat sederhana, tak ada kesan mewah disana dan sepi pengunjung.

“Haruskah aku menutup kedua matamu?”, tanya BaekHyun.

“I don’t like that.”, jawab JunHee ketus.

“Hahaha.. It’s okay, chagi..”, balas BaekHyun. Lalu menggandeng JunHee untuk masuk ke dalam restoran.

“Kau mempersulit diriku, Byun BaekHyun..??!”, batin JunHee menatap nanar pemandangan romantis yang seharusnya terlihat mengagumkan bagi yeoja manapun.

Mata JunHee memanas ,namun ia berusaha menutupinya. “Kenapa kau melakukan ini?”, tanya JunHee dingin.

“Mwo?! Yaa jelas untuk perayaan ulang tahunmu! Apa kau menyukainya?”, tanya BaekHyun antusias tanpa menyadari sikap JunHee.

“Ayo kita ciptakan suasana romantis! Bukankah kita pasangan yang manis?!”, ajak BaekHyun sambil menarik lembut tangan JunHee.

Namun, langsung ditepis oleh JunHee dengan kasar.

“Aku tidak suka!”, seru JunHee dengan tatapan begitu dingin. Lalu berbalik hendak menjauhi BaekHyun, namun dengan sigap BaekHyun mencegahnya.

“JunHee-ya, Kau benar-benar keterlaluan!!”, bentak BaekHyun kehabisan kesabaran.

“Aku? Keterlaluan? Ya! Aku memang keterlaluan!! Tapi kau yang lebih keterlaluan dariku!”, balas JunHee tak kalah membentak.

“Mwo??!”, pekik BaekHyun. Lalu ia tersenyum tak percaya.

“Aku lebih keterlaluan..?! Setelah apapun yang ku lakukan demi kau selama ini, aku keterlaluan??!! Iya!! Aku keterlaluan! Keterlaluan mencintaimu!”, lanjut BaekHyun dengan nada keras. Kedua matanya pun sudah memerah karena emosinya yang terbakar.

JunHee tersenyum remeh, “Kau sungguh mengagumkan, Byun BaekHyun. Akting mu benar-benar bagus!”, ucap JunHee menatap BaekHyun lekat.

BaekHyun mengerutkan keningnya, ia bingung apa maksud JunHee mengatakan bahwa aktingnya bagus, padahal ia sedang tak berakting. JunHee hanya tersenyum membalas tatapan BaekHyun yang penuh tanya.

Berselang beberapa detik, JunHee mengalihkan tatapannya, lalu pergi meninggalkan BaekHyun.

BaekHyun hanya diam terpaku tanpa mencegah kepergian JunHee, akalnya terlalu sibuk memikirkan perkataan JunHee tadi padanya.

JunHee berjalan cepat meninggalkan restoran tersebut, air matanya yang sedari tadi ia bendung, akhirnya pecah.

Kedua matanya memerah, wajah cantiknya terlihat begitu basah karena air mata yang mengalir deras, tubuhnya pun bergetar, namun ia berusaha tegar melangkahkan kedua kakinya menelusuri jalanan kota.

Ia menutupi mulutnya dengan telapak tangan kanannya, meredam suara senggukan yang mendesak keluar dari mulutnya.

Bruuuk… JunHee terjatuh ketika seseorang menabraknya pelan, tubuhnya begitu lemah untuk menahan diri. 

“Mianhamnida…”, ucap namja yang menabraknya.

JunHee hanya menunduk memegangi salah satu lututnya yang sedikit tergores.

“Nona, gwaenchanayo?”, tanya namja itu khawatir.

Namun JunHee masih menundukkan kepalanya, hingga rambutnya yang terurai menutupi wajahnya.

Namja itu pun memberanikan diri menarik dagu JunHee agar melihatnya.

“Lee JunHee..”, gumamnya mengenali yeoja yang ditabraknya itu.

“SeHun-i…”, lirih JunHee yang juga mengenali namja itu.

JunHee segera menutupi wajahnya lagi, ia malu menunjukkan dirinya yang mungkin terlihat menyedihkan.

“Aku tahu, aku mengetahuinya dengan jelas hingga rasanya benar-benar sakit. Tapi entah kenapa aku tidak bisa memintanya untuk mengakhiri hubungan kami..”, ungkap JunHee.

“Bukannya tidak bisa, tapi kau memang tidak ingin mengakhirinya, Lee JunHee..”, ujar SeHun.

JunHee langsung menatap SeHun. SeHun tersenyum lembut membalas tatapan penuh tanya JunHee.

“Aku yakin, sebenarnya BaekHyun juga sangat menyayangimu. Mungkin pada awalnya niatnya belum tulus menyukaimu, tapi seiring berjalannya waktu ia benar-benar mencintaimu.”, kata SeHun bijak.

[FLASHBACK ON]

-A few months ago-

Dengan senyuman yang begitu cerah, Lee JunHee menekan angka memasukkan kode pin apartemen. Ia hendak menemui namjachingu nya,Byun BaekHyun di apartemen nya, tanpa pemberitahuan. Ia memang bermaksud memberikan kejutan dengan membawa beberapa kotak bekal yang berisikan masakan nya sendiri.

Tanpa menutup pintu apartemen lagi, JunHee masuk ke dalam apartemen dengan mengendap-endap.

Namun, langkahnya terhenti ketika ia tahu, bahwa ada tamu yang sedang mengobrol dengan BaekHyun di ruang tamu dengan santai.

“MinSeok.. Apa dia sudah pulang dari China?”, batin JunHee mengintip kedua namja itu di balik tembok.

Ia hendak melanjutkan langkahnya untuk menyapa keduanya, namun niatnya terhenti seketika saat mendengar pembicaraan BaekHyun dan MinSeok yang menyangkut tentang dirinya.

“Sudah hampir 1 tahun kan? Apa kau masih berpacaran dengan Lee JunHee?”, tanya MinSeok.

“Tentu. Hei!! Kau masih berhutang padaku!!”, seru BaekHyun.

“Aisssh, jumlah taruhan itu terlalu besar!!”, keluh MinSeok.

“Yaa, XiuMinSeok!! Bukankah kau sendiri yang menentukannya!!!”, protes BaekHyun.

“Itu karena aku pikir JunHee tidak akan menerimamu sebagai namjachingu nya..!! JunHee kan yeoja cerdas, dan kau namja malas!”, jelas XiUmin.

“Tapi buktinya, dia menerima ku kan?!”, balas BaekHyun memandang remeh XiUmin.

“Benar. Tak Ku sangka, dia itu yeoja cerdas dalam berbagai mata pelajaran, terutama Kimia. Tapi kenapa dia begitu bodoh dalam memilih namja?! Kalau dia tahu ,bahwa dia hanyalah sebagai yeoja taruhan, mungkin dia akan membunuhmu dengan cairan-cairan kimia yang mematikan!!“, ujar XiuMin.

Deg… Perasaan JunHee bagai tersambar petir mendengar pembicaraan tersebut.

[FLASHBACK OFF]

-Next Day-

“Byun BaekHyun!!! Cepat banguun!!!”, teriak XiuMin membangunkan BaekHyun yang masih berkumul selimut.

“Byun BaekHyun!!!! Lee JunHee datang!!!”, seru XiuMin lagi.

-TBC-

Gimana? aku gak yakin ni mnarik n bagus ato gak…😦

RCL yaaa… Like & Komen Riners skalian bgitu sangat saya harapkan sekaliii…😀

Readers yg baru nyasar(?) ksini alias gak sngaja nemu ni ff trz ngBaca,, komen doonk yaa…😉

Gomawo~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s