FF >> What Is Love? :: (III) “Simple Love” 2/6

D.O ,Luna ,Key, EunBi

Simple Love part2

WHAT IS LOVE? [D.O ver.] :: Simple Love

Author       : Lee TaeRin [TarinWish]

Cast         :

  • EXO-K’s D.O as Do KyungSoo aka D.O
  • Park EunBi as Park EunBin
  • SHINee’s Key as Kim KiBum aka Key
  • f(x)’s Amber as Amber
  • f(x)’s Luna as Park SunYoung aka Luna

Rating       : PG-15

Genre        : Romance

 

 

-Hanfoodcious Restaurant-

*Author POV*

“Aiiiiish!! Kau i..ni…!”, kesal yeoja tersebut namun terputus ketika memandang namja di hadapannya dengan tatapan terpana.

Yeoja itu terus menatap KyungSoo dengan tatapan kagum, KyungSoo pun merasa aneh.

“Nona…. Mianhamnida…”, ujar KyungSoo membuyarkan lamunan yeoja itu.

“Oh!! Ya Tuhan…!!! Kau tampan sekali….!!!”, seru yeoja itu semangat.

“Mwo?? Aku???!”, kejut KyungSoo membulatkan kedua matanya.

“Park SunYoung imnida…!!! Kau??”, ujar yeoja itu tersenyum semangat sambil menjabat tangan kanan KyungSoo.

“Ehmm.. Do KyungSoo imnida..”, jawab KyungSoo canggung.

“SunYoung-i,, ayo pulang!”, ajak temannya yang baru saja membayar tagihan(?) makanan.

“Amber-ya,, kenalkan dia Do KyungSoo.. Dia tampan kan?!!”, ujar SunYoung semangat.

“SunYoung-i…. Kau ini memalukan sekali..!!”, gerutu Amber pada SunYoung.

“Hehehe.. Mianhamnida, KyungSoo-sshi.. Dia ini memang sedikit berlebihan..”, ujar Amber memaksakan senyumannya menutup malu.

“Oh! Gwaenchanayo.. Yeojachingumu terlihat sangat ceria dan mudah bergaul.. SunYoung-sshi,, namja ini juga tampan. Kau beruntung berkencan dengannya.”, balas KyungSoo ramah.

“Mwo..??! Aku yeojachingu’nya..??! Wahahahaha..”, tawa SunYoung terbahak-bahak membuat KyungSoo menatap mereka innoncent.

“Aku ini yeoja..”, sahut Amber bernada dingin.

“Mwo..??!”, kejut KyungSoo memandang Amber dari bawah sampai ke atas. “hehehe.. Mianhamnida..”, ucapnya.

“No problem! SunYoung-i, ayo pulang!!”, ujar Amber menyeret SunYoung untuk meninggalkan restaurant itu.

“KyungSoo-sshi… Ingat aku yaa..!! Agar mudah diingat Kau bisa memanggilku Luna saja…!! LUNA…!”, seru SunYoung dari kejauhan sambil melambaikan tangannya. KyungSoo hanya tertawa kecil melihat yeoja itu.

-SunYoung’s Car-

“Aiiisssh!!! Kau ini memalukan sekali..!!!”, kesal Amber pada SunYoung yang duduk di kursi kemudi.

“Amber-ya.. Inilah namanya Love at first sight!! Kau lihat matanya itu kan..??! Matanya bulat, dan tatapannya.. uuuh,, sungguh tampan!!”, puji SunYoung dengan mata yang berbinar-binar.

“Kau ini..!! Dia bahkan tak setampan Choi MinHo hyung!! Bertemu namja seperti itu saja sudah membuatmu seperti orang gila..!! Kau ini yeoja!! Jaga imej sedikit!!”, kesal Amber mendengar ocehan temannya itu.

“Aiiish!! Kau ini memang yeoja tidak normal!!”, ejek SunYoung.

“Mwo??!!! Aiiissh,, sudahlah!! Cepat starter mobilnya!! Antar aku ke dorm!!! Aku harus latihan!!!”, kesal Amber.

“Tapi aku boleh nonton latihanmu yaa…??! Aku ingin melihat kharisma MinHo oppa, SungMin oppa, ChangMin oppa, dan ChanYeol, ne??!”, pinta SunYoung manja.

“Omona!! Kau bahkan masih sempat-sempatnya ingin menggoda mereka?!! Tidak ku izinkan!!!”, tolak Amber. SunYoung mendengus kesal dan segera meluncurkan(?) mobilnya menuju dorm exonee band.

-HanfoodCious’s Kitchen-

*Author POV*

Do KyungSoo sudah rapi dengan seragam koki’nya, dan segera menuju dapur. Dilihatnya Sunbaenimnya sedang memukul dan membanting-banting adonan tepungnya dengan penuh emosi di meja dapur.

“Key Hyung… Kau baik-baik saja..??”, tanya KyungSoo yang merasa aneh melihat sunbaenimnya tak seperti biasanya.

Braakk… Key membanting keras adonannya, hingga mejanya bergetar. “Wae??! Wae??! Yeoja itu!! Bagaimana bisa dia akan menikah dengan namja lain..??!!”, seru Key penuh emosi membuat Do KyungSoo melotot ketakutan.

Key mendekati KyungSoo dan mencengkram kuat kedua bahu, “Dia.. Dia akan menikah dengan dino namja!!! Apa ini adil untukku..??!!”, rajuk Key bernada tinggi. KyungSoo berusaha menelan ludahnya, ia merasa merinding dengan tatapan Key yang membunuh.

“Kim KiBum!! Do KyungSoo!! Apa yang kalian lakukan..?! Cepat kerjakan tugas kalian!!”, teriak seorang namja dari ambang pintu dapur.

“Ah! Siap, RyeoWook hyung..!”, sahut Key penuh senyum. Membuat KyungSoo memandangnya heran.

“Bagaimana bisa rautnya yang suram tadi langsung berubah drastis begini?”, batin KyungSoo.

“Forget it! Let’s cooking! Cooking!”, seru Key semangat.

“Hyung.. Kau benar-benar aneh!”, gumam KyungSoo.

-@ 9.00 PM-

*D.O POV*

“Umma, Aku pulang….”, teriakku di ambang pintu rumah, namun tak ada jawaban. Aku celingukan di  dalam rumah mencari keberadan umma.

Dreeeeg… Aku membuka pintu geret(?) tradisional kamar umma ku, dan benar ia ada disana. Tapi ku lihat ia sedikit terkejut melihat kedatanganku, dan menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya.

“Oh, kau sudah pulang.. Kenapa umma tidak dengar yaa??”, ujarnya.

“Aku bahkan berteriak..”, sahutku sembari duduk di dekatnya.

“Umma habis menangis yaa??”, tanyaku.

“Mwo??! Aniya!”, jawabnya mantab.

“Mata umma tak bisa berbohong..”, ujarku.

“Umma,, umma lelah?? Bagaimana kantin di sekolah tadi?? Ramai kah?? Aku ingin sekali membantu umma disana lagi..”, sambungku sambil memijat-mijat lengan ummaku.

“Uhmm,, tentu! Tapi tadi ada siswa yang sukarela membantu umma, adik kelasmu, Oh SeHun..”, jawabnya.

“SeHun?? Owh.. Sekarang dia sudah naik kelas 3 kan?? Seharusnya dia sibuk belajar, baik sekali menyempatkan diri untuk membantu umma..”, ujarku.

“Iyaa,, dia pemuda yang baik.”, puji umma pada hoobae ku yang bernama SeHun itu.

“Tapi tidak lebih baik dariku..!”, ucapku cemberut.

“Umma…. Apa kau masih mengingat-ingat Park EunBin..??”, tanyaku tiba-tiba membuat umma ku menatapku serius.

“Tentu! Perasaan umma saja masih menyayanginya walau hanya 2 tahun kita bersama!”, jawab umma sembari menatapku dengan tatapan menyelidik.

“Ah, aku hanya teringat padanya! Aku menyesal menyiakannya dulu..”, ujarku menutupi hal yang sebenarnya ingin ku ungkapkan padanya.

“Kau bertemu dengannya??”, tebak ummaku menyelidik.

“Mwo???! Uhmm,, aku kan sibuk bekerja di restaurant mana ada waktu berkeliaran dan bertemu dengannya..”, dustaku membuat raut wajah ummaku itu lesu dan menyesal.

 

*Author POV*

Keesokan harinya aku mengunjungi panti asuhan lagi untuk bertemu Park EunBin, entahlah yeoja yang dulu kubenci sekarang membuat perasaanku ingin selalu bertemu denganya.

“Park YeEun..!!”, panggilku pada gadis kecil yang sedang berlari-lari di taman panti.

“D.O oppa..!!”, balasnya menghampiriku.

“YeEun-ah,, dimana Park EunBin??”, tanyaku to the point padanya.

“EunBin eonni?? Sepertinya dia ada di ruang musik sebelah sana, Oppa..”, jawabnya sambil menunjuk tempat yang ia maksud.

“Aku ingin menemuinya boleh kan??”, tanyaku penuh harap.

“Tentu!”, jawabnya tersenyum manis padaku.

Suara dentingan piano terdengar jelas oleh KyungSoo di luar ruangan itu. KyungSoo memasuki ruangan itu dengan langkah pelan, ruangan yang tak begitu luas.

“Park EunBin….”, lirih KyungSoo menatap sendu EunBin.

“Nuguya…???”, tanya EunBin mendengar suara langkah kaki mendekatinya.

KyungSoo duduk di samping EunBin, “Namja jahat.”, jawabnya singkat.

“Suaramu.. Do KyungSoo..?”, lirih EunBin ragu.

“Kau suka main piano?? Aku tidak tahu kalau kau bisa main piano.. Sejak kapan?”, ucap KyungSoo tanpa menghiraukan pertanyaan EunBin.

“Entahlah..”, sahut EunBin bernada dingin lalu beranjak dari duduknya meninggalkan KyungSoo yang terduduk di depan piano tua itu.

Jemari Do KyungSoo mulai memainkan piano tersebut dan bernyanyi, hingga membuat langkah EunBin berhenti.

=MusicON>> Angel [EXO-K, last teaser]

Eodideun cheongugilteni

Semuanya akan menjadi surga

Machi amugeotdo moreuneun airo geureoke

Dashi taeeonan sungan gachi

Aku seperti terlahir kembali sebagai seorang anak yang tak tahu apa-apa

Kupikir semua ini mimpi, jadi aku menutup mata dan membukanya lagi

Eden geu gose bareul deurin taechoui geu cheoreom maeil

Neo hanaman hyanghamyeo maeumeuro mideumyeo

Sama seperti orang yang pertama menginjak taman Eden

Setiap hari, aku hanya akan mengunjungimu dan mempercayaimu sepenuh hatiku

Aju jageun geoshirado neol himdeulge haji motage

Hangsang jikigo shipeo i’m eternally love~

Walaupun hal ini merupakan sesuatu yang sepele, Aku ingin selalu melindungimu

Jadi kau takkan pernah merasa menderita, Aku selalu mencintaimu

Do KyungSoo menghentikan permainannya dan beranjak dari duduknya dan menghampiri EunBin yang sedang berdiri terpaku di  tengah ruangan.

KyungSoo berdiri tepat di hadapan EunBin. “Mianhe,, EunBin-ah… Aku sungguh menyesalinya.. Maukah kau memberiku kesempatan??”, ucap KyungSoo setulus hati sembari membelai rambut EunBin dengan lembut.

“Kau merasa kasihan padaku karena keadaanku semakin menderita seperti ini..??”, tanya EunBin dengan tatapan kosongnya.

“Tidak. Sebenarnya sudah lama aku menyadari dan menyesalinya, tapi aku tak punya nyali untuk menemuimu..”, ungkap KyungSoo penuh sesal.

 

^flashbackON^

-6 years a go-

*Author POV*

Hawa malam hari sangat dingin, belum lagi hujan deras yang mengguyur kota Seoul, menambah suhu udara di kota Seoul saat itu semakin dingin. Siapapun yang terjebak hujan berjam-jam bisa saja ia mati menggigil.

Yeoja sekitar 14tahunan meringkuk kedinginan di halte bus yang sepi. Tubuhnya basah kuyub dan menggigil, wajahnya pun terlihat pucat. Tak hanya itu, banyak luka lecet dan lebam di sekujur tubuhnya.

Tak ada seorang pun yang mendengar isakannya, karena suaranya tak lebih keras dari suara derasnya hujan. “Umma.. Appa….”, isak yeoja itu dalam tangisannya.

“Ya Tuhan…”, kejut seorang yeoja sekitar 34 tahun berjas hujan menghampirinya.

“Omona.. Kau bisa mati kedinginan, Nak..!”, seru yeoja berjas hujan itu sembari merangkulnya.

“Umma….”, lirih yeoja itu menatap sayu yeoja yang sedang merangkulnya. Buuk.. Yeoja itu pingsan di pelukannya.

“KyungSoo-ya, sepertinya malam ini umma tidak pulang.. Jaga dirimu baik-baik di rumah yaa..”, ujar yeoja itu dalam telpon.

“…..”

“Umma sedang mengantar seseorang ke rumah sakit.”

“……”

“Uhmm,, umma akan menceritakannya besok. Sudah yaa,, segeralah tidur besok sekolah, ne?! Jaljayo..”

“Ny.Park KyungBin..”, panggil seorang perawat yang menangani yeoja itu.

“Ne.. Bagaimana keadaannya??”, tanya Ny.Park pada perawat tersebut.

“Dia hanya demam. Dokter sudah menanganinya. Apa Anda walinya? Sebelumnya kami minta data lengkap pasien terlebih dahulu untuk memeriksa kondisi pasien lebih lanjut..”, terang perawat tersebut.

“Sebenarnya saya bukan kerabatnya. Aku bahkan belum mengenalnya, suster. Aku juga tidak tahu dimana keluarganya. Tapi aku bersedia menjadi walinya.”, terang Ny.Park.

“Anda bisa membicarakan masalah ini pada dokter kami nanti. Sebaiknya Anda menemui pasien terlebih dahulu.”, ujar suster itu dengan sopan.

“Baiklah, terima kasih, suster.”, ucap Ny.Park. “Cheonmanaeyo..”, balas suster tersebut ramah.

“Euuungh..”, yeoja itu mulai sadar dari pingsannya. Ny.Park tersenyum melihatnya. Gadis itu mengerjapkan kedua matanya.

“Aku ada dimana..??”, lirih gadis itu sambil berusaha mendudukan dirinya.

“Jangan banyak bergerak dulu.. Kau ada di rumah sakit. Ajumma melihatmu kehujanan di halte. Bagaimana bisa wajahmu lebam seperti ini..??! Oiya, perkenalkan nama ajumma Park KyungBin. Siapa namamu??”, ujar Ny.Park sembari membelai lembut pipi gadis itu.

“Aku…. Aku…”, gumam gadis itu. Wajahnya terlihat panik dan berpikir keras. Ny.Park menatapnya seksama menunggu jawabannya.

Gadis itu menggelengkan kepalanya, “Aku.. Margaku Park..?! Iya, Park… Park… Aaaargh!!! Aku tidak ingat..”, gumam gadis itu frustasi sembari memegangi kepalanya.

“Mwo..?!”, heran Ny.Park. Gadis itu mulai menangis ketakutan. Sontak membuat Ny.Park khawatir.

“Gwaenchana..”, Ny.Park berusaha menenangkan gadis itu dengan pelukan hangatnya.

“Umma..??”, lirih gadis itu di sela-sela pelukan hangatnya.

“Amnesia disosiatif. Sepertinya ia baru saja mengalami kekerasan fisik. Pasien ini mengalami trauma dan stres berat, sehingga menimbulkan ketidakmampuan mengingat informasi pribadinya yang penting atau identitasnya buram.”, jelas Dokter yang menangani gadis itu.

“Lalu?”, tanya Ny.Park meminta penjelasan lebih lanjut dari dokter.

“Ini bisa diobati melalui cara pendekatan pada pasien. Namun, lebih baik saya sarankan, Anda selalu berada di sisinya untuk mengatasi trauma dan depresinya. Walau Anda bukan kerabatnya, tapi Anda lah yang pertama kali menolongnya.”, jelas Dokter itu. Ny.Park hanya mengangguk mengerti.

“Tapi bukankah Anda baru mengenalnya, apa tak keberatan Anda menjadi walinya mulai sekarang??”, tanya dokter itu memastikan.

“Anak itu sepertinya tidak punya tujuan, keluarganya juga tak diketahui. Sudah sejak lama aku ingin memiliki anak perempuan, aku akan mengangkatnya sebagai anakku.”, jawab Ny.Park sembari tersenyum tulus.

Ny.Park menghampiri gadis yang sedang berbaring di kasur pasien. “Umma, aku tidak suka di tempat ini. Aku ingin pulang..”, lirih gadis itu.

Ny.Park tersenyum lembut padanya, “Ne. Besok kita pulang..”, jawabnya.

“Eumm,, Aku akan memanggilmu Park EunBin. Kau tak keberatan kan..??”, tanya Ny.Park sedikit ragu-ragu.

“Park Eun Bin….”, Gadis itu tersenyum mendengarnya, dan mengangguk semangat.

-Next day-

“Rumah umma tidak terlalu besar, tapi setidaknya cukup untuk ditinggali 3 orang.”, ujar Ny.Park menuntun EunBin masuk ke dalam rumahnya.

“3 orang…??”, tanya EunBin penasaran.

“Do KyungSoo, anak umma juga. Dia seumuran denganmu.”, jawab Ny.Park.

“Umma hanya punya 2 kamar, jadi kau akan tidur bersama umma, ne?!”, lanjutnya.

“Jinjayo?? Aku lebih senang tidur bersama umma..”, balas EunBin tersenyum semangat.

“Aku pulang…..”, seru Do KyungSoo dari ambang pintu.

“Umma….! Kenapa baru pulang..?! Omona!! Siapa gadis ini..???”, kejut KyungSoo melihat umma dan gadis asing sedang makan di meja dekat televisi.

“Mianhe, jagiya.. Dia Park EunBin. EunBin-ah, namja tampan ini Do KyungSoo. Kau bisa memanggilnya.. Uhmm,, KyungSoo oppa ,ne?!”, ujar Ny.Park.

“Mwo??! Aku sungguh tak mengerti!! Umma, sebenarnya apa yang terjadi??”, tanya KyungSoo penasaran. Namun ummanya tak menjawabnya, hanya mengedipkan mata padanya, mengisyaratkan agar KyungSoo diam dan ia akan menceritakannya nanti.

“Mwo??!! Aku tidak setuju!!! Umma, hidup kita bahkan tak ada lebihnya, tapi mau menampung gadis asing itu hidup bersama kita..??! Shireo!!”, seru KyungSoo setelah mendengar penjelasan dari umma’nya.

“Do KyungSoo, pelankan suaramu!!”, bisik Ny.Park dengan nada membentak.

“Pokoknya umma tidak peduli! Umma sudah memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak umma!! Sudah lama umma memimpikan anak perempuan. Lagipula Park EunBin itu sangat manis!”, lanjutnya.

“Mwo??!! Yeoja berwajah penuh luka itu apanya yang manis..??!”, cibir KyungSoo.

“Hmm,, Umma jamin saat luka-luka di wajahnya itu sudah sembuh. Dia akan bersinar di mata mu! Umma yakin dia akan tumbuh menjadi yeoja yang semakin hari semakin cantik, lembut, dan baik hati..!”, puji Ny.Park membuat KyungSoo mendengus kesal.

“EunBin-ah,, aku lapar. Masakkan sesuatu untukku!”, pinta KyungSoo bernada dingin.

“Uhmm.. Oppa, aku tidak bisa memasak…”, sesal EunBin.

“Mwo??! Kau ini yeoja, kau tidak bisa memasak???!!!”, sentak KyungSoo.

“Mianhe.. Tapi aku bisa menanak nasi!”, ujar EunBin tersenyum semangat.

“Apa aku hanya akan makan nasi tanpa lauk?!! Yeoja tak berguna!!!”, bentak KyungSoo.

Yeoja tak berguna! Yeoja tak berguna! Kata-kata itu terdengar sakit di telinga EunBin, dan wajahnya langsung berubah mendengarnya, raut yang ketakutan. Ia meringkuk ke lantai dan air matanya mengalir deras.

“Tolong jangan pukul aku! Aku mohon.. Beri aku kesempatan.. Maafkan aku..”, isak EunBin ketakutan sambil menutup kedua telinganya. Do KyungSoo mengurutkan keningnya melihat EunBin seperti itu.

“Do KyungSoo..!! Apa yang kau lakukan padanya??!”, sentak Ny.Park sembari memeluk erat EunBin.

“Aku tak melakukan apapun! Aku bahkan tak menyentuhnya! Dia saja yang berlebihan!! Cari perhatian!!”, sahut KyungSoo sinis.

“Umma sudah bilang, dia punya trauma!”, ujar Ny.Park menatap KyungSoo tajam.

-next 2 years-

Di hari libur yang cerah Ny.Park KyungBin mengajak Do KyungSoo dan Pak EunBin ke pantai. Disana Ny.Park duduk di pantai tersenyum bahagia melihat kedua anaknya bermain-main. Walau Park EunBin bukan anak kandungnya, tapi ia sangat menyayanginya.

Do KyungSoo berusaha membuat istana pasir, dan Park EunBin mengamatinya hingga KyungSoo merasa risih. “Oppa, mau ku bantu??”, tawar EunBin sambil mencaruk(?) pasir pantai.

“Andwe!!”, tolak KyungSoo sembari menepis pasir di genggaman EunBin dengan kasar, hingga pasirnya mengenai mata EunBin. “Awww!!”, rintih EunBin sambil mengucek-ucek matanya.

“Kau tahu kenapa aku tak menyukaimu??! Karena seharusnya bukan disini tempatmu!! Kau orang asing! Tak sadar kah kau menyusahkan hidupku dan umma..?!! Perekonomian kami pas-pasan, ditambah kau selama dua tahun ini menjadi semakin sulit!!! Kau lebih pantas hidup di panti asuhan!!!! Yeoja panti!!”, bentak KyungSoo sembari merusak istana pasirnya yang setengah jadi itu, dan melemparkan pasir-pasir itu ke arah EunBin lagi, lalu beranjak meningalkannya.

EunBin hanya terdiam mendengar kata-kata kasar KyungSoo sambil mengucek-ucek kedua matanya, air matanya pun juga mulai mengalir.

Door..Door.. Suara seseorang menggedor-gedor pintu rumah Ny.Park.

“Ny.Park….!!!!”, teriak seseorang dari luar rumah.

Do KyungSoo yang mendengarnya segera membukakan pintu, betapa terkejutnya ia melihat tamu yang datang itu.

“Umma sedang tidak ada di rumah, Tuan Kim..”, ujar KyungSoo ketakutan.

“Mwo??! Aku Kim JongHyun bukan tipe orang berperikemanusiaan.. Jatuh tempo sudah lewat! Kau harus segera membayar utang-utangmu!! Menyingkir!!!”, seru orang itu masuk ke dalam rumah sederhana Ny.Park.

JongHyun masuk ke dalam kamar Ny.Park, EunBin sedang membaca buku disana, sontak ia kaget melihat orang asing itu. “Si.. si.. siapa kau?”, tanya EunBin gemetaran.

“Yeoja manis! Jangan menghalangi oppa, ne?!”, ucap JongHyun manis lalu mendorong kasar EunBin agar tak menghalanginya, dan segera mencari barang-barang berharga di kamar Ny.Park itu. EunBin yang melihatnya ketakutan.

“EunBin-ah,, mianhe… Umma tak bisa menjagamu lagi..”, ucap Ny.Park memeluk erat EunBin.

“Ne, memang seharusnya disinilah tempatku.. Aku pikir panti asuhan ini tidak buruk.”, lirih EunBin.

“Umma takut, jika kau tetap bersama umma kau akan semakin menderita.. Kau baru saja sembuh dari trauma mu,, umma tidak ingin kau terluka lagi jika berada di sisi umma..”, ujar Ny.Park menangis.

“Arrasseo.. Aku akan mencari jati diriku disini, ini akan lebih baik.. Umma, gomawo sudah menjagaku selama ini.. Jaga diri umma baik-baik..! Saranghaeyo..”, ungkap EunBin lembut.

“Ne. Kau juga harus menjaga dirimu baik-baik! Jadilah yeoja yang tegar!”, balas Ny.Park.

Ny.Park melepas pelukannya dan beranjak meninggalkan EunBin tinggal di panti asuhan tersebut.

“Yeoja panti! Aku begitu memBENCImu..! Sudah seharusnya kau tinggal di tempat ini! Jaga dirimu baik-baik!”, ujar KyungSoo bernada dingin.

^flashbackOFF^

 

“Dengan keadaan seperti ini, bagaimana bisa aku mencari identitasku yang sebenarnya??”, lirih EunBin.

“Amnesia mu belum pulih??”, tanya KyungSoo hati-hati.

EunBin tersenyum pahit, “Kalau sudah pulih, mungkin aku sudah tidak ada di panti asuhan ini lagi..”, jawab EunBin.

KyungSoo memeluk lembut EunBin, namun tak berucap apapun.

“Kau tahu? Bukan karena perlakuan dinginmu padaku selama 2 tahun itu aku marah padamu. Tapi kata-kata terakhir yang kau ucapkan saat kau mengantarku ke panti asuhan ini yang membuatku merasa sakit.”, ujar EunBin dalam pelukan itu. Yeoja panti! Aku begitu memBENCImu..!

“Tak bisakah kau menyayangiku, atau menyukaiku sedikit saja, oppa..? Setidaknya saat itu kau tak mengatakan bahwa kau membenciku..!”, isak EunBin.

..To Be Continued..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s