FF >> What Is Love? :: (III) “Simple Love” 4/6

D.O Luna Key EunBi

Simple Love part4

WHAT IS LOVE? [D.O ver.] :: Simple Love

Author       : Lee TaeRin [TarinWish]

Cast         :

  • EXO-K’s D.O as Do KyungSoo aka D.O
  • Park EunBi as Park EunBin
  • SHINee’s Key as Kim KiBum aka Key
  • f(x)’s Amber as Amber
  • f(x)’s Luna as Park SunYoung aka Luna

Rating       : PG-15

Genre        : Romance

*Author POV*

“EunBin-ah, buka kedua matamu..”, pinta KyungSoo lembut.

Perlahan EunBin membuka kedua matanya. “Oppa…”, lirihnya memandang KyungSoo yang berada di sampingnya, namun pandangannya masih sangat kabur.

KyungSoo tersenyum lembut padanya. “Kau bisa melihatku?”, tanyanya.

EunBin mengangguk dan tersenyum bahagia. KyungSoo memeluknya sembari mengelus rambut EunBin. “Syukurlah…”, ucapnya terharu.

“Setelah beberapa pemeriksaan nanti, Nona EunBin diperbolehkan pulang. Namun Anda juga harus check up sesuai jadwal, ne?”, terang suster lalu meninggalkan EunBin dan KyungSoo berdua.

“Apa kau Do KyungSoo??”, tanya EunBin menatap KyungSoo.

“Ne.”, jawabnya mengangguk dan tersenyum lembut menatap EunBin.

“Kau semakin tampan, oppa!!”, puji EunBin.

“Tentu!”, sahut KyungSoo mendekap EunBin lagi.

-OnTheWay-

*Author POV*

Setelah pemeriksaan dan masalah administrasi terselesaikan, KyungSoo dan EunBin segera meninggalkan rumah sakit. Dalam perjalanan di dalam bus, pandangan EunBin hanya terfokus pada jalanan yang ditelusuri bus yang ditumpanginya.  Ia tersenyum bahagia menikmati pemandangan kota Seoul, sedangkan KyungSoo memandangnya dengan senyuman yang sendu.

“Oppa,, habis ini kita menemui umma kan? Aku tak sabar bertemu dengannya..! Aku ingin sekali melihatnya dan memeluknya dengan erat. Sudah 4 tahun kan aku tak melihatnya. Pasti umma masih saja cantik!?”, ujar EunBin tanpa mengetahui yang sebenarnya terjadi.

“Ne. Tapi bukankah 2 minggu yang lalu kau sudah bertemu dengannya di panti asuhan?! Kau juga sudah berpelukan dengannya..”, jawab KyungSoo menutupi perasaannya.

“Tapi kan waktu itu aku belum bisa melihatnya..”, ujar EunBin.

“Kita turun di toko bunga itu dulu yaa.. Ayo!”, ajak KyungSoo beranjak dari tempat duduk penumpang.

“Kau tahu bunga favorit umma?”, tanya KyungSoo sambil melihat-lihat berbagai macam bunga disana.

“Bunga Lily putih!! Umma pernah mengatakan padaku kalau Lily putih itu murni dan suci, dan ia menyukainya.”, terang EunBin dan mengambil sebuket bunga lily putih yang cantik.

Setelah membeli bunga, EunBin dan KyungSoo melanjutkan perjalanannya.

“Oppa, ini kan makam. Kenapa kita kemari?”, tanya EunBin yang sedikit heran pada KyungSoo yang membawanya ke pemakaman umum, bukan ke rumah Ny.Park yang ia harapkan.

Namun KyungSoo tak menjawabnya , ia terus melangkah menelusuri jalan setapak, EunBin pun hanya mengikutinya.

Tak lama kemudian ia berhenti di salah satu nisan. Dan memberi penghormatan pada salah satu makam tersebut, yang masih sangat baru.

“Berjanjilah pada umma.. Nanti saat umma sudah pergi, donorkan kornea umma untuk Park EunBin. Umma tahu ini pasti sulit bagimu. Tapi umma mohon relakan umma dan jaga EunBin. Jangan berpikir bahwa umma lebih menyayanginya daripada kau! Kau akan memahaminya nanti!! Umma sangat menyayangi mu, KyungSoo-ya..”, kata-kata yang pernah terucap dari umma KyungSoo itu terngiang di memory KyungSoo.

“Umma.. Berhasil, operasi transplantasinya berhasil. Kau bisa melihatnya kan dari sana? Park EunBin, yeoja kesayanganmu ini sudah bisa melihat lagi. Kau pasti bahagia kan?”, ujar KyungSoo. EunBin terdiam menatapnya.

“Umma…”, lirih EunBin menjatuhkan dirinya ke tanah. Air matanya mengalir. “Apa yang terjadi??”, gumamnya.

“Mianhe.. Aku tak memberitahukan hal ini sebelumnya.”, ujar KyungSoo mengambil bunga lily yang tergeletak di tanah.

“Berilah penghormatan untuknya..”, pinta KyungSoo membangunkan EunBin yang masih terlihat shock.

EunBin membungkukkan badannya, dan berlutut tepat di depan nisan tersebut. “Umma…. Maafkan aku…”, isak EunBin.

“EunBin-ah,, Jangan menangis.. Umma akan sedih jika tahu kau sedang menangis.”, pinta KyungSoo lembut sembari merangkul bahu EunBin.

EunBin mengusap air matanya, dan berusah menghentikan tangisannya. “Aku akan menjaga mata ini. Kornea ini, aku janji akan menjaganya dengan baik. Percayalah padaku.”, ucap EunBin sesenggukkan.

Penumpang bus begitu sepi. Selama perjalanan pulang wajah EunBin murung dan pucat. “Entah mengapa umma begitu menyayangimu.. Padahal jelas kau bukan anak kandungnya.”, ujar KyungSoo memecah keheningan. EunBin masih terdiam, namun ia mendengar jelas kata-kata KyungSoo.

“Selama ini aku tak menyadari kalau umma sakit, hingga sangat parah. Pembengkakkan jantung, Seharusnya ia dioperasi, tapi ia menolak. Katanya hal itu tak akan ada gunanya, hanya akan membuang uang sia-sia. Selama ia sakit, umma tak mau dirawat di rumah sakit ataupun minum obat. Ia hanya pasrah menunggu ajal menjemputnya, hingga 3 hari yang lalu jantungnya pecah dan mengalami pendarahan hebat. Dan saat umma benar-benar pergi meninggalkan dunia ini, kedua korneanya didonorkan untukmu. Itu sudah menjadi keinginannya sebelum ia meninggal.”, terang KyungSoo semakin membuat mata EunBin panas, namun EunBin berusaha menahan air matanya agar tak mengalir keluar, ia tak ingin kedua matanya mengeluarkan air mata.

“Lalu biaya operasi transplantasi?”, tanya EunBin dengan tatapan kosong.

“Memakai uang tabungan umma. Uang yang seharusnya untuk biaya kuliahku. Tapi karena setelah lulus aku tak ingin melanjutkan ke universitas, dan kebetulan aku mendapat tawaran kerja di Hanfoodcious restaurant. Jadi uang itu menganggur.”, jelas KyungSoo.

“Ini..”, lanjut KyungSoo menyerahkan secarik surat pada EunBin.

“Itu surat dari umma. Katanya aku tak boleh membacanya! Huuuuhft..  menyebalkan!!”, dengus KyungSoo.

EunBin menerimanya, “Apa yang harus ku lakukan?! Untuk membayar semua ini..?!”, isak EunBin menatap surat yang masih terbungkus amplop putih itu.

Sesampainya di panti asuhan, Beberapa ibu pengasuh, YeEun dan kawan-kawannya menyambut kedatangan EunBin dengan senang. “Eonni….!!!!”, teriak YeEun memeluk EunBin.

“Park YeEun…. Kau gadis yang manis!!!!”, puji EunBin mengelus lembut kedua pipi YeEun.

“Eonni sudah bisa melihat kan?! Aku senang!!”, sahut YeEun riang.

Setelah itu, EunBin menuju kamarnya, dan langsung mengambil sebuah foto dirinya saat bersama Ny.Park KyungBin 4 tahun yang lalu. EunBin tersenyum melihatnya, namun perasaanya benar-benar sakit karena kehilangan orang yang ia sayangi. EunBin mengambil surat yang diberikan KyungSoo tadi dari saku jaketnya. Namun ia enggan membuka amplop itu, ia belum siap membaca isi surat dari KyungBin umma. Akhirnya surat itu ia letakkan di sebuah kotak bersama fotonya.

-4 Days later @ 8.00 AM-

-HanFoodcious Restaurant-

*Author POV*

SunYoung a.k.a Luna mengunjungi tempat dimana KyungSoo bekerja, tanpa mengajak siapapun.  “Dimana yaa dia??”, gumam Luna celingukan.

“Haa!! Do KyungSoo!!”, seru Luna melihat KyungSoo baru masuk restaurant itu.

“Oh, Kau…..”, gumam KyungSoo berpikir.

“Park SunYoung, LUNA!!”, seru Luna gembira.

“Oh, ne! Luna-sshi..”, balas KyungSoo ramah.

“Maukah kau menemaniku makan disini??”, pinta Luna.

“Uhmm.. Tapi aku harus bekerja..”, jawab KyungSoo.

“Masakkan hidangan apapun untukku, lalu temani aku makan ,ne?! Ayolah.. Aku akan bayar lebih..!!”, pinta Luna.

“Hmm.. Baiklah.. Tapi kau janji, kau harus bayar lebih ,ne?!”, jawab KyungSoo. Dan Luna mengangguk senang.

Luna makan dengan lahabnya, sedangkan KyungSoo yang duduk di hadapannya hanya memandangnya heran. “Luna-sshi,, kau kelaparan atau masakannya yang terlalu enak..??”, tanya KyungSoo innoncent.

“Dua-duanya.. hehehe.. Ah, tidak! ada 3 alasan! Pertama karena aku lapar, kedua karena masakanmu yang enak, ketiga karena ada kau, kau menaikkan nafsu makanku..! Eummm,, mashita…..!”, jawab Luna memuji.

“Mwo??! Hahaha.. Memangnya aku ini apa??”, sahut KyungSoo mendengarnya.

“Kau namja. Namja yang spesial.”, jawab Luna membuat pipi KyungSoo memerah.

Luna menatap hangat KyungSoo dan mendekatkan wajahnya pada KyungSoo, hingga KyungSoo memundurkan dirinya. “Kau baik-baik saja??”, tanya Luna masih menatapnya.

“Aku.. Ten..tu!”, jawab KyungSoo terbata-bata.

“Tidak, kau tidak sedang baik-baik saja, KyungSoo-ya..”, ujar Luna menatapnya serius.

Luna menjauhkan dirinya dari KyungSoo, “Ada apa?? Kau bisa cerita padaku. Kita sekarang teman kan?!”, tanya Luna tersenyum lembut.

“Bagaimana bisa kau tahu?? Aku.. aku sedang sedih, sangat sedih, sampai rasanya ingin menangis sekeras-kerasnya..! Tapi di sisi lain aku bahagia, sangat bahagia, sampai rasanya ingin memeluk semua orang yang ada di sekitarku untuk membagikan rasa bahagia ini..! Perasaan yang membimbangkan bukan?!”, ujar KyungSoo dengan tatapan kosong.

Luna tak bergeming mendengarnya, hanya menatapnya sendu.

-Panti Asuhan-

*Author POV*

EunBin mengemasi beberapa barangnya. Ia memutuskan untuk tidak tinggal di panti asuhan, ia tak ingin bergantung pada orang lain lagi. Dengan kondisinya yang sekarang ia ingin memulai hidup mandiri. Hari ini juga ia hendak meninggalkan panti asuhan.

“YeEun-ah…”, lirih EunBin menatap YeEun yang menangis.

“EunBin eonni berjanji nanti eonni akan sering kemari, jika hidup eonni sudah mapan, eonni akan menjemputmu dan kita hidup bersama..”, ujar EunBin memeluk lembut gadis kecil yang paling ia sayangi.

“Janji, ne??! Kalau eonni sudah hidup mapan, eonni akan mengajakku untuk tinggal dan hidup bersama..!”, isak YeEun.

“Tentu! Kalau sekarang aku mengajakmu, aku takut jika nanti aku tak bisa menjaga dan merawatmu dengan baik..”, jawab EunBin tersenyum lembut.

-05.00 PM-

“Kau yakin akan tinggal disini sendiri?”, tanya KyungSoo mengamati rumah kecil yang akan ditinggali EunBin.

“Yakin, harus yakin! Besok aku sudah mulai kerja kan??”, ujar EunBin semangat.

“Ne, tapi besok kau akan mendapat pelatihan dulu. Kau kan belum berpengalaman..”, terang KyungSoo.

“Rumah ini begitu kecil. Bahkan lebih kecil dari ruang keluarga rumahku! Ya ampun.. istirahat, memasak jadi satu ruangan! Uuh, kamar mandi pun sekecil ini..”, ungkap KyungSoo.

“Hanya ditinggali satu orang kan? Tidak masalah.”, jawab EunBin sembari menata beberapa pakaiannya yang tak banyak di lemari kecil.

“Lihat ini!!! Sudah kecil, kotor pula!! Aigoo..!! Seharusnya kau mengecek kondisi rumah ini dulu…!!”, keluh KyungSoo.

“Yang penting aku bisa menyewanya sekalian perabotnya kan?! Uang muka sewanya juga murah.”, jawab EunBin innoncent.

“Aiiiiissh!!! Kau ini!! Dimana sapu?”, tanya KyungSoo sembari mencari-cari sapu di sekelilingnya. Lalu membersihkan rumah sederhana itu.

“Oppa… Aku menyayangimu..”, ungkap EunBin sembari mendekap lengan KyungSoo yang sibuk menyapu.

“Sangat menyayangimu…”, lanjut EunBin bahagia membuat detak jantung KyungSoo semakin cepat.

“Sini! Biar aku yang menyapu!”, ucap EunBin tersenyum manis merebut sapu dari tangan KyungSoo yang tak berkutik.

 

 

-1st Day @Hanfoodcious-

*Author POV*

“Annyeong Hasimnika.. Joneun Park EunBin imnida.”, ujar EunBin memperkenalkan diri di depan Hanfoodcious family(?). Kim KiBum yang juga ada disana memandang EunBin dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan remeh.

“Selamat Datang di Hanfoodcious Restaurant. Aku harap kau betah dan rajin bekerja disini. Eum,, sebelum kau mulai bekerja Tuan Kim KiBum akan mengajari beberapa tata cara menjadi pelayan di Hanfoodcious, ne?! KiBum-sshi, bantu Nona EunBin ne?!”, perintah Kim RyeoWook.

“Mwo??!! Kenapa aku yang mengurusinya??! Aku kan koki disini!! Bukan ketua pelayan!! Kenapa tidak D.O saja yang mengurusinya, dia kan yang membawanya?!!”, tolak Key.

“Karena dari semua pegawai, kau yang berpendidikan tertinggi..! Bukankah kau lulusan perhotelan?! Jadi kau pasti sangat menguasai tata cara melayani konsumen!! Jangan membantah perintahku jika tak ingin gajimu ku potong!!”, seru RyeoWook.

“RyeoWook Hyung…..”, Key memelas.

“Panggil aku Tuan Kim..”, bisik RyeoWook menata tajam Key.

Key berjalan menuju dapur dan EunBin mengikutinya, hingga membuatnya sedikit risih. “Cuci piring-piring itu!!”, seru Key, dan EunBin langsung mencucinya.

-2nd Day @Hanfoodcious-

“EunBin-sshi, ini seragammu.. Kau harus memakainya ne?! Bekerjalah dengan baik!”, ujar RyeoWook tersenyum ramah.

“Ne. Gamsahamnida, Tuan Kim..”, ucap EunBin membungkukkan badannya.

Setelah mendapat seragam baru, EunBin segera memakainya dan mulai mengamati pelayan-pelayan lain yang sedang melayani pelanggan, karena Key enggan mengajarinya.

Ia juga mencoba menyambut tamu yang datang, EunBin belajar dari hal-hal yang paling mudah dulu.

Hari-hari berikutnya pun Key tetap saja bersikap dingin pada EunBin. Mungkin karena kesan pertama yang membuatnya sebal sampai sekarang. Tapi untungnya EunBin bisa menyikapi sikapnya itu. Ia belajar cukup cepat bagaimana etika melayani pelanggan hanya dengan mengamati kinerja pelayan lain.

-14th Day @Hanfoodcious-

“Anak manis. Kakak mau bekerja, jadi tolong lepaskan tanganmu itu dari seragamku..”, ujar Key seramah mungkin pada seorang namja kecil yang sedari tadi menghalangi langkahnya menuju dapur.

Namun anak itu tetap memegangi seragam koki yang dikenakan Key dan menatapnya penuh harap. “Anak yang tampan.. Ayo lepaskan..”, pinta Key tersenyum manis sambil melepaskan tangan mungil itu dari seragamnya dengan halus, tapi anak kecil itu memeganginya lagi semakin erat.

“Aiiiissh!! Sebenarnya apa mau mu, anak kecil??!”, sentak Key mulai kehilangan kesabaran.

Sontak namja kecil itu menangis. “Aigoo..”, keluh Key.

“Diamlah.. Jangan menangis! Kau terlihat jelek jika menangis seperti ini! Aiiish,, berhentilah menangis! Kakak bisa dimarahi umma mu nanti…”, pinta Key memelas, namun anak kecil itu malah menangis semakin keras.

EunBin yang melihatnya segera menghampirinya, dan menggendong anak kecil itu.

“Namja tampan tidak boleh menangis..”, ucap EunBin menepuk-nepuk pelan punggung mungil anak itu, dan mendekapnya. Hingga anak itu berhenti menangis.

Key hanya terdiam melihat EunBin menggendong anak itu dan mendekapnya lembut.

“Song JiHoo..”, panggil seorang wanita menghampiri EunBin.

“Apa Anda umma’nya?”, tanya EunBin sopan.

“Ne. Mianhamnida, apa anakku mengganggu kalian?? Maaf aku meninggalkannya untuk ke toilet.”, ucap wanita itu menyesal.

“Tidak masalah, Nyonya.”, balas EunBin ramah lalu menyerahkan(?) namja kecil bernama JiHoo itu pada umma’nya.

Key dan KyungSoo makan siang bersama di balkon restaurant. “D.O-ya,, apa Park EunBin itu sudah punya anak?”, tanya Key sembari melahap bekalnya.

Uhuk..Uhuk.. KyungSoo sontak tersedak mendengar pertanyaan itu.

“Mwo??!! Apa dia terlihat seperti seorang ibu?! Dia bahkan belum menikah, hyung!!! Punya namjachingu saja belum!!”, jawab KyungSoo tegas.

“Yaa jawab saja belum!! Kenapa sewot begitu?!”, seru Key.

“Habisnya dalam hitungan detik ia bisa menghentikan seorang anak kecil yang menangis. Ia terlihat sangat keibuan.. Jarang aku melihat yeoja seperti itu.”, lanjut Key.

“Itu karena dia tinggal di panti asuhan selama 4 tahun, jadi berinteraksi dengan anak kecil itu sudah kesehariannya.”, terang KyungSoo.

“Ne. Berbeda sekali dengan yeojachinguku. Dia sangat risih pada anak kecil!! Dia lebih suka kucing, daripada bayi..”, gumam Key.

“Mwo?! Kau punya yeojachingu baru, hyung?? Bukankah kau sudah putus dengan Jung YongEun?”, tanya KyungSoo.

“Iya iya!! Maksudku mantan yeojachingu!!!”, seru Key meninggalkan KyungSoo ,moodnya langsung memburuk mendengar pertanyaan KyungSoo.

Setelah kejadian itu, sikap Key yang dingin pada EunBin sudah mulai menghangat.

-34th Day @Hanfoodcious-

Hubungan Key dan EunBin semakin menghangat. Key seringkali membantu EunBin jika ada kekurangan dalam melayani pelanggan. Selain itu jika ada waktu senggang, ia akan mengajari EunBin memasak.

Kebetulan hari ini Hanfoodcious sepi pengunjung, jadi lebih banyak waktu menganggur. Dan kesempatan itu Key gunakan untuk mengajari EunBin memasak.

“Nah, masukkan ini semua…”, pinta Key menyodorkan beberapa sayuran pada EunBin. Dan EunBin segera memasukkan sayur-sayur itu ke dalam air mendidih yang sudah dibumbui tadi.

Setelah beberapa menit, Key mengambil sedikit masakan itu dan mencicipinya. “Eumm,, not bad.”, ungkap Key lalu menyuapkan masakan itu pada EunBin. “Eum,, mashita..”, ucap EunBin.

Do KyungSoo yang juga menganggur hanya duduk kesal memandanginya. Ia menyangga dagunya dengan salah satu tangannya, dan mengetuk-ketukan pisau daging di meja dapur yang lebar itu.Tog..Tog..Tog.. suara ketukan pisau di atas meja. “Sungguh manis..!”, gumam KyungSoo sebal.

“Besok kita akan tutup restaurant ini lebih awal. Dan mulai lusa kita libur 3 hari.”, terang Kim RyeoWook. Dan semua pegawainya terlihat gembira mendapat libur dari bos mereka.

“Baiklah.. Kalian bisa pulang sekarang!”, lanjut RyeoWook. EunBin dan KyungSoo pun segera pulang.

“Kenapa kau meliburkan kami? Apa ada masalah, Hyung?”, tanya Key masuk ke ruangan Kim RyeoWook. Mereka memang sangat dekat, karena mereka saudara sepupu, jadi wajar kalau Key sering kali menggunakan bahasa informal pada kakak sepupunya itu.

“Tidak. Aku hanya ingin berlibur. Hehehe^^”, jawab RyeoWook.

-35th Day @Hanfoodcious-

“Key sunbaenim, boleh aku meminjam Ipad mu?”, tanya KyungSoo hati-hati di ruang ganti.

“Untuk apa??”, tanya Key.

“Aku ingin membuka internet. Hehehe”, jawab KyungSoo.

“Owh… ini! Jangan lama-lama! Kita harus menyelesaikan tugas hari ini secepatnya, agar kita bisa pulang lebih awal..! Jam 2 kita sudah harus tutup!”, sahut Key mengambil Ipad dari tasnya dan menyerahkannya pada KyungSoo.

“Gomawoyo, Hyung…”, ucap KyungSoo.

“Dimana Park EunBin??”, tanya Key.

“Di dapur.”, jawab KyungSoo singkat. Lalu Key beranjak dari ruang ganti meninggalkan KyungSoo yang sudah terfokus pada Ipad’nya.

“EunBin-ah…”, panggil Key dari ambang pintu dapur. EunBin yang sedang mencuci tumpukkan piring menoleh ke sumber suara.

“EunBin-ah,, setelah jam 2 nanti kau ada waktu?? Aku ingin kita pergi bersama.”, ajak Key to the point.

“Eum, baiklah. Tapi kita mau kemana, Key sunbaenim??”, tanya EunBin.

Key menatap tajam EunBin dari ujung kaki sampai ke ujung kepala, “Kau akan tahu nanti..”, jawab Key tersenyum.

“Damyang…”, gumam KyungSoo terfokus pada Ipad milik Key. “Musim panas begini akan sangat cocok jika berlibur di tempat ini..”, lanjutnya memandangi beberapa foto bamboo forest yang muncul di layar Ipad itu.

“Tapi akan membutuhkan beberapa  jam perjalanannya..”, gumamnya lagi.

“Ah! Tak masalah!! Pasti EunBin akan senang ku ajak berlibur ke tempat ini!!”, ucap KyungSoo tersenyum gembira.

-01.50 PM-

*D.O POV*

Hanfoodcious segera tutup, Aku pun sudah menyelesaikan tugasku dan bergegas mengganti seragam kokiku. Raut wajahku tak lepas dari senyuman. Setelah itu aku segera keluar dari ruang ganti, tapi langkahku didahului oleh Key sunbaenim ketika aku hendak menghampiri EunBin.

“EunBin-ah, ayo!”, ajak Key hyung sambil menggandeng tangannya.

“KyungSoo oppa,, aku pergi dulu. Annyeong..!”, ucap EunBin tersenyum padaku.

Seketika semangatku hilang, senyumku hilang, rencana yang ku susun tadi lenyap sudah!

“Do KyungSoo…..!!!”, seru seorang yeoja yang berlarian memasuki Hanfoodcious.

“Luna-sshi..”, gumamku mengenali yeoja yang memanggilku itu.

“KyungSoo-ya, mau ku ajak pergi?? Ne?!”, ajaknya to the point. Aku pun tak menolaknya, hitung-hitung menghilangkan perasaan kecewaku ini.

*Author POV*

Key membukakan pintu mobilnya untuk EunBin. Pandangan EunBin tak lepas dari KyungSoo yang masuk ke dalam mobil Luna yang parkir tak jauh dari mobil Key.

“Waeyo?”, tanya Key yang sudah duduk di jok kemudinya, ia merasa raut wajah EunBin tak sesemangat tadi.

“oh, gwaenchanayo, KiBum sunbaenim.”, jawab EunBin berusaha tersenyum.

“Mulai sekarang jangan panggil aku KiBum sunbaenim! Panggil aku Key oppa!! Ne?!”, pinta Key dengan nada memerintah.

“Oh, ne..”, jawab EunBin ragu.

“Hmm.. Key oppa, apa KyungSoo oppa sudah punya yeojachingu?”, tanya EunBin hati-hati.

“Molla, tapi sepertinya belum. Oh,, yeoja berambut blonde itu?! Dia pelanggan kami, namanya Luna, dia hoobae Kim RyeoWook di universitas. Sepertinya yeoja itu menyukai Do KyungSoo.. hahaha”, terang Key.

“owh..”, sahut EunBin pelan.

“Waah,, mobil mu bagus sekali, Luna-sshi.. Kau orang kaya ya?”, puji KyungSoo memandang kagum isi mobil mewah milik Luna.

“Hahaha.. Tidak juga. Orang tuaku hanya pemilik salah satu perusahaan makanan di Seoul, tidak besar.”, sahut Luna.

“Owh..”, sahut KyungSoo mengangguk.

“Apa kau tidak punya nama panggilan lain, KyungSoo-ya..??”, tanya Luna.

“Ada. Hmm.. Panggil saja aku D.O..!”, jawab KyungSoo.

“D.O… hahaha.. unik!”, sahut Luna.

*D.O POV*

“Ayo!”, ajak Luna menarik tanganku.

“Luna-sshi,, kenapa kita kemari? Aigoo..! Jangan bilang kalau kau mengajakku pergi hanya untuk menunggui mu perawatan di salon ini!!”, seruku enggan masuk ke dalam salon yang kami datangi.

“Ayolah…!”, paksa Luna menggeretku ke dalam salon langganannya.

Luna mendudukkanku di kursi depan cermin. “D.O-ya, duduk manis disini!!”, ucap Luna. Aku sungguh canggung, tepatnya aku disanding beberapa orang yang sedang mengubah gaya rambutnya.

“HeeChul oppa…..!”, teriak Luna pada seorang namja yang menurutku cantik.

“Luna-ya… Lama kau tak kemari! Kau mau mengubah model rambutmu lagi? Menurutku kau masih cantik dengan model blonde ini?!”, jawab namja bernama HeeChul itu.

“Aku sudah bosan. Ganti warna rambutku ini yaa.. Hmm,, coklat gelap, bagaimana??”, tanya Luna.

“Uhm, oke!”, jawab namja itu.

“Oiya, oppa!! Ini temanku, D.O. Tolong cutting rambutnya yaa..?!”, pinta Luna membuatku membulatkan kedua mataku.

“Oke! YeonHee-ya…..!!!”, teriak HeeChul memanggil karyawannya hingga seorang yeoja yang bernama YeonHee itu menghampirinya.

“Cutting rambut tuan ini ne?!”, perintah namja itu pada bawahannya.

“Baik, Bos Kim..”, jawab yeoja itu dan segera menyiapkan beberapa peralatan salon dan menghampiriku.

“Santai saja.. Salon ini sangat profesional..! Artis-artis saja sering kemari untuk mengupdate style’nya..!”, ujar Luna yang duduk di sampingku.

“YeonHee eonni.. Tipiskan bagian pinggirnya yaa..”, pinta Luna pada yeoja yang sedang mengservice rambutku.

“Luna-sshi..!! tak bisakah kau diam?!!”, seru namja yang sedang fokus pada rambut Luna.

-Other Place @same Time-

*EunBin POV*

“Kau suka shopping, oppa??”, tanyaku pada Key yang mengajakku ke mall.

“Itu hobiku.”, jawabnya enteng.

“Ayo kita kesana!!”, ajak Key menarik tanganku agar mengikuti langkahnya.

Langkah kami berhenti di sebuah butik. “Oppa.. Disini kan hanya menyediakan pakaian untuk yeoja, kau tidak bermaksud membelinya kan??! Oh, atau kau mau memberi hadiah untuk yeojachingu mu ya??!”, tanyaku pada Key yang sedang sibuk memilih-milih baju.

“Coba ini!!”, serunya sembari menyodorkan beberapa pakaian padaku. Aku pun mau tidak mau mencobanya ke kamar pas.

“Uhmm..  Aku bosan melihatmu memakai dress-dress selutut mu yang kuno itu selama ini! Jeans ini cocok juga untuk mu!!”, ujar Key mengamatiku.

“Eum.. Tapi jeans ini terlalu pendek bagiku..”, keluhku pelan.

“Hotpants sedang sangat trend sekarang ini! Kau ini!!!”, serunya menatapku tajam.

“Huuuh.. Baiklah, coba jeans ini!”, lanjutnya menyodorkan jeans panjang padaku.

“Sepertinya ini lebih baik, oppa..”, ujarku.

“Baiklah yang itu saja.. Kemejanya membuatmu nyaman kan??”, tanya Key. Dan aku mengangguk, lalu hendak kembali ke kamar pas untuk mengganti pakaianku. Namun Key mencegahnya. “Pakai saja! Tidak perlu ganti!!”, cergahnya.

“Tapi oppa…..”, gumamku namun ia sudah beranjak ke kasir.

“Gajiku bulan ini pasti belum cukup untuk mengganti uang oppa..”, gumamku meninggalkan butik itu.

“Itu gratis!”, sahutnya singkat.

“Mwo?! Jinjayo?! Wah,, Key oppa baik ya?! Gomawoyo!!”, ucapku senang. Lalu ia menghentikan langkahnya, dan menatapku. Ia juga membelai lembut rambutku yang ku biarkan terurai. Aku sedikit canggung karenanya.

“Kau benar-benar tidak modis, EunBin-ah!!”, ucapnya lalu menarik tanganku ke tempat aksesoris wanita.

“Kau akan semakin cantik memakai ini!”, ujar Key memakaikanku sebuah bando berbentuk pita berwarna pink. Setelah itu ia membeli beberapa pita, dan ikat rambut yang cantik untukku.

*Author POV*

“Kau lapar? Kita makan dulu disana yaa?!”, ajak Key pada EunBin.

Mereka sama-sama memesan friedchicken dan orange jus disana. Key makan dengan lahabnya. EunBin hanya tertawa kecil melihatnya.

“Oppa,, gomawoyo.. Aku tak menyangka Key oppa sebaik ini?!”, ucap EunBin tersenyum tulus.

“Aku tipe orang yang mengejutkan kan?!”, sahut Key tertawa.

“Kau yeoja, jadi kau harus pandai menata penampilanmu! Janji ne?!”, lanjut Key.

“Aku tipe yeoja yang simple..”, ujar EunBin.

“Ne. Arrasseo.”, singkat Key dingin dengan raut yang muram membuat EunBin merasa bersalah.

Namun Key malah tertawa melihat raut wajah EunBin yang menyesal. EunBin pun hanya mendengus kesal karena dipermainkan. Sekejap kemudian tawa Key berhenti, ketika matanya menangkap 2 orang yang baru saja datang dan memesan makanan. Pyaaaaar…. Tanpa sengaja Key menyenggol gelas jusnya hingga terjatuh ke lantai.

…TBC…

Don forget RCL~ RCL~ RCL~~

Komen yaa bwt ngCharge semangatQ, readersQ trCinta..😉

Gomawoyo^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s