FF >> What Is Love? :: (III) “Simple Love” 1/6

D.O, Park EunBin

Simple Love part1

WHAT IS LOVE? [D.O ver.] :: Simple Love

Author       : Lee TaeRin [TarinWish]

Cast         :

EXO-K’s D.O as Do KyungSoo aka D.O

Park EunBin as Park EunBin

SHINee’s Key as Kim KiBum aka Key

Rating       : PG-15

Genre        : Romance

 

*D.O POV*

Aku menghampiri seorang anak kecil sekitar 5tahunan yang sedang menangis. “Gadis kecil yang manis,, kenapa kau menangis??”, tanyaku tersenyum selembut mungkin dan berjongkok menyetarakan tinggiku dengan anak itu.

Anak itu berhenti menangis, dan menatapku lembut. “Aku kehilangan eonniku..”, jawabnya sedikit sesenggukkan.

Aku mengeluarkan kotak makanan yang berisi beberapa buah donat buatan ummaku. “Kau terlihat pucat. Makanlah ini dulu, jangan menangis lagi! Setelah ini aku akan membantumu mencari eonni mu, ne?!”, ujarku memberikan donat pada anak tersebut.

“Gamsahamnida, oppa..”, ucapnya menunduk kepadaku.

“Ne.. Oiya, namaku Do KyungSoo. Panggil saja aku D.O oppa ,ne?! Simpel kan?? Uhmm, siapa namamu??”, tanyaku.

“Ye Eun-ah!!!!!”, seru seorang yeoja yang berjalan pelan menggunakan 1 tongkat menghampiri kami. Tak ada masalah pada kakinya, tapi sepertinya penglihatannya….

“EunBin eonni…”, seru anak itu senang. Belum sempat menjawab pertanyaanku anak kecil itu segera menghampirinya, lalu menggandeng tangannya dan menuntunnya ke arahku.

Pandangan yeoja itu lurus ke depan. “Apa matanya…?”, batinku.

“Oppa, namaku Park YeEun. Dan Eonni ku ini adalah Park EunBin..”, ucap anak kecil memperkenalkan dirinya dan yeoja itu.

“Oh.. Do KyungSoo imnida..”, ucapku sambil mengulurkan tanganku ke arahnya, namun ia tak menerima salamanku itu. Tapi anak kecil itu dengan tanggap menuntun tangan yeoja itu untuk menyalamiku.

“Park EunBin imnida. Mianhamnida, aku…”, ucapnya ragu, tapi aku tahu apa yang ingin ia katakan.

“Gwaenchanayo.. kalian mau kemana?? Bagaimana kalau naik bus bersamaku??”, tawarku. Aku tak tega meninggalkan mereka sendiri.

“Kami ingin kembali ke panti asuhan ,Oppa.. Tidak jauh kok dari sini.”, jawab YeEun.

“Uhmm,, ayo kita  pergi bersama. Nah, kita tunggu bus disana!”, ajakku sambil menunjuk halte di seberang jalan.

    

*Author POV*

KyungSoo dan yeoja yang bernama Park EunBin itu duduk berdampingan di kursi penumpang, sedangkan gadis kecil bernama Park YeEun dipangku oleh KyungSoo sambil memakan donat yang diberikan oleh KyungSoo tadi.

Sedari tadi KyungSoo memandangi wajah yeoja yang ada di sampingnya. “Yeoja ini.. Rasanya tak asing bagiku..”, pikir KyungSoo.

“Do KyungSoo… Namja ini… Apa dia KyungSoo yang ku kenal..? Seandainya aku bisa melihat wajahnya sekarang..”, batin EunBin.

-Panti Asuhan-

“Oppa,, gamsahamnida.. Kau namja yang sangat baik…!! Aku harap kita bisa bertemu lagi.”, ucap YeEun tersenyum manis.

“Iya, aku senang bisa bertemu dengan mu, YeEun-ah.. Jika aku ada waktu, aku akan sering kemari. Oppa harus segera berangkat kerja, oppa pamit yaa..”, ujar KyungSoo tersenyum lembut.

“Gamsahamnida..”, ucap EunBin sambil membungkukkan tubuhnya. Lalu ia dan YeEun berbalik memasuki panti asuhannya.

*EunBin POV*

“Do KyungSoo… Pasti bukan dia,, Do KyungSoo yang ku temui ini sangat baik, berbeda dengan Do KyungSoo, anak laki-laki dari KyungBin umma itu.. Dia kan tak sebaik ini!”, batinku sembari melangkah pelan bersama YeEun.

*KyungSoo POV*

“Park EunBin… Park EunBin… Aku yakin mengenali yeoja itu…”, gumamku sambil melangkah pelan meninggalkan panti pasuhan itu berusaha mengingat-ingat yeoja itu.

“Park EunBin!!!!”, seruku mulai mengingatnya. “Panti asuhan itu…!”, gumamku sambil menoleh ke arah panti asuhan itu lagi.

“Tapi kenapa kini keadaannya jadi seperti itu..??”, tanyaku lirih menantap sendu bangunan panti yang cukup sederhana itu.

-HanfoodCious Restaurant-

*Author POV*

“D.O-ya,, kenapa kau baru datang??! cepat bantu aku..!! Pengunjung hari ini membeludak…!”, seru seorang namja berpakaian koki. KyungSoo segera memakai pakaian kokinya, dan bergegas menuju dapur.

KyungSoo sudah berkutat pada alat-alat masaknya. Namun, konsentrasi memasaknya tak sefokus biasanya. Entah apa yang sedang mengganggu pikirannya. Park EunBin? Mungkin yeoja itu yang membuatnya tak konsen memasak.

“Hei!! Airnya sudah mendidih dari tadi,, cepat masukkan dada ayam itu..!!!”, seru namja yang menyeru KyungSoo tadi.

“oh, ne!!”, sahut KyungSoo segera memasukkan dada ayam itu ke dalam air yang sudah mendidih itu.

“Do KyungSoo…!!! Tumisan mu gosong..!!!!”, teriak namja itu lagi.

“Aaaah,, neomu baboya..!!”, rutuk KyungSoo pada dirinya sendiri.

“Kau ini kenapa??! Kau sedang tidak enak badan?? Pulanglah saja daripada membuat kekacauan disini..!”, ujar namja itu.

“Mianhamnida, Key Sunbaenim..”, ucap KyungSoo membungkukkan badannya pada seniornya itu.

-D.O’s Home-

*Author POV*

“Umma….!!”, kejut KyungSoo melihat ummanya yang sedang merintih kesakitan memegangi dadanya.

“KyungSoo,, kau sudah pulang..? Kenapa pulangmu lebih awal??”, tanya ummanya  sambil berusaha tersenyum pada anaknya.

“KiBum sunbaenim sedang berbaik hati hari ini. Umma, kau sakit..?”, tanya KyungSoo khawatir.

“Ani, nafas umma hanya terasa sesak karena lelah..”, jawab ummanya.

“Umma, D.Onut Canteen ditutup saja.. Aku sudah lulus, dan aku sudah mendapat pekerjaan di HanfoodCious Restaurant, jadi aku tak bisa membantu umma disana.. Aku pikir gajiku sudah cukup untuk membiayai hidup kita..”, terang KyungSoo.

Ummanya menggelengkan kepalanya, ia tak menyetujui permintaan anaknya. “Tidak bisa! Kau pikir umma akan senang, jika umma hanya tinggal diam di rumah..?!”, ungkapnya.

“Umma…”, bujuk KyungSoo. Namun percuma saja, karena sangat sulit mengubah pendirian ummanya itu.

-Next Day-

*D.O POV*

Entah kenapa sebelum menuju tempat kerjaku, langkah kaki ku membawaku ke panti asuhan dimana Park EunBin tinggal. Ku lihat yeoja yang mengganggu pikiranku itu sedang berbaur dengan anak-anak panti lain. Walau penglihatannya tak berfungsi, namun ia terlihat dapat merasakan kebahagiaan anak-anak itu dan tertawa bersama mereka.

“Kenapa senyumannya sekarang lebih indah..?? Tak seperti yang dulu, senyuman yang dipaksakkan!”, gumamku memandanginya dari kejauhan.

“D.O oppa…!!”, panggil seorang gadis kecil menghampiriku. “YeEun-ah..”, sapaku ramah melihat gadis kecil yang sudah ku kenal itu.

“Oppa,, kenapa hanya mematung disini?! Ayo kita kesana menemani EunBin eonni..!”, ajak YeEun sambil menarikku ke bangku taman yang diduduki EunBin.

“EunBin eonni,, ada Do KyungSoo oppa..”, seru YeEun senang pada EunBin.

“Jeongmal..? Annyeong Haseyo, KyungSoo-sshi..”, sapa EunBin menyambutku, namun pandangannya tak tepat ke arahku.

“Ne.. Senang bertemu denganmu lagi, EunBin-sshi..”, balasku.

“Anak-anak….! Kim songsaenim sudah datang, ayo masuk…!!”, teriak seorang wanita paruh baya pada gerombolan anak-anak kecil di sekitarku.

“Huuh,, Oppa, tolong temani EunBin eonni yaa..”, pinta YeEun padaku.

“Ne.. Cepatlah masuk,, songsaenim mu menunggu..!”, jawabku sambil tersenyum lembut. YeEun mengangguk senang, lalu mengajak teman-temannya yang lain masuk ke dalam kelas.

*Still D.O POV*

“Park EunBin….”, lirihku memecah keheningan di antara kami.

“Kenapa keadaanmu sekarang jadi seperti ini..??”, lanjutku.

“KyungSoo-sshi.. Kau mengenalku?”, lirihnya tanpa menjawab pertanyaanku.

“Tentu saja, Yeoja panti..! Kau tidak mengingatku??”, jawabku bernada sedikit dingin.

“Apa benar kau Do KyungSoo yang ku kenal dulu..??”, tanyanya ragu-ragu.

“Ne. Aku anak Park KyungBin ajumma..”, terangku.

“Jadi kau…. Aku tak menyangka jika kau adalah Do KyungSoo yang kukenal dulu.. Kau sudah berubah rupanya..”, lirih EunBin.

“Mianhe… Aku menyesal memperlakukanmu tak baik dulu. Sejak kapan penglihatanmu….??”, tanyaku namun ia enggan melanjutkannya.

“Kebutaan kornea, 4 tahun terakhir..”, singkat EunBin bernada dingin.

“Bagaimana bisa..?”, tanyaku khawatir.

“Kau ingat? Saat umma mu mengajak kita ke pantai, karena saking sebalnya padaku kau melemparkan begitu banyak pasir pantai ke arahku, hingga mengenai kedua mataku. Memang tak ada masalah yang ku rasakan, hanya saja setelah itu aku seringkali merasa tak nyaman pada mataku dan aku selalu menguceknya hingga terinfeksi parah tanpa ku sadari. Beberapa bulan kemudian setelah KyungBin ajumma membawaku ke panti asuhan, semakin hari penglihatanku semakin kabur. Dan parahnya lagi, penanganan untuk mataku ini sudah sangat terlambat. Mianhe, aku tak bermaksud menyalahkanmu atas kebutaanku ini.”, terangnya menjawab rasa penasaranku.

Aku semakin menyesal mendengarnya, aku menatap sendu yeoja yang ada di sampingku ini, yeoja yang sempat mengisi hidupku selama 2tahun. “Mianhe, EunBin-ah..”, lirihku.

“Gwaenchana.. Mungkin ini memang sudah takdirku seperti ini..”, sahutnya tersenyum lembut, walau tanpa menatapku.

“Bagaimana kabar KyungBin ajumma..?? Sehat kan..??”, tanyanya.

“Ne. Umma selalu hidup dengan semangat.”, jawabku.

“Syukurlah… Aku merindukannya.”, sahutnya.

“Uhmm.. Kau ingin bertemu dengannya?? Kalau mau, aku akan mengantarmu..”, tawarku.

Namun ia langsung menggelengkan kepalanya, “Tidak.. Dengan keadaanku yang seperti ini sekarang, bagaimana bisa aku mampu berdiri di hadapannya?”, tolaknya.

“Ne. Mungkin umma akan semakin khawatir memikirkanmu..”, gumamku.

“Benar, aku tak mau membuatnya susah lagi..”, ujar EunBin.

“EunBin-ah,, mianhe, aku harus segera ke tempat kerja. Tidak apa-apa kan jika aku meninggalkanmu sendiri sekarang??”, ujarku ragu-ragu.

“Park YeEun akan memarahi mu jika kau meninggalkanku sendiri..!! Hahaha.. Tapi segeralah pergi, sebelum ia memarahimu!!”, candanya.

“Mianhe.. Aku takut terlambat lagi.. Lain kali aku akan kemari lagi, bolehkan..??”, tanyaku.

“Tidak boleh!”, jawabnya.

“Mwo??! Kenapa tidak boleh??!”, tanyaku penasaran.

“Karena aku igin marah padamu! Jadi jangan temui aku!!”, serunya enteng sembari melangkah pelan meninggalkanku. Sepertinya dia sudah hafal jalur-jalur panti ini.

“Aiiiiissshh!!! Sudah jam segini! Aku harus pergi.. Aah! Biarkan saja, aku akan menemuinya lagi lain kali!”, gerutuku mengurungkan niatku untuk mengejarnya dan segera meninggalkan panti asuhan tersebut.

*EunBin POV*

“Iya, benar. Pergilah! Jangan mengejarku, apalagi menemuiku lagi, Do KyungSoo..!”, batinku melangkahkan kakiku pelan menelusuri koridor panti asuhan. Air mataku pun mulai menetes mengingat namja itu.

-Hanfoodcious Restaurant-

*Author POV*

Do KyungSoo melangkahkan kakinya dengan terburu-buru, hingga akhirnya ketika memasuki restaurant, tanpa sengaja ia menabrak seorang yeoja.

“Aigooooo…..”, keluh yeoja itu sambil menunduk meratapi buku-buku kuliahnya yang jatuh.

“Ah! Mianhamnida, nona..”, ucap KyungSoo membungkukkan badannya pada yeoja tersebut.

“Aiiiiish!! Kau i..ni…!”, kesal yeoja tersebut namun terputus ketika memandang namja di hadapannya dengan tatapan terpana.

 

…To Be Continued..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s