FF >> What Is Love? :: (IV) “IT’S YOU” 1/3

What Is Love? 4

EXO-K’s BaekHyun

WHAT IS LOVE? [BaekHyun ver.] :: It’s You

Author       : Lee TaeRin [TarinWish]

Cast         :

  • EXO-K’s BaekHyun as Byun BaekHyun
  • Lee JunHee (OC)
  • EXO-M’s XiuMin as XiuMin a.k.a Kim MinSeok
  • EXO-K’s SeHun as Oh SeHun

cameo: EXO-M’s Lay, SHINee’s Onew, EXO-K’s ChanYeol, f(x)’s Krystal

Rating : PG-15

Genre : Romance

 

 

Annyeong Haseyo..!!! Apa kabar smua?? Saya kembali membawa ff lanjutan utk melepas rinduku pada readers ku sekalian,, hihihi..😀

Okay, Happy Reading, all~~ ^_^

 

 

*BaekHyun POV*

“Chanyeol-i….!”, aku meneriaki Chanyeol yang hendak membuka pintu mobilnya.

“Ada apa?”, tanyanya.

“Antarkan aku pulang yaa…”, pintaku.

“Mwo??! Shirreo! Aku dan SooJung akan berkencan!”, tolaknya. Aku pun memasang wajah cemberut.

“BaekHyun-i, ayo! Kau bisa pulang bersama kami!”, ujar SooJung membuatku melebarkan senyumanku.

“SooJung-i… Acara kita akan terganggu..”, rengek ChanYeol.

“Kita kan bisa mengantar BaekHyun pulang dulu, baru kita jalan-jalan..”, ujar SooJung, lalu menyuruhku masuk ke dalam mobil di jok belakang.

 

Aku menjulurkan lidahku ke arah ChanYeol yang sedang menatapku tajam. “Eiiits…”, cergahnya ketika aku hendak duduk di jok belakang, lalu menarikkku keluar mobil.

“Kau yang menjadi sopir!!”, serunya dan menyerahkan kunci mobilnya.

“Yaa!!!”, pekikku.

“Wae? Kau keberatan?”, tanya ChanYeol.

“SooJung-i.. Kita duduk di belakang saja..”, pinta ChanYeol pada SooJung, dan SooJung pun menurutinya. Aku pun hanya mendengus kesal bersiap-siap menstarter mobil milik ChanYeol.

 

*Author POV*

Selama perjalanan BaekHyun terfokus pada kemudinya, namun canda-gurau ChanYeol dan SooJung di belakangnya seringkali mengganggu konsentrasinya.

“Hei! Kalian ini bisa tenang tidak?!”, protes BaekHyun.

“Wae, sopir Byun..?”, balas ChanYeol.

BaekHyun memilih menahan amarahnya, karena ia cukup tahu diri, bahwa ia sedang menumpang mobil orang lain, walau ia dijadikan sopirnya.

 

“Sopir Byun, kita mampir ke toko kosmetik ‘The Face Shop’ yaa..?!”, pinta ChanYeol.

“Mwo?!! Aigoo, aku ini ingin segera pulang, bukan malah jadi sopirmu!”, protes BaekHyun.

“Kalau begitu kau turun saja disini!”, tutur ChanYeol santai.

“Baik! Baik!”, seru BaekHyun menerimanya terpaksa. Ia tak mungkin turun di tengah perjalanan, karena jarak rumahnya masih sangat jauh, dan ia tak mau mengeluarkan ongkos untuk naik kendaraan umum.

 

@ The Face Shop

ChanYeol dan SooJung memasuki The Face Shop, diikuti BaekHyun dengan raut malas di wajahnya.

BaekHyun memandang mereka iri. Ia menghela nafasnya, dan mengalihkan pandangannya dari kedua sejoli yang terlihat begitu mesra memilih produk-produk yang ditawarkan.

 

BaekHyun melihat-lihat produk yang tertata rapi, lalu matanya tertarik pada sebuah paket kosmetik yang diskon 30%.

“Mungkin JunHee cocok memakai ini…”, gumamnya.

ChanYeol memandang heran BaekHyun yang membeli sepaket komestik untuk wanita.

“Setahuku kau tak punya saudara perempuan.. Apa itu untuk umma mu?”, tanya ChanYeol.

“Hehehe.. Ini untuk yeojachinguku.”, jawab BaekHyun.

ChanYeol yang mendengarnya langsung meledakkan tawanya.  BaekHyun memasang raut kesal karenanya. SooJung langsung mencubit pinggang ChanYeol agar menghentikan tawanya.

“Hahaha.. BaekHyun-i, kau sudah punya yeojachingu??! Tapi, bukankah tadi saat di rumah makan Do KyungSoo kau bilang kau tidak punya pasangan??!”, tanya ChanYeol menyelidik.

“Aku tadi hanya asal bicara.”, jawab BaekHyun.

“Aigoo, kau ini bagaimana?! Itu sama saja kau tidak mengakui yeojachingu mu! Nappeun!”, ujar SooJung.

“Aku tadi sedang kesal, karena ia menolak ajakan ku ke rumah makan D.O.”, terang BaekHyun sambil mengerucutkan bibir tipisnya.

“Siapa yeoja itu?”, tanya ChanYeol penasaran.

“Lee JunHee.”, jawab BaekHyun.

“Mwoya?!!!”, kejut ChanYeol dan SooJung serentak.

Tentu saja keduanya terkejut, karena mereka mengenal yeoja yang dimaksud BaekHyun.

“Lee JunHee..? JunHee yang selalu mendapat ranking I paralel di sekolah kita itu?!”, tanya ChanYeol memastikan.

“Tentu.”, singkat BaekHyun.

“Bagaimana bisa Byun BaekHyun namja pemalas ini berpacaran dengan yeoja paling pintar di sekolah di masa nya dulu?!”, batin ChanYeol memandang BaekHyun tak percaya.

 

 

 

-Next Day-

“Lee JunHee…!”, panggil BaekHyun sembari mengejar yeoja yang berjalan cepat di depannya.

Yeoja itu menoleh ke arah suara. BaekHyun tersenyum menyambutnya.

“Wae?”, tanya yeoja bernama JunHee itu dengat raut wajah datar.

Senyuman BaekHyun memudar seketika, ia berharap JunHee akan membalas senyumannya dengan senyuman hangat atau kata-kata rindu.

“Eumm.. Akhir-akhir ini kau sangat sibuk, jadi kita jarang bisa bertemu. Malam ini sediakan waktu untuk ku yaa..?”, pinta BaekHyun menatap JunHee penuh harap.

“Tidak bisa. Hari ini aku harus melakukan penelitian di laboratorium kimia, dan mungkin sampai malam.”, terang JunHee menolak.

“Oh.. Sebenarnya aku ingin memberimu sesuatu, tapi aku sedang tak membawanya. Kalau begitu aku akan ke rumah mu malam nanti jika kau sudah pulang.”, ujar BaekHyun.

“Terserah kau saja. Aku pergi dulu.”, ucap JunHee menyunggingkan senyuman tipisnya dan berlalu dari hadapan BaekHyun.

BaekHyun menghela nafasnya ,”Sebenarnya dia yeojachingu ku bukan sih?”, gumamnya lalu menggebungkan pipinya.

 

@20.00 KST

Sudah hampir 1 jam BaekHyun menunggu JunHee di depan rumahnya. Lampu-lampu rumah JunHee belum menyala, karena sang tuan rumah sedang tak ada di rumah.

Tak lama kemudian, terlihat JunHee berjalan pelan dari ujung jalan. Walau masih cukup jauh dari penglihatannya, itu sudah membuat BaekHyun tersenyum senang.

 

BaekHyun berlari menghampiri JunHee, dan langsung memeluk JunHee.

“Aku merindukanmu, JunHee-ya..”, ungkap BaekHyun.

JunHee melepas pelukan BaekHyun, tentu membuat BaekHyun menatapnya heran.

“Bukankah tadi pagi kita sudah bertemu.”, ujar JunHee datar.

“Hehehe.. Benar, tapi aku kan belum sempat melepas kerinduanku padamu beberapa hari ini.”, terang BaekHyun.

Tanpa membalas apapun, JunHee melanjutkan langkahnya menuju rumahnya. BaekHyun pun mengikutinya dari belakang.

 

“Aku duduk di teras saja..”, ujar BaekHyun pada JunHee yang hendak memasuki rumahnya.

“Siapa juga yang menyuruhmu untuk masuk ke dalam rumahku.”, balas JunHee bernada dingin ,lalu masuk ke dalam rumahnya.

Perasaan BaekHyun sebenarnya cukup tergores atas sikap yeojachingu nya itu, namun ia tak menghiraukan rasa sakitnya itu.

 

BaekHyun meletakkan bingkisan yang daritadi dibawanya di meja teras, lalu ia melihat-lihat tanaman yang tertata rapi di halaman rumah keluarga Lee JunHee. BaekHyun menatap lekat-lekat bunga-bunga yang tumbuh indah.

“Kau tahu? Lee JunHee lebih cantik dari kalian..”, gumam BaekHyun tersenyum.

 

Tak lama kemudian JunHee keluar dari dalam rumahnya dengan membawa secangkir teh untuk BaekHyun.

BaekHyun menghampirinya dan memulai pembicaraan. “Bagaimana penelitian mu hari ini? Aku yakin kau melakukannya dengan baik. Tapi kau terlihat lelah..?”, tanya BaekHyun sembari membelai lembut rambut JunHee yang terurai.

 

JunHee menyentuh tangan BaekHyun yang membelai lembut helai demi helai rambutnya, lalu menjauhkan tangan BaekHyun tersebut dari rambutnya.

“Bukankah kau ingin memberiku sesuatu?”, tanya JunHee.

“Oh! Ne! Ini..”, Baekhyun memberikan bingkisan yang ia letakan di meja tadi pada JunHee.

JunHee membuka bingkisan itu.

“Aku pikir itu cocok untukmu. Gunakan secara rutin agar kau semakin cantik, chagi..”, jelas BaekHyun.

“Gomawo.”, ucap JunHee singkat.

“Ini sudah malam, lebih baik kau segera pulang! Bukankah besok pagi kau ada kuliah?!”, lanjut JunHee.

JunHee masuk ke dalam kamarnya dengan membawa sepaket komestik pemberian BaekHyun. Ia tersenyum kecut memandang apa yang sedang ia bawa. Tanpa ragu ia memasukkan kosmetik-kosmetik yang masih terkemas rapi itu ke dalam laci dengan sedikit kasar.

 

 

 

-a few days later-

@ Canteen

“Kau mau pesan apa, JunHee-ya?”, tanya seorang namja pada JunHee.

“Eumm,,  sama sepertimu saja.”, jawabnya singkat.

“Okay..”, balas namja itu.

“SeHun-i, aku lelah..”, ungkap JunHee menatap lesu makanan yang terhidang di hadapannya.

“Arrasseo, nado. Penelitian itu sungguh melelahkan.”, balas namja bernama SeHun itu sembari melahap makanannya semangat.

“Ya!! Bukan itu maksudku, Oh SeHun..!”, ujar JunHee kesal.

“Mwo??! Lalu? Aiiisssh, cerita yang jelas! Aku bukan psikolog yang bisa membaca pikiranmu, apalagi perasaanmu, Lee JunHee!”, ujar SeHun tak kalah kesal.

 

JunHee menghela nafasnya. “Byun BaekHyun.. Aku lelah seperti ini terus.”, terangnya.

Dddrrrttt… Belum sempat SeHun menanggapinya, ponsel JunHee bergetar.

“BaekHyun…”, gumam JunHee menatap layar ponselnya.

SeHun menatapnya penuh tanya. JunHee yang tahu maksud tatapan SeHun, tersenyum padanya. “Hanya pesan singkat darinya.”, ujar JunHee.

SeHun hanya mengangguk paham dan melanjutkan makannya.

From : Byun BaekHyun

Chagi,, aku ingin kita bermain.. Aku sudah di depan Lotte World sekarang. Kemarilah.. Aku menunggumu. ^^

 

@Lotte World

“Tik tok tik tok tik tok..”, gumam BaekHyun menatap jam tangannya.

Sudah hampir 1 jam ia menunggui JunHee, namun tak ada tanda-tanda kedatangannya, bahkan JunHee tak membalas pesan singkat yang ia kirim tadi.

BaekHyun menghela nafas beratnya, keinginannya untuk berkencan dengan JunHee pupus. Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan taman bermain itu.

Namun suara seorang yeoja, menghentikan langkahnya. “Byun BaekHyun..!”, panggil yeoja itu.

 

BaekHyun  menoleh ke arah suara. “Byun BaekHyun? Kau benar Byun BaekHyun kan?”, tanya yeoja itu mendekati BaekHyun.

“Ne.”, jawab BaekHyun ragu sambil memandang yeoja itu penuh tanya.

“Senang bertemu denganmu lagi. Apa kau masih mengingatku? Kita pernah bertemu di rumah makan Do KyungSoo, saat makan bersama dalam rangka pembukaan restoran.”, terang yeoja itu.

“Oh, ne! Aku ingat! Nona Choi MinHee??”, jawab BaekHyun.

“Hahaha. Ne. Kau kesini sendiri?”, tanya MinHee.

“Hehehe. Iya, tapi karena tak ada yang menemaniku aku ingin pulang saja.”, jawab BaekHyun.

“Bagaimana kalau denganku? Eumm,, tapi aku tak sendiri. Tentunya aku bersama nampyeon ku, Lee JinKi. Dia sedang antri tiket disana.”, jelas MinHee.

“O.. Kalau begitu lebih baik aku pulang saja, aku takut akan mengganggu acara kalian.”, tolak BaekHyun lembut.

“Tidak akan. Ayolah!”, ajak MinHee.

 

Akhirnya BaekHyun menerima ajakan MinHee. Lee JinKi pun juga tidak keberatan, ia kan nampyeon yang pengertian… kkkk~^^

BaekHyun mengikuti langkah pasangan suami istri itu, dan tentunya sambil mengobrol. Mereka cukup akrab, karena Lee JinKi adalah songsaenim BaekHyun di masa SMA nya dulu.

“Oppa, aku ingin naik bianglala..”, pinta MinHee pada JinKi.

“Shirreoyo, kita coba permainan itu saja.”, tolak JinKi.

“Oppa….”, rengek MinHee. Namun JinKi tetap tidak ingin mengiyakan permintaan MinHee.

 

“Ya sudah. BaekHyun-sshi, mau menemaniku?”, tanya MinHee.

“Mwo? Aku? Hehehe.. Mianhe, aku takut..”, bohong BaekHyun.

“Aigoo, kau payah!”, ejek MinHee. BaekHyun hanya tersenyum paksa menanggapinya.

“Baiklah, aku akan menemanimu. Tapi setelah naik bianglala, kita coba permainan itu yaa..?”, tawar JinKi. MinHee pun mengangguk semangat menyetujuinya.

“Lebih baik aku jalan-jalan sendiri. Mr.Lee dan Mrs.Lee selamat bersenang-senang.. Gamsahamnida. Annyeong~”, pamit BaekHyun meninggalkan mereka berdua.

BaekHyun berjalan pelan menikmati keramaian, tak ada satupun wahana permainan yang menarik hatinya.

“Pasangan itu lagi.. Tak ku sangka aku bisa melihat mereka lagi. Pasangan favoritku.”, gumam BaekHyun memandang mereka kagum.

 

“Oppa, aku takut ketinggian… Aku tidak mau naik wahana itu!”, rengek si yeoja sambil menggandeng namja nya erat.

“YongEun-i,, kan ada aku.. Jadi kau tidak perlu takut! Kau bisa memelukku nanti, chagi..”, ujar namja itu.

“Kyaa!! Kau mau ambil kesempatan yaa, Tuan Lay..?!!”, kesal yeoja itu sambil mencubit lengan namja yang dipanggil Lay.

“Aigoo, appo, chagi..”, rengek Lay manja.

 

BaekHyun tertawa kecil melihat pertengkaran kecil pasangan itu. Namun, sesaat kemudian senyumnya memudar, sekilas kenangannya bersama JunHee beberapa bulan lalu berputar memenuhi pikirannya.

“Dasar plagiator! Tanpa meniru kemesraan mereka pun, menurutku, kita sudah menjadi pasangan yang sangat manis..”

Kata-kata itu terngiang di benaknya, kata-kata yang dulu diucapkan oleh yeoja yang ia sayangi, Lee JunHee.

 

[FLASHBACK ON]

“JunHee-ya, lihat pasangan itu! Mereka pasangan yang manis yaa,, begitu mesranya mereka. Aku ingin seperti mereka!”, ujar BaekHyun.

“Dasar plagiator! Tanpa meniru kemesraan mereka pun, menurutku, kita sudah menjadi pasangan yang sangat manis..”, balas JunHee sambil mengeratkan gandengannya di lengan BaekHyun.

“Jinja? Hahaha.. Benar juga..”, ucap BaekHyun sambil mengacak rambut JunHee pelan.

“Kyaa!! Oppa!!”, pekik JunHee kesal.

[FLASHBACK OFF]

 

 

@22.00 KST

BaekHyun melepas lelah di tempat tidurnya. Ia sandarkan tubuhnya pada dashbor bed nya, dan menengadahkan kepala menatap langit-langit kamarnya.

“Aku merasa JunHee berbeda dengan yang dulu.”, gumam BaekHyun.

 

Brakkk.. Suara pintu kamar BaekHyun terbuka dengan kasar.

“Kyaaa!!!!”, teriak BaekHyun kaget.

 

“Byun BaekHyun, aku merindukanmu!!”, teriak namja yang membuka pintu kamar sembari berlari ke arah BaekHyun.

“Aigoo, Kim MinSeok?!!! Ah, ani! XiuMin, babo!! Kau?!! Kapan kau datang??”, tanya BaekHyun yang sudah berada dalam pelukan namja itu.

 

Namja berpipi chubby itu melepas pelukannya. “Baru saja, setibanya dari China aku langsung kemari. Selama di Seoul aku menumpang tinggal disini yaa??”, terang XiuMin.

“Hahaha.. Baiklah, tapi kau tahu kan apa yang harus kau lakukan  jika tinggal bersamaku..?”, tanya BaekHyun.

“Arrasseo.. Membeli bahan makanan dengan uangku. Aiiissh!! Kau ini!”, jawab XiuMin malas.

Setelah menata barang-barang bawaan XiuMin, mereka berdua berbaring di tempat tidur dengan nyaman.

“BaekHyun-ah..”, lirih XiUmin.

“Eummb..”, balas BaekHyun yang sudah hampir menutup rapat matanya.

“Apa Lee JunHee masih bersamamu?”, tanya XiuMin.

“Ne. Hubungan kami baik-baik saja.”, jawab BaekHyun.

“Jinjayo??”, tanya XiuMin tak percaya.

“Ye. Tapi, Akhir-akhir ini sikapnya berbeda.”, ujar BaekHyun.

XiuMin menatapnya sendu, tanpa BaekHyun sadari.

 

“Sebenarnya……”, ucap MinSeok menggantung ucapannya.

“Jangan beritahu hal ini pada Byun BaekHyun! Kalau kau mengatakannya, aku akan melakukan hal seperti yang telah kau duga!”

Kata-kata itu terngiang di ingatan MinSeok. Hingga akhirnya ia enggan melanjutkan kata-kata yang sebenarnya ingin ia sampaikan pada BaekHyun.

“Wae?”, tanya BaekHyun.

“Sebenarnya aku sudah mengantuk. Aku ingin tidur. Jaljayo!”, ujar XiuMin asal.

“Aiissh!! Dasar!!”, geram BaekHyun.

Akhirnya mereka pun telah berangkat ke alam mimpi masing-masing.

 

-TBC-

 

RCL yaa ,, readers… Biar aku semangat ngelanjutinnya.. yg panjang komennya.. ^^ Kalo ketauan ada yg gak komen,, author nangis niie… >.< #lebay#

Gomawoyo sebelumny u/ smua…

Oiya,, Happy Holiday yaa~~😀

2 thoughts on “FF >> What Is Love? :: (IV) “IT’S YOU” 1/3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s