FF >> What Is Love? :: (III) “Simple Love” 3/6

D.O

Simple Love part3

WHAT IS LOVE? [D.O ver.] :: Simple Love

Author       : Lee TaeRin [TarinWish]

Cast         :

  • EXO-K’s D.O as Do KyungSoo aka D.O
  • Park EunBi as Park EunBin
  • SHINee’s Key as Kim KiBum aka Key
  • f(x)’s Amber as Amber
  • f(x)’s Luna as Park SunYoung aka Luna

Rating       : PG-15

Genre        : Romance

*Author POV*

“Tak bisakah kau menyayangiku, atau menyukaiku sedikit saja..? Setidaknya saat itu kau tak mengatakan bahwa kau membenciku, oppa..!”, isak EunBin.

“Maka dari itu beri aku kesempatan..”, sahut KyungSoo lembut. Namun EunBin tak menanggapinya, ia hanya terdiam dalam pelukan KyungSoo, namja yang dulu membenci keberadaannya di dekat Ny.Park KyungBin.

*Ny.Park KyungBin POV*

“Sudah sangat lama, apa dia masih ada disini?? Apa dia tumbuh dengan baik??”, gumamku menatap panti asuhan dimana aku meninggalkan gadis angkatku nan malang Park EunBin.

Aku menemui pemilik yayasan, dan benar EunBin masih tinggal disini. Setelah itu aku menelusuri panti asuhan tersebut, walau perasaanku sakit menyesali tak mampu menjaga EunBin, dan malah membawanya ke tempat ini.

“KyungSoo….”, gumamku sedikit kaget melihat namja yang jelas ku kenal keluar dari sebuah ruangan bersama seorang yeoja yang digandengnya.

Aku hanya berdiri di tempat, menunggu langkah mereka yang pelan mendekatiku.

KyungSoo terkejut ketika melihatku ada di hadapannya. Aku menatapnya tajam penuh tanya, tanpa mempedulikan yeoja yang sedang ia gandeng.

“KyungSoo Oppa,, ada apa??”, tanya yeoja itu membuat perhatianku beralih padanya.

“Park EunBin….?”, tanyaku lirih mengenali yeoja itu.

“Ne..?”, sahutnya.

“EunBin-ah…”, ucapku mulai berkaca-kaca. Tapi kenapa ia tak merespon dan ia terlihat bingung, apa dia marah padaku, apa dia sudah melupakanku? Pandangannya, kenapa pandangannya tak tepat ke arahku?

“EunBin-ah,, Ini umma..”, ujar KyungSoo. Ku lihat ia sontak melepas gandengannya dari lengan KyungSoo.

“Park Ajumma….”, lirihnya meneteskan air matanya. Aku segera memeluknya erat.

“Kenapa kau memanggilku ajumma??! Umma! Panggil aku Umma!! Kenapa?! Apa aku tak pantas lagi kau sebut umma???!”, tanyaku terisak.

Ia menggelengkan kepalanya dalam pelukanku. “Aku, yeoja tidak berguna ini tak pantas menyebutmu sebagai ummaku.. Kau terlalu baik.”, ujarnya.

Aku melepas pelukanku dan memegangi kedua pipinya dan menatapnya dalam. “Kau tak ingin menatap umma??”, tanyaku.

“Umma… Mianhe…”, ucapnya malah menundukkan kepalanya dariku. “Waeyo..??”, tanyaku heran.

“Buta, EunBin mengalami kebutaan kornea, umma..”, ujar KyungSoo angkat bicara.

“Mwo?!”, kejutku mendengarnya.

*Author POV*

Ny.Park KyungBin dan EunBin duduk di bangku taman panti asuhan. Sedangkan KyungSoo asyik bermain dengan YeEun dan kawan-kawan di dekat  mereka.

“Maukah kau kembali? Tinggallah bersama umma lagi..”, pinta Ny.Park pada EunBin.

“Tidak. Selain itu akan menyusahkan umma, aku tak ingin meninggalkan Park YeEun disini, dia sudah seperti adik kandungku sendiri.”, jawab EunBin lembut.

“Umma mengerti. Kau tumbuh menjadi yeoja yang cantik seperti dugaan umma..”, ungkap Ny.Park sambil membelai lembut kepala EunBin penuh kasih sayang.

“Jinjayo?? Aku bukan tipe yeoja yang suka berdandan, sederhana saja..”, ucap EunBin sembari menyenderkan kepalanya di bahu Ny.Park.

“Apa amnesia mu sudah sembuh?”, tanya Ny.Park hati-hati.

“Belum. Mungkin keluarga kandungku memang tak menginginkanku, tak ada satupun yang mencariku.”, jawab EunBin.

-Next a Week-

*Author POV*

Do KyungSoo mengajak EunBin dan YeEun ke restaurant tempat kerjanya yang masih sepi pengunjung. “YeEun-ah, EunBin-ah, kalian duduk dan tunggu disini, ne?! Aku akan memasakkan hidangan paling spesial dulu untuk kalian!”, ujar KyungSoo meninggalkan mereka.

“YeEun-ah, maukah mengantar eonni ke toilet??”, pinta EunBin.

“Mwo? Ne, kajja, eonni!”, ajak YeEun menuntun EunBin menuju toilet.

Bruuuuk… Tanpa sengaja EunBin menabrak seorang namja berpakaian koki yang sedang membawa segelas jus.

“Ah, mianhamnida, tuan koki…”, ucap YeEun menyesal karena tak menuntun EunBin dengan baik.

Koki tersebut mulai menunjukkan wajah kesalnya, “Lihat!! Seragam koki ku yang putih bersih ini jadi bernoda!!!! Apa kau buta??!!!!!”, teriak koki tersebut karena seragamnya yang terkena tumpahan jus yang dibawanya.

“Aku memang buta. Mianhamnida, Tuan…”, ucap EunBin membungkukkan diri penuh sesal. Mendengarnya membuat perasaan koki tersebut tercekat.

“Key sunbaenim, ada apa??”, tanya KyungSoo muncul dari dapur dengan nampan yang berisi beberapa hidangan khas Korea. Namun namja itu tak bergeming, ia malah pergi begitu saja.

“Key sunbaenim, aku izin sebentar ne? Aku harus mengantarkan mereka berdua pulang. Aku akan segera kembali.”, ujar KyungSoo di ruang ganti.

“Yeoja itu.. Apa dia benar-benar buta??”, tanya Key.

“Uhmm.. Ne.”, jawab KyungSoo pelan.

“Sayang sekali.. Dia cantik, tapi dandanannya tidak cantik, sangat biasa, kuno!”, ungkap Key dengan tatapan kosong sembari mengancingkan seragam kokinya yang baru.

“Mwo??! Ah, sunbaenim!! Kau ini seorang koki atau seorang pengamat fashion siih??!”, keluh KyungSoo mendengar ucapan Key.

“Dua-duanya.”, ketus Key.

 

*Author POV*

Setelah mengantar EunBin dan YeEun kembali ke panti asuhan, KyungSoo segera kembali ke tempat kerjanya. Namun di jalan ia mendapat sebuah telpon dari nomor yang tak ia kenal.

010xxx calling

“Yoboseyo..”

“……”

“Mwo??!”

“…….”

“Ne. Aku akan segera kesana!”

-Seoul Hospital-

*D.O POV*

Aku segera menelusuri lorong-lorong rumah sakit menuju ruang dimana ummaku dirawat. Ku lihat namja yang menelfonku tadi, Oh SeHun, adik kelasku Seoul Gangnam-gu High School.

“SeHun-i, apa yang terjadi??”, tanyaku cemas.

“D.O Hyung.. Tadi tiba-tiba Park ajjumma pingsan di kantin, lalu aku segera membawanya kesini. Aku cemas, akhir-akhir ini ia terlihat pucat dan cepat lelah. Oiya, hyung harus segera menemui Dr.Han. Aku pamit dulu..”, terang SeHun.

“Ne. Gomawoyo..”, ucapku.

“Mwo..??! Ah, tidak!”, kejutku mendengar penjelasan Dr.Han tentang kondisi ummaku.

“Sudah saya duga, Ny.Park menyembunyikan hal ini dari Anda. Kondisinya jantungnya sungguh memburuk. Akan lebih baik jika beliau segera dioperasi pembengkakkan jantung, sebelum jantungnya pecah dan menimbulkan pendarahan dalam tubuh. Namun resiko kegagalan operasi ini pun sangat besar, mengingat kondisinya sudah parah.”, terang Dr.Han yang menanganinya.

“Tolong, Lakukan apapun, Dok.. Asal Umma ku bisa sembuh..”, pintaku.

“Umma…”, lirihku memasuki kamar pasiennya.

“KyungSoo… Umma baik-baik saja. Umma ingin pulang!”, ucapnya langsung.

“Kenapa umma menyembunyikannya dariku??! Wae?! Umma harus segera dioperasi!!”, seruku berlinang air mata.

“Shirreo!!! Biarkan umma seperti ini!!”, jawabnya.

“Wae?? Umma tidak ingin sembuh?? Masalah biaya? Umma tidak perlu khawatir! Aku akan berusaha mendapatkannya..! Pasti!!”, ujarku.

“Operasi hanya akan membuat kondisi umma semakin menyedihkan! Jangan menyiakan banyak uang hanya untuk hal yang belum tentu ada hasilnya!! Umma akan baik-baik saja! Kalaupun tenggang waktu umma hidup di dunia ini akan segera habis, umma tidak akan menyesali apapun! Asal sebelum umma benar-benar pergi nanti, kau mau berjanji pada umma…”, terangnya yang membuat perasaanku semakin tersayat.

“Apa??”, tanyaku pelan menatapnya sendu.

    

*Still D.O POV*

Aku kembali ke Hanfoodcious  dengan lesu meninggalkan umma di rumah sakit.

Memikirkan ucapan umma di  rumah sakit tadi membuatku tak fokus mengiris wortel, “Awww!!”, rintihku tergores pisau.

“Hiks…Hiks… Perih….”, isakku mulai menangis sembari menatap jariku yang terluka.

Key Hyung menatapku aneh, “Omo… Kau menangis?? Hey! Kau sudah 20tahun..!!! Luka begitu saja membuatmu menangis..??! Memalukan sekali!!”, serunya mendekatiku lalu menekan jariku yang terluka itu, hingga darah yang keluar semakin banyak.

Tangisku semakin keras, “Hyung…. Apa yang harus ku lakukan????!”, isakku frustasi. Bukan hanya karena lukaku yang perih ini ,namun umma ku yang sakit.

“Ya obati lukamu ,babo!!”, jawab Key enteng tanpa tahu apa yang sebenarnya KyungSoo rasakan.

-Next Day-

*Author POV*

KyungSoo ke rumah sakit untuk menyelesaikan adminitrasi. Selain itu ia dan Ny.Park berunding dengan Dr.Han dan melakukan kesepakatan.

“Baiklah.. Hal ini akan sangat membantu. Tolong Anda tanda tangani surat ini dulu..”, ujar Dr.Han menyodorkan beberapa lembar kertas pada KyungSoo dan Ny.Park.

“Umma….”, lirih KyungSoo menatap sendu umma di sampingnya.

“Cepat tanda tangani!”, pinta umma meyakinkan anaknya. Dengan ragu KyungSoo menuruti permintaan umma nya.

“Gamsahamnida.. Semoga operasi transplantasi nanti berjalan dengan lancar dan berhasil. Keberhasilan operasi ini 80-90%. Kami akan melakukan yang terbaik.”, ucap Dr.Han sembari menjabat tangan Ny.Park dan KyungSoo.

-Hanfoodcious Restaurant-

*Author POV*

“Aiiiisssh!!! Do KyungSoo..!!! Kenapa akhir-akhir ini dia sering izin?! Sungguh menyusahkan!!!”, keluh Key di dapur meratapi daftar pesanan makanan.

“KyungSoo sedang di rumah sakit. Jangan banyak mengeluh!! Cepat kerjakan tugasmu, Kim KiBum…!!”, seru RyeoWook si pemilik Hanfoodcious.

“Bos Kim…”, seru seorang pelayan menghampiri Kim RyeoWook dan Kim KiBum yang sedang sibuk membubui masakannya.

“Wae?”, sahut RyeoWook.

“Ada seorang yeoja yang mencari KiBum-sshi..”, ujar pelayan itu.

“Bilang saja dia sedang sibuk kerja, tidak bisa diganggu!”, jawab RyeoWook.

“Aku sudah mengatakannya, Bos. Tapi katanya ia sangat ingin menemui KiBum-sshi..”, terangnya.

“Aiiiiisssh!! Memangnya dia siapa?”, tanya Key bernada kesal.

“Mana ku tahu! Makanya temui dia!!”, seru pelayan itu.

“Temui dia sekarang! Biar aku yang melanjutkan tugasmu!”, perintah RyeoWook merebut posisi Key.

Key keluar dari dapur dan mencari-cari yeoja yang ingin menemuinya. “Key…”, panggil yeoja itu.

“Jung Yong…”, gumam Key menatap yeoja yang ada di hadapannya.

“Jangan memanggilku Jung YongJoo! Kau tahu kan, aku membenci itu! NICOLE, Call me Nicole Jung!”, ujar yeoja yang bernama YongJoo itu.

“Ada perlu apa kau menemuiku, Nicole-sshi?”, tanya Key dingin.

“Untuk mengobati rasa rinduku. Kau tak merindukanku?”, jawab Nicole.

“Kita bukan pasangan yang sudah lama tidak bertemu kan?!”, sahut Key enteng.

“Kau benar-benar sudah berubah, Key.”, ungkap Nicole menantapnya sedih. “Apa karena yeodongsaeng ku?? Tahu begini dulu aku tak mengenalkannya padamu!! Jung YongEun akan menikah dengan namja lain!! Apa kau tidak tahu itu?!!”, lanjutnya menyentak.

“Aku tahu!! Pergilah! Mood ku semakin buruk melihatmu!”, pinta Key dingin dan beranjak meninggalkan Nicole.

-ontheWay @07.00 PM-

*Author POV*

“Saat malam hari kota Seoul sangat indah ya?”, gumam Ny.Park memandang kagum lampu-lampu yang menghiasi Seoul dari jendela bus.

“Umma ini seperti nenek tua dari desa terpencil saja?!”, cibir KyungSoo yang duduk di sampingnya.

“Hei!! Kau bilang apa?? Nenek tua?! Enak saja!! Umma ini awet muda!”, bangga Ny.Park.

“Hahaha.. iya benar! Awet mudanya umma juga menurun padaku!”, sahut KyungSoo tertawa.

“Mulai besok umma akan menutup D.Onut canteen.”, ujar Ny.Park.

“Itu bagus. Umma harus banyak istirahat!” sahut KyungSoo tersenyum lembut pada ummanya.

-2 days later-

*Author POV*

“KyungSoo oppa,, kau mau membawaku kemana??”, tanya EunBin pada KyungSoo dalam perjalanan. Namun KyungSoo tak bergeming pandangannya kosong.

Ciiiiiit.. Bus yang ditumpangi KyungSoo dan EunBin mengRem mendadak. Duuuk.. “Aww!!”, rintih EunBin kesakitan karena keningnya terbentur kursi penumpang di depannya. Mendengar rintihan EunBin, KyungSoo segera mengusa-usap keningnya dan menatap EunBin cemas.

“Aah, tidak apa..”, ujar EunBin. “Oiya,, kau belum menjawab pertanyaanku, oppa..”, lanjutnya membuat KyungSoo menatapnya sendu tanpa menjawabnya.

“EunBin-ah, apa kau merasa menjadi seseorang yang menyedihkan?”, tanya KyungSoo.

“Akan lebih baik jika aku sudah buta sejak lahir, mungkin aku tak akan semenyedihkan ini. Setidaknya aku tak mengetahui apapun. Bayangkan! Kau yang biasanya dapat melihat keindahan sekitar, terkagum-kagum pada pemandangan tersebut, namun tiba-tiba pemandangan itu hilang sekejap. Gelap, gelap sekali!”, terang EunBin dengan tatapan kosong.

“Oppa, yang ku tahu 6 tahun yang lalu kau sangat tampan! Apa sekarang kau masih juga tampan??”, tanya EunBin tersenyum.

“Haha.. Tentu! Aku bukan saja masih tampan, tapi semakin tampan!!”, jawab KyungSoo bangga sembari meraih tangan kanan EunBin dan menuntunnya ke pipi kirinya.

“Aku tahu, kau pasti lebih tampan dari yang ku bayangkan..”, jawab EunBin tersenyum lembut.

KyungSoo menggandeng tangan EunBin dengan erat, langkah mereka pun tak terburu-buru. EunBin mengendus-endus aroma di sekitarnya, aroma yang begitu khas yang pasti sangat dikenali oleh banyak orang.

“Rumah Sakit??”, gumam EunBin. “Ne.”, singkat KyungSoo.

“Untuk apa kita kemari?? Siapa yang sakit? Bukan umma kan??”, tanya EunBin.

“Ikuti saja langkah ku..”, pinta KyungSoo masih menggandeng erat lengan EunBin.

“Nona Park EunBin.. Baiklah mari kita mulai pemeriksaannya..”, ujar Dr.Han dan EunBin menurutinya walau dalam benaknya ia masih bingung.

Setelah pemeriksaan pun EunBin belum mendapat jawaban dari KyungSoo yang sedari tadi tidak banyak bicara.

“Kau pasti ingin penglihatan mu normal kembali. Jadi kau harus menuruti apapun perintahku dan perintah dokter, ne?!”, ujar KyungSoo mengantar EunBin ke kamar pasien. EunBin ingin bertanya tapi ia hanya mengangguk menurutinya.

-Next Day-

*Author PoV*

“Umma……”, isak KyungSoo mengikuti ranjang pasien yang didorong oleh beberapa perawat rumah sakit menuju ruang UGD.

Wajah pasien yang terbaring di ranjang tersebut begitu pucat, nafasnya pun tersengal. KyungSoo menggenggam tangan Ny.Park yang mendingin, “Apa inilah waktunya?? Aku mohon, jangan sekarang..”, gumam KyungSoo menatap penuh harap.

Ketika sampai di depan UGD, KyungSoo melepas genggamannya, karena ia dilarang ikut masuk. Tangan Ny.Park jatuh begitu saja dari genggaman KyungSoo, lemas, seperti sudah tak bertenaga lagi.

“Nona EunBin, sudah waktunya Anda ke ruang operasi sekarang..”, ujar seorang perawat sembari menuntun EunBin ke kursi roda.

Operasi transplantasi kornea berjalan dengan lancar. EunBin masih tertidur dalam pengaruh obat bius. Sedangkan KyungSoo terpaksa tak menunggui EunBin di rumah sakit ,karena mengurusi pemakaman umma’nya.

-3 days Later @Hospital-

*Author POV*

“Nona EunBin.. Sekarang perban di mata Anda bisa dibuka..”, ujar perawat mulai melepaskan perban di kedua mata EunBin.

Setelah dibuka EunBin enggan segera membuka kedua matanya, dia terlalu takut.

“EunBin-ah, buka kedua matamu..”, pinta KyungSoo lembut.

Perlahan EunBin membuka kedua matanya. “Oppa…”, lirihnya memandang KyungSoo.

..To Be Continued..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s