FF >> What Is Love? :: (I) “Because of Happy Virus” 3/3

Author : Lee TaeRin [TarinWish]

Cast      :

  • EXO-K’s ChanYeol as Park ChanYeol
  • F(x)’s Krystal as Jung SooJung
  • GG’s Jessica as Jung SooYeon
  • GG’s TaeYeon as Park TaeYeon
  • EXO-K’s SuHo as Kim SuHo
  • SHINee’s MinHo as Choi MinHo
  • F(x)’s Sulli as Choi JinRi

Rating    : PG-16

Lenght : ThreeShoot (3/3) END

Genre : Silahkan readers tentukan sendiri yaa~

*SooJung POV*

“Oiya, Hyung, dimana MinHo Hyung?”, tanya ChanYeol pada namja yang bernama Lee SungMin. “Choi MinHo sedang di kamar mandi.”, jawabnya.

“DEG!!!! Choi MinHo?!”, jantungku langsung berdetak dengan kencang saat aku mendengar nama itu. “Pasti bukan dia!”, batinku mencoba menenangkan perasaanku.

“Hey!! ChanYeol-i, apa Onew hyung tidak datang??”, ku dengar ada suara seorang namja datang dari arah pintu yang kubelakangi. Kulihat ChanYeol langsung menoleh ke arah namja itu. “Tidak, MinHo Hyung. Katanya dia ada urusan”, jawab ChanYeol. Detak jantungku semakin kencang, dan nafasku mulai sesak. “Haha.. Pasti dia sedang sibuk berkencan dengan kekasihnya yang bernama MinHee itu!!”, seru Lee SungMin. Kini ia sudah tepat ada di depanku, aku menundukkan kepalaku, tubuhku juga sudah mulai lemas.

“Oh! Kau temannya Park ChanYeol?? Kenalkan~ Choi MinHo imnida, aku drummer. Sedangkan dongsaengku yang satu ini adalah bassis!! Kau pasti sudah tau kan?”, ucapnya padaku sambil merangkul ChanYeol. Aku mengangkat kepalaku perlahan untuk melihat sosok Choi MinHo yang ada di hadapanku.

“Deg!!!!!!!”, rasanya jantungku seperti terhantam ketika melihat namja itu, aku tersentak aku memundurkan diriku selangkah. “Kau…”, lirih MinHo yang juga terkejut ketika melihatku. “Kau~~ SooJung-ah…?”, lirih MinHo ragu. “Apa kalian sudah saling mengenal??”, tanya ChanYeol bingung.

Aku tak sanggup menahan perasaan ini. Lukaku yang sudah pulih, kini tersobek lagi, benar-benar sakit. Aku berlari meninggalkan Studio. Terdengar suara Park ChanYeol memanggil namaku, namun aku tidak menggubrisnya. “SooJung-ah!!!!!! JamkkanmanYo!!!!!!!”, teriak ChanYeol. Aku berlari sekencang mungkin. Aku memutuskan bersembunyi di celah dinding, agar ChanYeol tak melihatku, aku belum siap bertemu dengannya saat ini. Setelah ku rasa ChanYeol tidak mengikutiku lagi karena kehilangan jejakku, aku memutuskan untuk pulang ke rumah dengan langkah gontai.

*ChanYeol POV*

Aku mengejar SooJung, aku berkeliling menelusuri jalanan kota.

5 menit->10menit

“Haaach!!!! aku kehilangan jejaknya! Otteokhae??!! Seharusnya aku menjaganya dan membuatnya happy!!!! Kenapa malah jadi begini..?!! Kemana dia??!!”, seru ChanYeol ngos-ngosan. Aku memutuskan untuk menelpon SooYeon noona.

010.7101.05xxx CALL

ChanYeol: “Yoboseyo!! SooYeon noona, apa SooJung sudah pulang??”

SooYeon: “Sudah. Sekarang dia ada di kamarnya. Waeyo?”

ChanYeol: “Oh! Aniyo~~ Uhmm, mianhamnida, noona. Sepertinya hari ini aku gagal membuatnya terhibur..”

SooYeon: “Oh.. Gwaenchana… Kau sudah berusaha dengan baik kan?! Tidak masalah, yang penting sekarang SooJung sudah pulang. Gomawo, ChanYeol-sshi..”

Aku lega SooJung sudah ada di rumahnya. Kini yang ku cemaskan adalah bagaimana perasaan SooJung sekarang, dan penasaran apa hubungan SooJung dengan MinHo Hyung. Aku tak ingin jika  malam ini aku tidak bisa tidur karena penasaran. Sepertinya aku harus mengintrogasi MinHo Hyung malam ini juga. Aku segera mengirim sms untuknnya.

To: 010.7101.19xxx

Hyung, bisa temui aku sekarang? Ku tunggu di lapangan basket dekat rumahku.

 

*ChanYeol POV*

“MinHo Hyung!!”, panggilku. MinHo Hyung menoleh ke arahku, lalu menghampiriku.  Ketika ia sudah duduk di sampingku ,“Kau pasti tau, apa yang ingin ku bicarakan denganmu sekarang, Hyung..?”, tanyaku memulai pembicaraan. “Jung SooJung..??”, tebakannya sungguh tepat.

“SooJung adalah teman masa kecilku. Kami dekat sejak kami di taman kanak-kanak. Tapi  sejak kelas 3 SMP kami putus komunikasi, karena dia memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di Amerika. Makanya tadi aku cukup terkejut melihatnya. Aku tidak tau kalau dia sudah kembali ke Korea.”, lanjut MinHo Hyung menerangkan hubungannya dengan SooJung. “Oh.. Tapi kenapa SooJung terlihat begitu terkejut, seperti orang ketakutan??”, tanyaku. “Haha.. Mungkin karena aku mirip vampir?!!”, canda MinHo Hyung.

“Haach!! Aku serius, Hyung!! Kalau kalian berteman sejak kecil, seharusnya kalian terkejut bahagia!! Bukan seperti itu tadi!!! Kenapaa..”, seruku terputus karena MinHo Hyung menyela pertanyaanku, “Sudah malam!! Kau harus cepat istirahat, jika tidak mau terlambat ke sekolah lagi besok!! Annyeong!”, serunya dan meninggalkanku. “MinHo Hyung!!!!! Pembicaraan kita belum selesai!!!”, teriakku. “Kita bicarakan lain waktu saja!!” balasnya.

-Keesokan harinya-

@School

*Author POV*

Setelah absen beberapa hari SooJung sudah mulai masuk sekolah lagi. ChanYeol senang bisa melihat SooJung di kelas, namun seharian di sekolah ChanYeol tidak mendekati SooJung. SooJung sendiri pun tidak menghiraukannya.

-Bel pulang sekolah berbunyi-

*ChanYeol POV*

Kulihat SooJung segera membereskan alat-alat tulisnya ke dalam tas. Aku pun segera membereskan milikku juga, dan menghampirinya. “SooJung-ah, kulihat dari tadi kau hanya duduk di kelas?? Apa tidak lelah duduk terus begitu?? Bisa ambeien lhoo..!!”, candaku. Seperti biasa, SooJung tak menghiraukanku. “Apa kau marah?? Aku tidak akan menanyakan kejadian yang kemarin, walau sebenarnya aku penasaran dan mengkhawatirkanmu. Besok kau ada waktu?? Uhmm,,, besok jam 10 pagi ku tunggu kau di Namsan Tower!! Okay! Sampai ketemu besok!! Annyeong~”, ujarku sambil tersenyum. “Aku tidak akan datang!”, seru SooJung ketika aku hendak keluar kelas. “Kau harus datang!! Aku akan menunggumu sampai kau datang!! Arachi??!!!”, seruku lalu keluar kelas.

-Jung’s Family-

*SooJung POV*

“Aku pulang!!!”, seru SooYeon eonni. “SooJung-ah,, apa kau tidak bosan hari minggu yang cerah begini hanya mengurung diri di rumah..?!!”, seru SooYeon eonni duduk di samping. Aku tidak menghiraukan ocehan eonniku, aku hanya menatap televisi yang dari tadi ku ganti-ganti channel. “Tu kaan…?! Channel TV saja kau gonta-ganti seperti itu!! Tidak ada acara TV yang bisa menarik perhatianmu kan??! Uuuh,, Pasti asyik ke Namsan Tower di hari yang cerah begini!!”, ucap SooYeon eonni yang seketika membuatku teringat sesuatu. “Namsan Tower..??!”, lirihku. “Eonni,, sekarang jam berapa??”, tanyaku. SooYeon eonni langsung melihat jam tangannya ,”Sudah jam 3. Wae?”, jawabnya. “Haach, tidak mungkin dia menungguku!!”, gumamku.

“Kau harus datang!! Aku akan menunggumu sampai kau datang!! Arachi??!!!”, ucapan ChanYeol kemarin terngiang-ngiang di kepalaku. “SooYeon eonni,, dimana kunci mobilmu?”, tanyaku. “Ini.”, jawabnya sambil menggantung-gantungkan kunci mobilnya di hadapanku. Aku langsung merebut kunci itu dari tangannya, dan berlari meninggalkannya. “SooJung-ah!!! Kau mau kemana???!!”, teriak SooYeon eonni.

@Namsan Tower

*SooJung POV*

Aku segera mencari ChanYeol, kulihat dia sedang duduk di bangku taman sambil menyeruput ice coffee. “Aiiiish, ternyata benar dia menungguku.. Dasar babo namja!!!”, gumamku lalu menghampirinya. ChanYeol tersenyum gembira ketika melihatku, namun sedetik kemudian raut wajahnya yang bahagia berubah menjadi seperti orang marah. “Kau tau sudah berapa jam aku menunggumu?? Kau tau cuaca hari ini cerah tapi sangat panas!!! Lihat peluhku ini!! Kau ini memang lupa atau sengaja lupa?!!”, kesalnya sambil menunjuk dahinya. “Aku sudah bilang kalau aku tidak akan datang kan..??!!!!!!!”, seruku. “Tapi kenyataanya kau datang kan..?!!! Sudahlah,, aku lelah menunggumu 5 jam disini, aku ingin pulang sekarang. Kau pulang saja!!”, serunya. “Baiklah.. Aku pulang!! Bye~”, ucapku santai lalu meninggalkannya.

“Aah~ Andweeyoooo!!!”, teriak ChanYeol, aku tersenyum mendengar teriakannya itu, lalu berbalik menghadapnya. “Kau mau usahaku menunggumu berjam-jam sia-sia..?!”, keluhnya. “Kau sendiri kan yang menyuruhku pulang??!”, jawabku innoncent. “Aiiiiish!!! Kau ini!!! Aku kan tidak menyuruhmu untuk menganggap itu serius!! Seharusnya kau minta maaf ,lalu memintaku untuk tidak pulang!! Kenapa kau tidak mengerti??! Sensitif lah sedikit!!”, kesalnya lagi. Aku hanya bisa tertawa di dalam hati melihatnya marah-marah seperti itu, lucu sekali. “Mianhe~~”, ucapku sedikit canggung, ChanYeol tersenyum lebar mendengarnya.

Kami memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi Namsan, awalnya aku sedikit canggung, tapi ChanYeol selalu berhasil membuatku terasa lebih lepas, sesekali aku tertawa mendengar candaan-candaannya. Kini aku tidak mau menahannya lagi, menahan perasaan senang, sedih, maupun marah, aku akan mengekspresikannya.

“SooJung-ah, sebenarnya aku tidak ingin membahasnya lagi. Tapi aku sangat penasaran. Uhmmm, Sebenarnya saat di studio.. Hmmmm,, MinHo hyung….. itu…. apa diaa.. temanmu masa… kecil..?”, tanyanya hati-hati. “Dia adalah sahabatku masa kecil. Sebagian besar kenangan masa kecilku dipenuhi olehnya,, aku sangat ingin melupakannya. Bahkan lebih baik aku amnesia selamanya, agar memoryku yang hampir dimonopoli olehnya itu dapat terhapus!!”, jawabku.

-FLASHBACK-

*Author POV*

Seorang gadis berusia 10 tahun berlari menuju taman, “Aku benci mendengar mereka bertengkar!!!”, tangis gadis kecil itu. “SooJung-ah,, apa orangtuamu bertengkar lagi??”, tanya seorang anak laki-laki yang lebih tua satu tahun dari gadis itu. “MinHo Oppa…!! hiks..hiks..hiks..“, rengek SooJung kecil sambil memeluk anak laki-laki itu. “Sudah~~ Ada oppa disini. Lebih baik kita bermain saja! Oke?!”, hibur MinHo kecil. Sudah 5 tahun MinHo senantiasa menemani SooJung kecil yang selalu merasa kesepian. Mereka dekat sejak Eonni SooJung satu-satunya tinggal di Amerika bersama neneknya.

*SooJung POV*

Aku merasa sangat beruntung mempunyai seseorang yang selalu ada di sampingku saat suka dan duka, yang selalu memberiku semangat saat aku lemah. Choi MinHo bagai malaikat penjagaku yang berwujud.

“Oppa, kenapa kau sangat baik padaku?? Aku kan selalu merepotkanmu.”, tanyaku pada MinHo oppa yang sedang mengayun-ayukan ku di ayunan taman. “Aku merasa tidak repot kok. Karena aku TuLus!! Dalam melakukan apapun, kalau kita tulus, pasti akan terasa ringan, hasilnya akan memuaskan, dan berakhir dengan baik! Itulah yang kuyakini.”, jawabnya sambil tersenyum manis padaku. “Kalau begitu aku juga akan tulus melakukan apapun!!”, ucapku. Aku akan selalu mengingat ucapan bijakmu, MinHo oppa..”, batinku.

Dari TK sampai SMP kami satu sekolah. Namun ketika di SMP aku semakin jarang bisa bertemu dengannya, karena dia semakin sibuk dengan urusannya sendiri. Sebentar lagi aku akan naik ke kelas 3 SMP, sedangkan MinHo oppa akan lulus. Aku ingin memberikannya sesuatu. “MinHo oppa!!”, panggilku ketika aku melihatnya sedang berlatih basket. “Oh, SooJung-ah. Ada apa?”, tanyanya sambil meneguk sebotol air. “Oppa, sudah lama kita tidak bermain di taman biasanya. Nanti sore kau ada waktu kan?”, tanyaku hati-hati. Kulihat MinHo oppa berpikir sejenak. “Oppaaaa… yaa??!”, rayuku. “Baiklah, jam 5 sore yaa..?”, tawarnya. “Baik!! Kalau begitu aku pergi dulu yaa.. Ada tugas yang harus ku kerjakan. Oppa, hwaiting!!”, seruku menyemangatinya untuk melanjutkan latihannya.

-Taman @ 5 P.M-

“Oppa, ini untukmu. Aku yang membuatnya sendiri lhoo.. Maaf jika hasilnya kurang memuaskan. Tapi yang jelas ini kubuat dengan ketulusan.”, ucapku sambil menyerahkan sepasang sarung tangan rajutanku. MinHo oppa tersenyum menerimanya, namun senyumnya hilang ketika ia melihat tulisan SJ<3MH. Aku memang sengaja menambahkannya di bagian dalam sarung tangan itu. “Oppa,, wae?? Apa kau tidak suka dengan tulisan itu?”, tanyaku ragu. “SooJung-ah,, mianhe~~ Aku tidak bisa menerima ini.”, ujarnya menyerahkan kembali sarung tangan tersebut padaku. “Oppa…”, lirihku, hatiku terpukul ,aku merasa telah ditolak. “Jangan menyukaiku apalagi mencintaiku, SooJung-ah..!! Karena aku tidak bisa membalas perasaanmu.”, ujar MinHo oppa.

“Waeyo, oppa? Kau bilang, melakukan apapun dengan ketulusan akan berakhir dengan baik. Apa aku kurang tulus?? Sudah 10 tahun kita bersama, aku melihat ketulusanmu selama ini, dan aku juga berusaha menunjukkan ketulusanku. Apa kau tidak bisa melihat ketulusanku, oppa??! Kau pernah bilang kau menyayangiku, oppa..?!!! Kau juga berjanji akan menjagaku selamanya.”, ujarku ,airmataku juga sudah mulai menetes.

“SooJung-ah,, itu masa lalu!! Saat itu aku masih kecil. Aku bahkan tidak ingat pernah mengatakan itu! Aku sudah mulai dewasa, tidak mungkin seumur hidupku ini ,apalagi masa remajaku yang sedang indah-indahnya ini terganggu oleh tanggung jawab yang sebenarnya bukan tanggung jawabku!! Ada yeoja lain yang kucintai, tolong mengertilah aku! Mianhe.”, terangnya.

Mendengarnya membuat lukaku tergores semakin dalam, “Lalu ketulusan yang bagaimana yang kau tunjukkan selama 10 tahun terakhir inii, oppa..??”, tanyaku.

“Sebelum SooYeon noona pergi ke Amerika, dia memintaku untuk menjagamu.”, ujar MinHo oppa. “Jadi kau melakukan ini karena permintaan eonniku..?? Pasti kau sangat terbebani..!? Aku benar-benar salah total menilai ketulusanmu, oppa!! Mianhe, selama ini aku telah membuang waktumu.”, ucapku lalu meninggalkannya pergi.

Di jalan aku bertemu dengan kakak sepupuku, “SooJung-ah, kau menangis??”, tanya YoonA eonni padaku. “Wae?? Ayo ke rumahku!”, ajaknya sambil merangkulku, dan aku menurut. Selain dia, tidak ada lagi orang yang bisa menenangkanku ,karena 3 tahun terakhir aku dekatnya, dia sangat baik dan perhatian padaku. YoonA eonni membawaku ke kamarnya lalu meninggalkanku, “Tunggulah disini! Akan ku buatkan teh hangat dulu”, ucapnya tersenyum.

Hanphone YoonA eonni yang tertinggal di kamar berbunyi, aku melihatnya

Choi MinHo send a message

Aku sedikit terkejut, karena sms itu dari MinHo oppa. Aku membaca smsnya

Aku merindukanmu, Yoona-ya. Bisakah kita bertemu hari ini?

Nafasku sesak, air mataku yang mulai kering, kini basah lagi, aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa yeoja yang dicintai MinHo oppa itu adalah sepupuku sendiri.

“SooJung-ah, minumlah teh ini. Ku harap ini bisa menenangkan pikiran dan hatimu, Karena ini terbuat dari Air cinta, teh kebahagiaan, dan gula ketulusan..!”, ucap YoonA eonni.

“Eonni, apa kau sedang berpacaran dengan MinHo oppa?”, tanyaku to the point. Kulihat YoonA eonni kaget, “Mianhe~”, lirihnya. “Jadi ini benar.. Eonni, kau tau kalau aku mencintainya. Kau tau, hanya dia satu-satunya orang yang kuharapkan untuk selalu ada di sisiku?! Tapi kenapa kau……”, seruku namun dia menyelanya,

“Haruskah aku mengalah lagi untuk masalah ini..??! Selama ini aku dituntut untuk selalu memperhatikanmu, menyayangimu mengalah untuk kebaikanmu, apapun untukmu, semata-mata agar keluargaku terkesan baik di hadapan keluargamu!! Lalu apakah aku juga harus merelakan namja yang kusukai untukmu juga??! Tidak!! Aku baik padamu agar aku bisa dekat dengan MinHo, dan sebaliknya MinHo memanfaatkanmu 3 tahun terakhir ini agar bisa dekat denganku, karena kau adalah sepupu dekatku!! Selain itu, agar Appa mu itu mau membagi hartanya pada kami atas kebaikan kami padamu selama ini!!”, seru YoonA eonni yang membuatku benar-benar lemas.

“Kalian sengaja mempermainkan perasaanku! Haha.. Aku ini buta atau bodoh?!!,ujarku  menertawai diriku sendiri lalu melangkah pergi. Sebelum aku membuka pintu kamar aku berkata, “Bukan karena kalian mempermainkanku, Aku membenci kalian! Aku benci kau dan Choi MinHo ,karena telah mempermainkan arti ketulusan untuk memanfaatkanku!!!”

*Flashback END*

*SooJung POV*

“Setelah kejadian itu, aku pindah ke Amerika dan tinggal bersama SooYeon eonni beserta nenekku.”, terangku pada ChanYeol. “Lalu, apa kau bahagia disana? Uhmmm….. Setauku, pergaulan disana.. hmm…”, pertanyaan ChanYeol menggantung, tapi aku tau yang dia maksud. “Aku melanjutkan sekolah dan tinggal di asrama khusus putri disana. Saat akhir pekan aku tinggal bersama SooYeon eonni dan nenekku. Jadi aku pun juga tidak punya banyak teman. Disana aku memakai nama Krystal Jung. Di sekolah atau asrama saja, aku sering dibully karena aku dianggap orang asing disana. Namun, mereka akan berpura-pura baik padaku saat mereka benar-benar membutuhkanku.”, jelasku. “Kau pasti sangat tertekan? Hmm,, oleh karena itu kau selalu bersikap dingin pada setiap orang??”, tanyanya hati-hati. Aku mengangguk, “Aku takut untuk percaya pada orang lain. Makanya, aku lebih suka sendiri.”, jawabku.

“Kalau begitu mulai sekarang percayalah padaku!!”, serunya sambil menggenggam tanganku dan tersenyum. “Apa itu senyum ketulusan?? Aku belum pernah melihat senyum seperti itu, benar-benar menyejukkan hati. Mengalahkan senyum termanis seorang Choi MinHo.”, batinku. “Uhmm,, sekarang bolehkah aku yang bertanya??”, tanyaku melepaskan genggamannya, karena aku merasa sangat canggung. “Tanyakan saja!”, serunya semangat.

*ChanYeol POV*

“Kejadian ketika aku pingsan itu… Hmmm… Apa….” tanyanya malu-malu, tapi aku tau yang dia maksud, pasti ciuman itu. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, karena aku bingung bagaimana menjawabnya. “Mianhe~~ Saat itu aku lancang. Tapi sungguh aku melakukannya dengan sadar dan tulus!!”, cergahku meyakinkannya. Dia menunduk, “Jadi itu nyata.. Aku pikir hanya mimpi..”, lirihnya yang samar-samar terdengar olehku. “Mwo..??”, tanyaku. Dia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum padaku. “Mulai sekarang aku akan mencoba mempercayaimu!!”, ujarnya.

Aku tersenyum lebar mendengarnya. “Gomawo! Hmm,, kau tidak takut ketinggian kan?? Ayo kita naik kereta terbang??”, ajakku antusias. “Mwo???!! Kereta terbang??”, tanyanya heran. “Hehehehe… Maksudku kereta gantung itu.. Dari kecil aku menyebutnya kereta terbang.”, jawabku malu-malu sambil menunjuk kereta gantung yang sedang berjalan menuju puncak Menara Seoul itu. SooJung tertawa terbahak-bahak ,“Hahahaha..😀 Kereta itu kan tidak punya sayap, ChanYeol-i..!! bagaimana bisa kau menyebutnya kereta terbang??! Kkkkkk~~”, tawa SooJung. Aku hanya mengerucutkan bibirku, “Kalau begitu kita pulang saja!”, kesalku, sebenarnya aku senang bisa membuatnya tertawa lepas seperti itu, tapi aku ingin menggodanya. “Ah~ Andwe!! Ayo kita naik kereta terbang!”, ajaknya dengan menahan tawa. Aku menurutinya.

Tidak sia-sia aku menunggu 5 jam berpanas-panasan disini. Kini kami menikmati pemandangan indah Kota Seoul. Baru kali ini aku melihat SooJung bahagia. Sepertinya aku berhasil meruntuhkan dinding es yang memagari hatinya.

*Author POV*

Sudah 3 bulan, hubungan ChanYeol dan SooJung semakin hari semakin dekat. SooJung pun juga sudah mulai ramah dan terbuka dengan teman-teman sekelasnya, dengan bantuan ChanYeol, SooJung dapat beradaptasi dan bergaul dengan baik. Karena 4 bulan lagi mereka akan menghadapi ujian kelulusan, mereka sering belajar bersama. Sejenak ChanYeol meninggalkan aktivitas band nya. Kalau Mr.Jung & Mrs.Jung ada di rumah, mereka akan belajar bersama di rumah ChanYeol. Mereka sering ditemani oleh SooYeon jika belajar di rumah SooJung. Kalau di rumah ChanYeol ,mereka akan ditunggui oleh TaeYeon. Jadi mereka sangat dekat dengan kakak mereka satu sama lain.

-ChanYeol’s Home @ 6 P.M-

*Author POV*

Hari ini ChanYeol dan SooJung belajar di rumah ChanYeol, namun mereka hanya berdua karena TaeYeon belum pulang. ChanYeol terlihat kesulitan mengerjakan soal latihan ujian matematika, “Haach..!! Aku menyerah!!!”, teriak ChanYeol frustasi. SooJung segera menoleh ke arah ChanYeol dan menatapnya heran, “Wae? Mana yang sulit??”, tanya SooJung lembut. “Otakku sudah lelah!”, keluh ChanYeol sambil mengacak-acak rambutnya. “Baiklah.. Kalau begitu aku pulang saja, percuma belajar denganmu!!”, seru SooJung lalu membereskan alat-alat tulisnya. ChanYeol segera mencegahnya, “Ah!! Ani! Ani!! Aku tidak lelah kok. Kita lanjutkan lagi yaaa.. Bbuing-Bbuing..”, rayu ChanYeol. SooJung langsung tertawa mendengar aegyo ChanYeol, “Hahahahaha.. Jangan lakukan itu!! Suara bas mu itu tidak mendukung aegyomu!! Kkkkk~”, ejek SooJung. ChanYeol sedikit kesal, dan pura-pura ngambek pada SooJung. “Aiiish, kenapa ganti kau yang marah?! Yeol-i… Just kidding.. Aku suka aegyo mu! Bbuing-bbuing..”, rayu SooJung dan menirukan aegyo ChanYeol seCute mungkin. ChanYeol luluh dan tertawa melihat SooJung, “Hahahahahaha.. Kau memang my princess ‘bbuing-bbuing’!! Kau selalu melakukannya lebih baik dariku!”, puji ChanYeol dan merangkul pundak SooJung. “Jongmal? Baiklah, ayo ku bantu kau mengerjakan soal ini, My Happy Virus..”, ajak SooJung dan ChanYeol menurut.

Beberapa menit kemudian, mereka mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah ChanYeol, “Uhmm, sepertinya TaeYeon eonni sudah pulang”, ucap SooJung. “Tidak mungkin.. TaeYeon noona pasti naik bus ,dan berhenti di halte dekat rumah,  lalu berjalan kaki dari sana. Mana mungkin dia naik mobil..? Kecuali dia…..”, ChanYeol menggantungkan kata-katanya. “Kecuali dia dengan seseorang!!”, tebak ChanYeol dan SooJung kompak. Mereka segera menuju jendela, untuk mengintip. “Omooo~~ Baru kali ini aku melihat Taeng noona bersama seorang namja. Namja itu tampan pula!!”, gumam ChanYeol melihat TaeYeon dan seorang namja keluar dari mobil, dan menuju ke dalam rumah. “Mereka mau masuk!!”, seru SooJung sedikit berbisik.

Tapi terlambat. Cekklekk #suara buka pintu

“Omona!!! Apa yang kalian lakukan disini??!! Kalian mengintipku yaa??!”, seru TaeYeon kaget melihat ChanYeol dan SooJung masih ada dibelakang pintu dekat jendela. “Hehehe”, ChanYeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan tanpa sengaja sikunya menyikut kening SooJung. “Aww!!!”, rintih SooJung. “Wae?”, tanya ChanYeol. “Kau menyikutku Park ChanYeol!!”, kesal SooJung sambil mengusap-usap keningnya. “Oh! Mianhe~”, ChanYeol ikut mengusap-usap kening SooJung.

“Aiiish, kalian ini!! Sudah cukup! Perkenalkan dia teman kuliahku. SuHo-sshi, kenalkan namja ini dongsaengku, Park ChanYeol. Sedangkan yeoja ini adalah yeojachingunya, Jung SooJung.”, ujar TaeYeon. “Kim SuHo imnida. Senang bertemu dengan kalian!!”, ucap SuHo ramah dan tersenyum lembut. “Apa kalian sedang belajar bersama? SuHo ini sangat pandai, kalian bisa meminta bantuannya kalau ada kesulitan mengerjakan soal!! SuHo-sshi, kau mau kan membantu mereka??”, puji TaeYeon dan meminta persetujuan SuHo untuk membantu donsaengnya belajar. “Dengan senang hati!! Hitung-hitung belajar menjadi seorang guru!! Hehe..”, jawab SuHo antusias.

-School-

*ChanYeol POV*

Aku dan SooJung sedang makan siang di D.O.nut Canteen, “Jung-i, sebenarnya aku berencana akan melanjutkan karir Band ku setelah lulus nanti. Tapi sekarang ada tawaran yang sangat bagus!! Kau tau SMent kan?? Produsernya menawari bandku untuk debut sekitar bulan depan. Katanya, mereka telah melihat kemampuan bandku sejak kami jadi pengamen jalanan. Lalu mereka mengamati kami dari jauh, ternyata SM studio itu adalah milik mereka.  Jadi ku putuskan untuk melanjutkannya. Eotteokhae??”, terangku dan meminta pendapat pada SooJung.

“Uhmm.. Terserah kau!! Aku percaya pada jalan yang kau pilih. Tapi jangan melupakan belajarmu, ne..??! Kau harus lulus dengan nilai yang baik!!”, ujar SooJung. “Kau ini seperti Taeng noona!! Of course!! Asal ada kau yang akan membantuku untuk belajar..!!? Hehehe..”,ucapku. SooJung mengangguk, “Apa kau sudah memberitaukan ini pada TaeYeon eonni..??”, tanyanya. “Belum. Aku akan memberitaunya nanti. Haaah,, sepertinya akan sulit membujuknya.”, jawabku. Tiba-tiba hanphoneku berdering.

neon machi chaga un machine

neoneun ma, ma, ma, ma, ma, machine

neoneun ma, ma, ma, ma, ma, machine

kal gati areum da un yeoshin

neoneun ma, ma, ma, ma, ma, machine

neoneun ma, ma, ma, ma, ma, machine

“Dari SuHo hyung!”, gumamku. “Cepat diangkat, Yeol-i…!!”, pinta SooJung. Dan aku menurutinya.

“Yoboseyo! SuHo Hyung ada apa?”

“………….”

“Mwo?!! Baik aku akan izin untuk kesana!! Dimana rumah sakitnya??”

“…………..”

Aku menutup telponnya, “Ada apa?? Siapa yang sakit??”, tanya SooJung cemas. “TaeYeon noona pingsan saat sedang latihan teater. SuHo Hyung membawanya ke rumah sakit. Aku akan kesana sekarang juga, aku sangat mengkhawatirkannya. Jung-i, tolong ambilkan tasku di kelas yaa..?! Aku mau meminta izin ke guru piket.”, terangku. Aku segera ke ruangan piket dan meminta surat izin, sedangkan SooJung ke kelas untuk mengambil tasku.

SooJung berlari menuju gerbang sekolah, “Yeol-i,, ini!”, dia menyerahkan tasku. “Tolong serahkan ini pada Mrs.Kim.”, pintaku menyerahkan selembar surat izin pada SooJung. SooJung mengangguk, “Kau hati-hati yaa!! Beri aku kabar selanjutnya tentang TaeYeon eonni. Aku akan segera ke rumah sakit sepulang sekolah.”, ujar SooJung. “Baiklah, gomawo, Jung-i!! TaeYeon noona dirawat di Seoul Hospital. Pelajaran akan dimulai, masuklah! Annyeong~”, ujarku dan segera meninggalkan sekolah.

-Seoul Hospital-

*ChanYeol POV*

“Dia sekarang sedang tes jantung.”, ujar SuHo Hyung yang juga terlihat cemas. “Tes jantung??”, lirihku. “Sejak kapan Taeng noona sakit jantung?”, batinku.

Aku duduk di samping SuHo Hyung, “ChanYeol-i,, mianhe~” lirih SuHo Hyung. Aku sedikit heran “Kenapa dia minta maaf, dia kan malah menolong noonaku yang pingsan tadi?!”, batinku. Aku hanya diam berharap dia melanjutkan ucapannya. Lalu SuHo melanjutkan, “Sebenarnya..”

-FLASHBACK-

*SuHo POV*

“Aiiiiish, kau sangat keras kepala, TaeYeon-i..!! Kenapa kau tidak check up secara rutin..?!!”, tanyaku kesal pada TaeYeon yang sedang terduduk lemas di bangku taman kampus kami. Sebenarnya aku tidak kesal, tapi aku mencemaskannya. TaeYeon tersenyum, “Kalau uangku habis untuk check up jantung, bagaimana dengan sekolah dongsaengku, SuHo-sshi..??!”, ujarnya. “Tapi setidaknya kau juga harus memperhatikan kondisimu! Kau mau kondisi jantungmu semakin memburuk??! Aku yang akan membiayai check up mu..!! Anggap saja aku berinvestasi!!”, tawarku. TaeYeon langsung menggelengkan kepalanya, menolak tawaranku. “Tidak perlu! Aku yakin aku akan baik-baik saja!! Asalkan aku selalu hidup dengan pola sehat dan teratur”, jawabnya tersenyum. “Apa dongsaengmu tau tentang ini??”, tanyaku. “Tidak, dia tidak boleh tau. Aku takut dia akan khawatir dan tidak fokus pada sekolahnya. Tolong, rahasiakan ini, SuHo-sshi..!”, pintanya.

-FLASHBACK END-

*ChanYeol POV*

“Mianhe, ChanYeol-i.. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan hal ini darimu. Aku hanya menuruti permintaannya. Aku takut jika rahasia itu bocor, kondisi TaeYeon akan semakin memburuk. Yang bisa ku lakukan hanya menjaganya di kampus, aku juga sering menungguinya di Radio ChinChin saat dia siaran. Tolong untuk sekarang ini, pura-puralah tidak tau! Agar pengorbanan noona mu selama ini untukmu tidak sia-sia.”, pintanya padaku.

“Nona Park TaeYeon telah dipindahkan di ruang pasien nomor 512, kalian bisa menjenguknya sekarang.”, kata seorang suster. Aku dan SuHo Hyung langsung menuju ruang pasien tersebut.

Aku hendak masuk ke ruang TaeYeon eonni, tapi kulihat SuHo hyung enggan masuk. “Hyung…”, lirihku. “Masuklah!! Aku mau mengurus administrasi dulu”, ujarnya tersenyum dan aku menurutinya.

Kulihat TaeYeon noona sedang berbaring memandangi jendela, dia menoleh ke arahku ketika aku mendekat ke kasurnya. Kini dia sedang tidak berbaring lagi, melainkan duduk di kasur, “ChanYeol-i.. Hei!! Apa kau bolos sekolah, haa..??!!!!! Berani-beraninya kau..??!! Awas yaa!!! Kalau kakak sudah sembuh, sepulang dari rumah sakit nanti, akan kupukuli kau, Park ChanYeol..!!!”, serunya pura-pura berekspresi marah karena aku masih memakai seragam sekolah.

“Noona..”, lirihku dan menggenggam tangannya cemas. Ekspresinya yang marah-marah tadi berubah menjadi senyuman lembut, “Gwaencahana.”, ucapnya. “Aku yakin, pasti SuHo sudah menceritakannya padamu kan..?!”, lanjutnya. Aku mengangguk menjawab pertanyaannya. “Mianhe~~ Sebenarnya kakak sudah menderita kelainan jantung sejak kecil. Kakak sudah menjalani tranplantasi jantung, waktu itu kau masih kecil. Seharusnya kakak rajin check up, tapi kakak malah mengabaikannya.”, terangnya. Aku menunduk, menutupi mataku yang mulai berair. “Noona, kau harus sembuh!!”, lirihku. “Of course!!! Karena aku harus menghukum mu karena kau bolos sekolah hari ini!!”, jawabnya. “Aku tidak bolos, noona..! tadi aku sudah minta izin kok!!”, belaku.

Ku dengar pintu terbuka dan suara langkah kaki mendekati kasur Taeng noona, “Eonni, apa kau baik-baik saja??”, tanya SooJung terengah-engah, dia masih memakai seragam sekolahnya. “Gwaenchanayo~~”, jawab Taeng noona.

“ChanYeol-i, kakak ingin makan makanan favorit kakak.. Tolong belikan yaa..??!!”, rayu Taeng noona padaku. “Topokki???? Aah,, noona tidak boleh makan sembarangan dulu!!”, seruku. TaeYeon noona menggeleng dan tangannya bergelayut di lenganku, ekspresi aegyonya itu membuat hatiku luluh.

“Hmm, biar aku saja yang membelikan untuk eonni!!”, tawar SooJung. “Ani! Ani! Biar ChanYeol saja!! Dia tau topokki langgananku!!”, cergah Taeng noona. “Mwo??! Haruskah aku ke Dong Dae Mun hanya untuk membeli topokki??! Di dekat rumah sakit kan juga ada ,noona… Kenapa aku harus jauh-jauh kesana..?!!”, keluhku. “Karena hanya disana yang menjual topokki paling lezat, babo!!!!”, serunya. “Aiiish, baiklah! Jung-i, tolong jaga noonaku yang cerewet ini!”, ujarku lalu pergi.

*SooJung POV*

Sambil menunggu ChanYeol, aku mengobrol dengan TaeYeon eonni. Tepatnya kami sedang menggosipkan Park ChanYeol. Beberapa menit kemudian SuHo oppa datang, “TaeYeon-i, apa kau sudah merasa lebih baik??”, tanyanya lembut. TaeYeon eonni hanya menjawabnya dengan senyuman.

“SooJung-ah, kau bisa pulang, kau pasti lelah kan?! Aku takut keluargamu akan mencarimu.”, pinta TaeYeon eonni padaku. “Tidak. Aku akan menunggu eonni, sampai ChanYeol kembali. Aku sudah mengabari kakakku kok, jadi eonni tenang saja..”, ujarku. “Uhmm, terserah kau saja..”, ucap TaeYeon eonni tersenyum lembut.

“SuHo-sshi, maukah kau mengajakku keluar..? Aku bosan, sepertinya taman rumah sakit ini bagus?!”, pinta TaeYeon eonni. SuHo oppa menolak,  “Udara di luar tidak bagus untuk kesehatanmu, TaeYeon-i..!”, ujarnya. TaeYeon eonni cemberut, karena permintaannya tidak dituruti. “Kalau begitu,biar aku sendiri saja yang jalan-jalan!!”, seru TaeYeon eonni beranjak dari tempat tidurnya. “Aah!! Andweyo!!!”, seruku dan SuHo oppa kompak. “Baiklah, duduklah di kursi roda ini!!”, pinta SuHo oppa. “Aah!!! Shireo!!! Aku  seperti nenek tua jika duduk di kursi roda ini!!! Aku bisa jalan sendiri kok!!”, tolak TaeYeon eonni. “Kalau kau tidak menurut……”, ancam SuHo oppa. “Aah baik-baik!!”, ucap TaeYeon eonni menyerah.

“Apa tidak apa-apa??”, tanyaku khawatir. “Aku akan menjaganya, SooJung-ah!! Kau tunggu disini saja, ne??!”, ujar SuHo oppa.

-Taman @Seoul Hospital-

*Author POV*

“Udaranya sangat segar!”, seru TaeYeon menikmati hembusan angin. “Padahal baru beberapa jam kau disini?! Tapi kenapa sikapmu ini seperti pasien yang sudah dirawat di rumah sakit berhari-hari..?!!”, ejek SuHo. “Gomawoyo~”, ucap TaeYeon. SuHo menggenggam tangan TaeYeon, “Aku tulus melakukannya untukmu. Oiya, ada yang ingin ku berikan untukmu!!”, ujar SuHo sambil merogoh saku-sakunya. “Aiiish, baboya!! Pasti ketinggalan di mobiL!!”, gumamnya. “TaeYeon-i,, tunggu disini  sebentar yaa.. Ada sesuatu yang harus ku ambil di mobil.”, ujar SuHo meninggalkan TaeYeon.

TaeYeon menunggu SuHo, namun tiba-tiba jantungnya terasa sakit. TaeYeon merintih kesakitan. Dia menoleh ke kanan ke kiri ke belakang ke depan (?) ,berharap ada suster yang bisa membantunya, namun nihil. Nafasnya pun semakin sesak, dan wajahnya makin pucat.

*SooJung POV*

“Haaach,, kemana yaa mereka??!!”, aku mencari TaeYeon eonni dan SuHo oppa ke taman rumah sakit.

“TaeYeon eonni!!!!”, seruku ketika melihat TaeYeon eonni merintih kesakitan. Dan aku segera menghampirinya.

*Author POV*

SuHo berjalan dengan langkah cepat menuju taman. Di sepanjang perjalanan senyumannya tidak lepas pada kalung berliontin hati [Love]❤ yang dipandanginya. Sesampainya di taman ia terkejut karena TaeYeon sudah tidak ada disana.

Di arah lain, ChanYeol baru saja tiba di rumah sakit dengan membawa bungkusan topokki.

-Kamar 512-

*Author POV*

ChanYeol heran karena banyak suster yang keluar masuk kamar kakaknya. Dia segera masuk kamar, dilihatnya SooJung menangis dan seorang dokter yang terlihat lesu, serta kakaknya yang terbaring kaku. ChanYeol mendekati mereka dengan wajah bertanya-tanya bercampur cemas. “Mianhamnida~~ Kami sudah berusaha, tapi Tuhan berkehendak lain..”, ujar Dr.Park menyesal. Mendengar pernyataan itu ChanYeol tau apa yang Dr.Park maksud, namun ia sulit mempercayainya, dia tidak mau mempercayainya. ChanYeol menjatuhkan bungkusan topokkinya, dan segera meraih tangan TaeYeon yang sudah kaku dan mendingin.

ChanYeol mengambil bungkusan topokki yang dijatuhkannya tadi , “Noona, bangunlah.. Aku sudah membelikan makanan favoritmu.. Aku beli di toko langgananmu, di Dong Dae Mun yang jauh dari sini.. Kau tau?! Aku harus antre untuk membelikan ini, bahkan aku terpaksa menerobos antrean, sampai-sampai para pengantre lain-lain marah-marah padaku..! Jangan membuat usahaku sia-sia, noona.. Aku ingin melihatmu makan topokki ini dengan lahap..”, pinta lalu menunjukkan topokki di hadapan TaeYeon, air matanya pun mulai menetes. Namun percuma, tidak ada reaksi.

“TaeYeon noona.. Hanya kau yang ku punya di dunia ini!! Siapa yang akan membangunkan dan meneriakiku saat pagi hari..?!!  Kalau aku lulus nanti, siapa yang akan mendampingiku di upacara kelulusanku , Noona..??! Kau juga belum melihat kharismaku di atas panggung..!! Sebentar lagi akan debut, aku mohon, lihat dan dukunglah aku di stage nanti, Noona..!! Ku mohon…. Noona, Kau juga belum menghukumku karena aku bolos pelajaran hari ini kan..?!! Kau belum memukuliku ,noona..! Noona… Bangunlah..”, tangis ChanYeol terisak.

SuHo masuk ke kamar TaeYeon dengan langkah pelan, dia juga terlihat shock pandangannya tak lepas dari gadis yang terbaring kaku, matanya juga berair. SooJung yang melihat kedatangan SuHo langsung menatapnya tajam, “Kau bilang kau akan menjaganya..?!! Tapi kenapa kau meninggalkannya di taman sendiri ,oppa..?!!!”, lirih SooJung dengan air mata yang terus mengalir. SuHo pun lemas, tak sanggup lagi menumpu tubuhnya. Dia terduduk lemas dan air matanya mengalir deras, “Kenapa harus secepat ini..??!! Aku belum sempat mengungkapkan perasaanku padamu, TaeYeon-i..”, lirihnya.

*Still Author POV*

Setelah upacara pemakaman selesai,, Park ChanYeol duduk di halaman belakang rumahnya. Dia masih rapi mengenakan jas hitamnya memandangi langit malam yang berhiaskan bintang-bintang sambil memeluk(?) selembar fotonya bersama kakaknya, Park TaeYeon. SooJung yang masih ada di rumah ChanYeol menghampirinya, dan duduk di sampingnya, “ChanYeol-i..”, lirih SooJung menggenggam tangan ChanYeol erat. “Kau pasti tau, semua kerabatku tinggal di luar Seoul. Hanya dia yang ku miliki disini, tapi kini dia sudah meninggalkanku. Bagaimana aku bisa hidup dengan baik tanpanya..?? Aku merasa sendiri.”, kata ChanYeol lirih sambil menatap sendu fotonya bersama mendiang Park TaeYeon. SooJung memeluk ChanYeol hangat, “Kan masih ada aku.. Tegarlah..! Aku sangat menyukai Park ChanYeol yang selalu ceria. Tidak. Aku tidak hanya menyukainya, tapi aku sangat mencintainya.”, ujar SooJung.

-Next Month-

*Author POV*

“Hari ini, jam 5 sore di studio 2 KBS TV. Kau akan datang kan?? Kau bisa mengunjungiku di backstage setelah acara selesai.”, tanya ChanYeol pada SooJung, dia siap-siap akan berangkat ke studio untuk mempersiapkan acara nanti. “Kalau aku tidak datang, ottaeyo??”, canda SooJung pura-pura. “Kau harus datang!!! Jika tidak……..”, ancam ChanYeol. “Jika tidak???”, goda SooJung manja. “Hal yang lebih memalukan dari kejadian di halaman sekolah saat itu akan terjadi lagi padamu!!”, ancam ChanYeol. “Mwo?!!”, seru SooJung pura-pura terkejut dengan ancamannya. “Hahaha.. Baik.. Aku pasti datang!! I’ll shout out your name “Park ChanYeol”!!!!!!!!!! Sekeras mungkin!! Hwaiting!!!!”, ujar SooJung menyemangati namjachingunya. “Uhmm… tapi disana akan ada Choi MinHo juga.. Gwaenchanayo..?”, tanya ChanYeol. “Memangnya kenapa kalau ada dia? Dia kan anggota bandmu juga, wajib kan dia ada disana?! Gwaenchana~~ Berkat kau My Happy Virus, aku sudah bisa melupakannya. Kau tau kan? Aku bahkan berteman baik dengan adik sepupunya,, si Choi JinRi.”, jawab SooJung tersenyum.

-BackStage of Studio 2 KBS TV-

*Author POV*

SooJung datang bersama JinRi, kebetulan Choi JinRi juga ingin memberikan support pada kakak sepupunya, Choi MinHo.

Pletaakk!! SooJung langsung menjitak kepala Park ChanYeol, “Aaaww!!”, rintih ChanYeol spontan. “Apa kau gila?!! Kenapa kau membeberkan statusmu begitu saja..??! Menyebut namaku pula!! Jung SooJung?? Aiiiiish, Tamat riwayatku!!”, keluh SooJung. “Waeyo??? MC yang bernama LeeTeuk itu menanyakan apa aku sudah mempunyai yeojachingu. Apa aku harus menutupinya?? Akan lebih baik kalau jujur dari awal..!! Kau tidak suka??! Bukannya itu lebih baik?! Jadi aku tidak bisa direbut oleh yeoja-yeoja lain, I’m yours!!”, seru ChanYeol santai. Mendengarnya membuat wajah SooJung memerah karena malu, apalagi ChangMin, SungMin, Amber, dan MinHo tertawa melihat mereka.

Pintu Waiting Room terbuka, “Lee Songsaenim!!! Oooppss!! Maksudku Onew Hyung!! Hehehe”, seru ChanYeol menyambut kedatangan Lee JinKi. “Chukkae!!! Sebagai gurumu aku sangat bangga padamu!!”, ucap Lee JinKi. ChanYeol tersenyum bahagia mendengarnya. “Hyung, apa dia yeojachingumu, Choi MinHee??”, celetuk MinHo melihat yeoja dibawa(?) Lee JinKi.  “Oiya!!! aku juga mau mengumumkan! Minggu depan aku akan menikah dengan yeoja ini, Choi MinHee. Aku ingin band kalian mengisi acara di resepsi pernikahan kami nanti, ne..?!!”, ujar JinKi sambil melirik calon anae’nya, MinHee pun hanya bisa tersenyum malu.

-Lee JinKi’s Wedding-

*ChanYeol POV*

Setelah aku perform bersama bandku di resepsi pernikahan Mr.Lee alias Onew Hyung, aku segera menghampiri SooJung yang sedang menikmati rangkaian acara resepsi ini. “SooJung terlihat sangat cantik dengan memakai gaun putih itu.”, batinku. SooJung tersenyum manis ketika melihatku mendekatinya. “Kapan yaa kita bisa seperti mereka??”, tanyaku sambil melihat pasangan Lee JinKi dan Choi MinHee berdampingan mengenakan busana pernikahan yang  sangat serasi. “Jalan kita masih jauh, Yeol-i..”, jawab SooJung. Aku mengiyakan jawabannya, “Ne, kita harus meraih mimpi kita masing-masing dulu!! Baru kita meraih mimpi kita bersama, iya kan??!”, ujarku menggenggam tangannya dan tersenyum lembut menatapnya. SooJung pun membalas senyumanku.

~ChanYeol~

Berawal dari hukuman. “Baboya!! Bantu dia untuk beradaptasi dan buat dia betah disini. Berikan kesan yang baik untuknya!”, bentak Mrs.Kim. “Kenapa harus aku,, songsaenim…??”, tanyaku memelas. “Anggap saja ini hukuman untukmu! Arrachi?!!” perintah Mrs.Kim. {part 1/3}

Entah kenapa aku tidak bosan-bosannya dan tidak lelah berusaha mendekatinya. Jelas-jelas dia yeoja yang dingin, dan sulit didekati, tetapi aku tidak menyerah untuk menghangatkan hatinya yang dingin. Maybe because of love~

~SooJung~

Akhirnya aku bisa membuka kembali hatiku. Menyadari arti cinta dan ketulusan yang sejati dari seekor (?) Happy Virus, Park ChanYeol.

-THE END-

Gimana??!! Aigoo,,, moga gak pusing yaa baca ff saya ini yaa… Mianhe~ kalo feelnya gak dpet, kepanjangan, gaje, n lain-lain dch…

Please, comment yaaa..!! & Kasih saran kalo ada yang mengganjal di hati para readers! okey?!😉

Gomawo^^

Coming Soon

What Is Love? :: (II) “Love is Blind”

Main Cast >> EXO-K’s KAI

4 thoughts on “FF >> What Is Love? :: (I) “Because of Happy Virus” 3/3

  1. .Yaay Happy End🙂
    .kritik yaa, hehe
    kta2’na agak kaku, tpi tuk first ff nii dah bgus yaa tuu sja sih kritik’na n saran’na, klo slit buat 3shoot lbih baik d buat bnyak shoot aja ugPp, n tuu mlah lbih mmbuat reader pnasaran🙂
    .over all, alur, crita n konflik semua daebak..
    .dTnggu tuk WIL season 2 (?), tpi prasaan aye kagak bgtu bagus ma ff season 2’na –” #abaikan saiya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s