FF >> WHAT IS LOVE? :: (I) “Because of HAPPY VIRUS” 2/3

WHAT IS LOVE?  :: “Because of HAPPY VIRUS”

'Because of Happy Virus'

Author   : Lee TaeRin [TarinWish]

Cast      :

  • EXO-K’s ChanYeol as Park ChanYeol
  • F(x)’s Krystal as Jung SooJung
  • GG’s Jessica as Jung SooYeon (SooJung’s older sister)
  • EXO-K’s XiUmin as Kim MinSeok
  • Miss A’s Suzy as Bae SuJi
  • f(x)’s Amber as Amber
  • etc.

Rating    : PG-16

Lenght : ThreeShoot (2/3)

Genre : Silahkan readers tentukan sendiri yaa~😉

#Sebelumnya Mianhe yaa kalo ceritanya makin gaje.. ^^V

*ChanYeol POV*

“Ayo! Ku ajak kau ke suatu tempat!!”, ajakku dan langsung menarik tangannya. SooJung berusaha keras melepaskan pergelangan tangannya dari cengkramanku, tapi usahanya sia-sia, karena cengkramanku cukup kuat menahannya. “ChanYeol-sshi,, kau mau mengajakku kemana?”, keluhnya. Aku langsung menoleh ke hadapannya  ,“Akhirnya kau angkat bicara juga! Hahaha.. Aku lapar ,ayo kita makan!”, jawabku.

-D.O.nut Canteen-

“KyungSoo-ya, aku pesan dua donat terJumbo dan orange jus yaa..!!”, aku memesan donat super jumbo, selain bisa hemat, cukup bisa mengganjal perutku ini juga. Aku duduk di bangku yang telah tersedia di kantin dan menuntun SooJung untuk duduk di depanku. “Kantin ini terkenal dengan menu donatnya. Uhmmm,, delicious!!!!”, aku mempromosikannya pada SooJung sambil mengelus-elus perutku yang sedang konser ‘kkkrikkyyyuuuuuuuuuuk’.. SooJung terlihat sedikit kesal.

“Donat terJumbo dan Orange jus siap dinikmati..”, seru KyungSoo mengantarkan pesananku. “Gomawoyo, Kyung-i”, ucapku. “Let’s eat together!!! Hmm, yummy!!!!”, seruku puas. “Sepertinya aku pernah melihat pelayan itu.”, gumam SooJung. “Ingatanmu cukup bagus yaa?! Padahal baru setengah hari kau menginjakkan kaki di sekolah ini. Dia kan teman sekelas kita, Do KyungSoo. Saat istirahat begini ia akan membantu ibunya di kantin ini, ini kan kantin milik keluarganya.”, jelasku. “KyungSoo? Tapi sepertinya anak-anak lain tadi memanggilnya D.O di kelas..?!”, heran SooJung. “Iya, itu nama bekennya. Ayo makan!”, aku mengambil donat milik SooJung dan ku cuil donatnya, lalu kusuapkan ke mulut SooJung. “Aaapa-apppaan kau i_ni..?!!!”, kesal SooJung terbata-bata karena mulutnya penuh donat. “Hahahahaha.. Enak kan? Cepat Habiskan!! Jangan biarkan makananmu mubadzir!”, seruku. Ia hanya bisa memeloti aku. “Matamu sungguh indah, SooJung-ah”, batinku.

-5 menit kemudian-

“ChanYeol-sshi,, aku tak sanggup menghabiskan donat ini.”, keluh SooJung. “Baiklah..”, aku merampas(?) donat SooJung yang masih tersisa ½ nya dan langsung melahapnya.

-Seminggu kemudian-

*Author POV*

Sudah seminggu ini ChanYeol berusaha keras mendekati SooJung, berharap sikap SooJung yang beku itu bisa mencair. Namun, tetap saja SooJung cuek terhadap keberadaan ChanYeol. Sering kali SuJi dan para pengikutnya mengganggu SooJung, namun ChanYeol selalu membantunya.

*SuJi POV*

Aku melihat ChanYeol sedang berjalan santai menuju gerbang sekolah, aku berlari menghampirinya, “Park ChanYeol…..!!!”, teriakku, ia langsung menoleh mendengar panggilanku. “Mwoya??”, tanyanya ketika aku sudah ada di hadapannya. “Kau sangat memperhatikan new haksaeng itu, wae?? Kau menyukainya? Atau kau diberi tugas khusus oleh Mr.Jung untuk menjaga putrinya itu?”, selidikku to the point padanya. “Bukan urusanmu! Kau ini sangat kurang kerjaan yaa, Bae SuJi..?! Suka mengusik SooJung, lalu menanyakan hal yang tak penting seperti ini..?!!! Kau tidak takut? Jung SooJung adalah putri Mr.Jung SooMan!!!! Kau tak takut berurusan dengan Appa’nya yang terlihat seperti monster itu..??!!”, ujarnya tanpa menjawab pertanyaanku.  “Haha.. Kau meremehkanku! Kenapa harus takut?! Memang hanya Appa’nya SooJung yang berkuasa disini? Ingat, Park ChanYeol!! Appaku, Mr.Bae adalah Ketua Komite di sekolah ini sejak 10 tahun terakhir. Aku bisa meminta Appaku untuk memecat Mr.Jung sebagai HeadMaster! Putrinya itu sangat sombong! Tidak butuh teman?! Haha… Memangnya sampai kapan ia sanggup hidup tanpa teman..?! Mudah sekali ia mengatakannya,, seakan dunia ini miliknya!! Sungguh yeoja sok!!”, kesalku. ChanYeol menatapku tajam, “Urusi saja dirimu sendiri, SuJi-ya! Itu kan hidup-hidupnya sendiri, kenapa kau yang repot?!”, ucapnya langsung meninggalkanku.

 

-Keesokan Harinya-

*SooJung POV*

“Ayo!”, ajak ChanYeol membuarkan lamunanku. “Apa namja itu tidak lelah mendekatiku?! Tidak bosan-bosannya ia mengajakku menelusuri sekolah yang dikepalai oleh appaku ini”, batinku ketika ChanYeol sudah berada di hadapanku dengan memamerkan baris giginya yang rapi. Aku memalingkan wajahku, malas melihat wajahnya yang konyol itu!! ChanYeol membawaku keluar kelas. “Aiiiish,, lagi-lagi ia menyeretku!! Sebulan seperti ini terus mungkin pergelangan tanganku bisa patah karena cengkramannya yang kuat!”, keluhku dalam hati. Kali ini aku menurutinya tanpa berontak, karena aku tau, usahaku akan sia-sia menolaknya. Aku mengikuti langkahnya dengan malas. “Haaaach, dia mau membawaku kemana lagi?!!”, kesalku dalam hati.

*ChanYeol POV*

Seperti biasa aku mencengkram pergelangan tangannya, memang sedikit kasar, tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak begini, SooJung tidak akan menurutiku. Aku membawanya ke Balkon sekolah, disini sangat sepi, “Aku akan kemari, jika aku sedang kesal atau bosan, angin sepoi-sepoi disini bisa menyegarkan pikiran dan hatiku saat aku kesal atau bosan.”, terangku dengan senyum termanisku. “Kau bisa juga berteriak untuk  meluapkan emosi disini! Tapi bersiap-siaplah kau akan dianggap siswa gila jika teriakanmu  terdengar oleh siswa lain dari bawah! Kkkkkkkkkk~:D.”, lanjutku sambil menengok ke bawah melihat siswa-siswa berlalu lalang. Dan seperti biasa SooJung hanya diam tak menanggapiku.

-Keesokan Harinya-

*SooJung POV*

“Kemana si ChanYeol itu?! Apa ia terlambat lagi? Setauku setelah SooJung masuk disini, ChanYeol tak pernah telat lagi..?! Iya kan?”, tanya MinSeok pada BaekHyun. “Haaaach,, mungkin karena SooJung selalu mencuekkannya?! Jadi ia malas ke sekolah..”, tebak BaekHyun asal dengan sedikit berbisik, namun masih terdengar olehku samar-samar, karena bangkunya ada di sampingku.

Ternyata sampai jam sekolah berakhirpun ChanYeol tak menampakkan batang hidungnya di sekolah.

-3 hari kemudian-

*Author POV*

“SooJung-ah, sudah 3 hari malaikat mu itu tidak masuk sekolah?! Kemana dia?? Jangan-jangan Park ChanYeol frustasi karena sikapmu selama ini padanya!! Bagaimana kalau dia hipothermia karena sikapmu yang dingin melebihi es kutub utara(?) itu..!!!!?”, ungkap SuJi di depan SooJung yang sedang duduk manis di bangku kelas. SooJung tidak menghiraukannya, “Kau tidak kesepian??!”, ejek SuJi sinis. Akhirnya SooJung angkat bicara, “Kesepian? Haha.. Inilah yang ku harapkan!! Bukankah aku sudah bilang, Aku tidak butuh teman! Apa otakmu itu sudah berlumut?!”, SooJung bangkit dari bangkunya dan langsung meninggalkan SuJi. SooJung keluar kelas, dan langkah kakinya menuntunnya ke Balkon sekolah yang pernah ditunjukkan ChanYeol padanya.

*SooJung POV*

Entah ada dorongan apa kini aku berada di Balkon sekolah yang pernah ditunjukkan ChanYeol padaku. Aku sungguh kesal dengan SuJi, ingin aku menjambak rambut panjangnya itu!! Aku menikmati angin yang berhembus, sungguh menyejukkan hatiku yang sedang panas ini. Aku memegang pergelangan tanganku yang biasanya dicengkram erat oleh ChanYeol, tiba-tiba aku teringat ChanYeol. “Kesepian? Apa aku kesepian?”, tanyaku pada diriku sendiri. “Oh! Mianhe, SooJung-sshi! Aku tidak tau kalau kau ada disini.”, ucap JinRi membuarkan lamunanku, ia bahkan membungkukkan badannya 90° padaku. “Oh~ Gwaenchanayo..”, balasku dengan senyum semanis mungkin. JinRi terlihat sedikit terkejut, “hmm.. Wae? Apa ada yang salah denganku?”, heranku. “Ah! Aniyo.. Uhmm,, hanya saja baru kali ini aku melihatmu tersenyum. Hehe”, ungkap JinRi.  Suasana menjadi sedikit canggung. “SooJung-sshi, aku pergi dulu. Mianhe telah mengganggumu”, ucap JinRi hendak meninggalkanku. “Andweyo!”, larangku. JinRi berbalik dan tersenyum padaku.

*JinRi POV*

“Andweyo!”, larangnya ketika aku hendak pergi meninggalkannya. Aku berbalik dan tersenyum padanya. “Akhirnya sikapmu sedikit berubah, setidaknya tidak seperti waktu pertama kali bertemu.”, batinku. Aku menghampirinya, “Uhmm,, apa Park ChanYeol yang memberitaumu tentang tempat ini?”, tanyaku hati-hati. SooJung mengangguk sedikit canggung. “Aku juga suka kemari.”, kataku sambil melihat para siswa lalu lalang di bawah, mencari orang yang selama ini menjadi objek pandanganku.

*SooJung POV*

Aku berada di samping JinRi, sesekali aku meliriknnya. Sepertinya ia sedang mengamati 2 NamHaksaeng yang sedang bercanda di depan kelas itu. “2 namja yang bercanda itu mirip yaa..? Apa mereka bersaudara? Atau bahkan kembar?”, tanyaku pada JinRi sedikit canggung. “Oh! Mereka itu bukan bersaudara ataupun kembar! Memang kesan pertama melihat mereka, pasti menyangka seperti itu. Tapi kalau diamat-amati lagi kedua sahabat itu sangat berbeda!”, jelasnya sangat antusias. “Owh.. Sepertinya mereka tidak sekelas dengan kita? Apa kau mengenal mereka?”, tanyaku lagi. “Uhmmmmmm….. Aku….”, sepertinya JinRi ragu menjawab pertanyaanku ini.

–Kriiiiiiiiiiiiing- Bel sekolah berbunyi

“Waktunya masuk ke kelas, ayo!”, ajak JinRi mengalihkan pembicaraanku tadi. Akhirnya kami kembali mengikuti pelajaran.

-Keesokan Harinya-

*ChanYeol POV*

Aku tiba di sekolah lebih pagi. “Haaaah~~~ Baru 3 hari tidak masuk sekolah saja aku sudah merindukan sekolah ini…”, gumamku berjalan menelusuri taman sekolah. Mataku menangkap sosok yeoja duduk di bangku taman sendiri, sepertinya ia sedang menikmati udara segar di pagi hari ini. “Itu pasti SooJung”, gumamku senang dan langsung menghampirinya. “Pagi ini sangat sejuk yaa?!”, seruku mengejutkannya. “Park ChanYeol….”, gumamnya. “Wae?? Kau merindukanku? Hehehehe..”, tebakku dengan ekspresi bahagia. SooJung langsung mengalihkan pandangannya dariku. “Kau tidak mau menanyakan kenapa aku tidak masuk sekolah selama 3 hari ini?”, tanyaku. “Bukan urusanku!”, jawab SooJung dingin. Omoonaaa,, kenapa sikapnya masih sama?! Aku sengaja tidak menongolkan diriku di sekolah beberapa hari, agar SooJung sedikit merasa kehilangan diriku, tapi ternyata misiku ini tak berhasil. “Selama 3 hari kemarin kau tidak merasa kehilangan diriku?? Kau yakin?”, tanyaku menyelidik. “I’m sure!”, jawanya singkat dan berlalu pergi.

#FlashbackON

*ChanYeol POV*

“ChanYeol-i, noona akan mengunjungi Park Ajjumma di Daegu selama seminggu. Besok noona berangkat.”, jelas TaeYeon noona padaku. “Mwo?!! Taeng noona,,aku ikut yaa..?? Aku sangat merindukan Park ajjumma.” ~alibi~ “Baik, kau boleh ikut. Tapi sehari saja yaa… Kau kan harus sekolah..?!!”, ujarnya. “3 hari yaa ,noona..”, mohonku padanya. “Aaww”, rintih TaeYeon noona sambil memegang dadanya. “Noona, wae?”, tanyaku cemas. “Aah.. Gwaenchana.. Terserah kau sajalah! Sekarang cepat kemasi barang-barangmu. Noona ke kamar dulu.”, ucap TaeYeon noona meninggalkanku. “Yesssss!!! Ini kesempatanku untuk tidak masuk sekolah dan membuat SooJung meras kehilanganku.. haha”, batinku senang.

#FlashbackOFF*

*ChanYeol POV*

Hari ini ada mapel sport, aku sangat antusias karena ini adalah mapel favoritku. Namun tidak pada SooJung, dia terlihat sangat malas atau dia sedang lagi tidak enak badan? “Materi hari ini adalah basket!! Aku harap kalian bisa meningkatkan skill kalian, agar pada saat ujian praktek nanti kalian tidak mengalami kesulitan!”, seru Mr.TAO sebagai guru pembina sport kami.

Para namhaksaeng sedang beradu skill basket, termasuk aku. “BaekHyun-i, umpan kemari!!”, teriakku pada BaekHyun lalu melemparkan bola ke arahku dan dengan sigap ku tangkap. Sedangkan para YeoHaksaeng hanya saling melempar bola tidak jelas. Kulihat SooJung sedang berlatih mendribble bola menjauhi kumpulan para yeohaksaeng, tapi raut wajahnya sungguh tidak bersemangat. “Heh, Babo!!! Cepat masukkan bolanya!!”, seru BaekHyun karena ia melihatku melamun mengamati SooJung dengan membawa bola di tangan. Aku berbalik hendak berlalu mendekati ring basket, namun…  “hwahahahahahahahahahaha… (LOL)”, aku mendengar suara para yeohaksaeng tertawa terbahak-bahak. Aku menoleh ke arah mereka, karena penasaran apa yang sedang mereka ketawakan? Ku lihat SooJung tersungkur memegangi kepalanya, ia terlihat kesakitan! Aku segera mencampakkan(?) bolaku, dan menghampiri SooJung untuk menolongnya.

“Dasar yeoja-yeoja tidak berperi kemanusian dan berperi keadilan!! Bukannya membantu malah menertawakannya?!!!”, gerutuku. Namun kulihat JinRi sedang merangkul SooJung. “SooJung-ah, gwaenchanayo? JinRi-ya, bagaimana bisa begini?”, tanyaku pada SooJung dan JinRi sekaligus dengan cemas. “SuJi melemparkan bola basket ini ke arah SooJung tadi!”, terang JinRi kesal dengan menunjuk bola basket yang ada disamping kami. Kulihat SuJi tersenyum kemenangan. “Sungguh keterlaluan!! Sayangnya aku tidak punya waktu untuk memberinya pelajaran!”, gerutuku. “SooJung-ah, kita ke UKS yaa?”, tawar JinRi cemas pada SooJung yang sedang kesakitan antara sadar dan tidak sadar(??). “Aku akan membawanya ke UKS.”, ucapku langsung menggendong SooJung.

-UKS-

*ChanYeol POV*

“SooJung memang sedang tidak enak badan hari ini, ditambah benturan bola basket di kepalanya, jadi menyebakan dia pingsan seperti ini. Jangan khawatir! Biarkan dia istirahat beberapa jam untuk memulihkan sakit di kepalanya.”, ujar Dr.Chen selaku pembina UKS sekolah ini. “Baik, aku akan menjaganya disini. Gamsahamnida, Dr.Chen..”, ucapku padanya dengan membungkukkan badanku 90° ,lalu ia mengangguk dan pergi meninggalkan UKS karena ada urusan lain yang harus ia selesaikan di luar UKS.

-5 jam kemudian-

Ku lihat SooJung telah mulai membuka matanya lalu mencoba untuk duduk. “Kau sudah sadar?”, tanyaku sumringah. “Siapa yang membawaku kemari?”, tanya SooJung. “Aku!! Aku menggendongmu kemari! Haaach, ternyata kau berat juga yaa, Jung-i?!! Hahaha..”, jawabku dengan sedikit candaan. “Aku tidak memintamu!”, jawabnya dingin. Raut mukaku yang ceria seketika berubah mendengar perkataannya itu. “Kau tidak ingin mengucapkan terima kasih padaku? Haaach,, Kau ini sedang sakitpun masih saja dingin! Aiiiiish,, kau benar-benar!!!”, kesalku padanya. “Jangan pedulikan aku! Aku tau, kau bersikap sok baik dan perhatian padaku karena pada akhirnya kau akan meminta imbalan, hanya memanfaatkanku!! Apa yang kau inginkan dariku?? Uang? Jabatan? Cepat katakan!! Aku sudah terbiasa menerima permintaan seperti itu, memanfaatkan kedudukan Appaku!!”, seru SooJung dengan nada yang cukup keras, sepertinya tenaganya sudah sedikit pulih, walau wajahnya masih terlihat pucat. Aku mengerutkan keningku, “Memanfaatkanmu??!! Apa aku terlihat seperti itu di matamu selama ini? Asal kau tau selama ini aku tulus padamu!! Apa kau tak bisa merasakannya?!!”, seruku karena kesal menatapnya tajam. Ia membalas dengan senyuman meremehkan, “Tulus?? Bisa dilihat dari apa ketulusan seseorang itu??!! Katakan!!!!”, teriak SooJung, matanya berkaca-kaca.

Pasokan Kesabaranku telah habis, aku menyeretnya keluar UKS, mengajaknya ke halaman utama sekolah. Aku tidak peduli banyak haksaeng melihat kami, SooJung berontak namun percuma saja, tenaganya saja belum pulih sepenuhnya. “Yeorobun!!!!!!!”, teriakku sekeras mungkin memanggil seluruh penghuni sekolah. “Lihat!!!!! Siapa yeoja yang ku gandeng ini!!!? Dia meragukan ketulusanku!!! Aku akan menunjukkan ketulusanku!!! Kalian yang menjadi saksi disini, ne?!!!”, seruku sambil menggandeng tangan SooJung, dia terlihat sangat kesal dan malu. Kini aku memegang erat kedua bahunya, aku menatap matanya sedalam mungkin, berharap dia akan menemukan ketulusanku.

*Author POV*

“Look at me!!! Walau ini sangat memalukan,, tapi inilah ketulusanku!!”, ucap ChanYeol serius, dan Chu~~~

SooJung membelalakan matanya ketika ChanYeol mencium bibirnya. Shock! Mungkin itu yang sedang SooJung rasakan. Mrs.Kim dan Mr.Lee juga melihat moment tersebut. “Apa yang dia lakukan??! Apa dia cari mati!!!”, omel Mrs.Kim. Mr.Lee yang ada di sampingnya tak menghiraukan omelannya ,“Waah, so sweetnya… Aku jadi merindukan kekasihku, Choi MinHee.”, gumam Mr.Lee sembari senyum-senyum tak jelas *mupeng.

“Lihat!! Mulai sekarang dia yeojaku!! Siapapun yang mengganggunya akan berurusan denganku!! Gomawoyo telah menjadi saksi kami!!”, seru ChanYeol. Buuuk~ Dengan sigap ChanYeol menangkap tubuh SooJung, dia pingsan lagi.

-UKS-

“Haaach, dasar anak muda! Oiya, kau disuruh ke Kantor guru sekarang!”, seru Dr.Chen pada ChanYeol.

-Kantor Guru-

*Author POV*

Braaaaakk!!!!!!!!!! “ChanYeol-i, apa kau sudah gila, haa???!! Kau sadar apa yang telah kau lakukan di halaman sekolah tadi??!!”, teriak Mrs.Kim sambil menggebrak meja. ChanYeol hanya pasrah mendengar omelan Mrs.Kim. “Kau tau siapa Jung SooJung??!!! Dia putri Mr.Jung SooMan, uri The HeadMaster!!! Bagaimana kalau Mr.Jung tau? Bagaimana kalau SooJung tidak terima dengan perlakuanmu itu tadi, lalu melaporkanmu pada Appanya itu..??!! Apa kau tidak memikirkan resiko yang akan terjadi padamu?!!”, omel Mrs.Kim. “Yaa! Lucky-nya, Mr.Jung sedang dinas ke luar kota kan, songsaenim..?? Aku yakin SooJung tidak akan melaporkanku pada Appanya?”, bela ChanYeol.

“Sudahlah,,, Mrs.Kim.. Ini urusan anak muda. Kita sebagai guru yang tak kalah muda dengan mereka seharusnya kita memahaminya, pura-pura tidak tau sajalah..”, ujar Mr.Lee santai menenangkan suasana. ChanYeol yang merasa terbela oleh Mr.Lee mengangguk2 tersenyum penuh kemenangan. “Dia telah menciptakan kehebohan di sekolah ini, Mr.Lee!! Bagaimana bisa kita pura-pura tidak tau??!! Aiiiish, pasti untuk beberapa hari ini kau menjadi trending topic di kalangan para siswa!! Itu yang kau harapkan?!!”, seru Mrs.Kim menunjuk ChanYeol.

“Sudah-sudah.. ChanYeol-i, ayo kita pergi saja”, Mr.Lee mengajak ChanYeol keluar ruangan. Mrs.Kim sangat kesal karenanya.

“Gamsahamnida, Mr.Lee”, ucap ChanYeol berterima kasih pada Mr.Lee. “Aah, ne.. Aku juga bising mendengar omelannya itu!! Panggil aku Hyung! Agar tidak terdengar tua!”, balas Mr.Lee. “Hahaha.. Tapi ini kan di sekolah? Aku akan memanggilmu JinKi Hyung saat di luar sekolah saja!”, ujar ChanYeol. Mr.Lee dan ChanYeol sangat akrab, mereka sering berlatih ngeBand bersama di luar sekolah, wajar kalau mereka seakrab itu. Di luar sekolah ChanYeol akan memanggil Mr.Lee dengan sebutan JinKi Hyung atau Onew Hyung. Onew adalah nama beken Mr.Lee di kalangan anak band. “Oiya, bel pulang sekolah akan berbunyi. Sekarang pertanggungjawabkan ulahmu itu!!”, perintah Mr.Lee. “Mwoo??!”, tanya ChanYeol. “Babo!! Sebaiknya kau antar pulang SooJung sekarang! Aku akan memanggilkan taxi.”, perintah Mr.Lee pada ChanYeol, dan ChanYeol pun dengan senang hati menurutinya.

“Ini alamat rumah SooJung. Hati-hati yaa! Jaga baik-baik SooJung!”, Mr.Lee memberikan secarik kertas kepada ChanYeol. “Baik!! Gamsahamnida ,Mr.Lee! Annyeong~”, pamit ChanYeol, dan taxi pun meluncur(?) pergi meninggalkan sekolah.

-Keesokan Harinya-

-@Jung Family’s Home-

*SooJung POV*

Aku mulai mengerjapkan mataku, sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah-celah tirai jendela kamarku. “SooJung-ah, kau sudah bangun!? Ini eonni buatkan bubur untukmu!”, seru SooYeon eonni yang baru saja masuk ke kamarku dengan membawa semangkuk bubur dan segelas air putih. “Apa kau sudah merasa lebih baikan?”, tanyanya sembari mengusap keningku. Aku mengangguk menjawab pertanyaannya. “Hmm.. Eonni, siapa yang mengantarkanku pulang kemarin?”, tanyaku padanya. “Teman sekelasmu, namanya Park……..”, SooYeon eonni terlihat berpikir keras. “Park ChanYeol?”, tebakku lirih. “Ne!!! Park ChanYeol!!! Apa dia namjachingumu? SooJung-ah, kau hebat! Selain perhatian dan baik hati, dia juga tampan dan keren!!”, seru SooYeon eonni antusias. Aku mengerutkan keningku, tiba-tiba aku teringat sesuatu. “Mwo?!!”, teriakku sambil membekap mulutku sendiri, dan meraba bibirku perlahan. “Ani-ani!!!! Itu pasti hanya mimpi!!”, aku menggelengkan-gelengkan kepalaku, dan mengacak rambutku sembari mengingat kejadian di sekolah kemarin. SooYeon eonni hanya bisa menatapku heran.

-@ School-

*Author POV*

“Haha.. kau hebat ,Chanyeol-i!!!!!!”, seru MinSeok pada ChanYeol sambil meninju kecil lengan ChanYeol. “Ne!!! Moment kemarin sungguh mengesankan..!! kkkkkkk~”, lanjut BaekHyun cekikikan. ChanYeol hanya bisa menghela nafas mendengar ocehan kedua temannya itu. “Tapi ngomong-ngomong apa SooJung hari ini tidak masuk sekolah? Kenapa dia tak juga datang? Tidak mungkin kan dia terlambat?”, tanya MinSeok. “Uhmmm,, dia tidak akan amnexia atau jantungan karena kejadian-kejadian yang menimpanya kemarin kan..?!!”, tebak BaekHyun asal. ChanYeol hanya diam, entah apa yang sedang ia pikirkan.

Sudah 3 hari SooJung tidak masuk sekolah. ChanYeol khawatir dengan keadaan SooJung, namun ia tidak berani mengunjungi SooJung. Selain itu ChanYeol juga merasa bersalah karenanya. Mungkin kalau bukan karena perdebatan kecil di UKS lalu, tidak akan seburuk ini masalahnya, pikir ChanYeol.

-Jung’s Family @ 7.00 PM-

*Author POV*

“Haaach!!!! Mereka mulai lagi Aku sangat membencinya!!!!”, teriak SooJung kesal membantingkan tubuhnya ke kasur, lalu menutup kepalanya dengan bantal. Ia kesal karena kedua orangtuanya bertengkar lagi. Padahal baru saja Tn.Jung pulang dari tugas dinasnya, namun kedua pasangan paruh baya tersebut bertengkar lagi, entah siapa duluan yang menyulut pertengkaran itu ,Tn.Jung atau Ny.Jung? Yang jelas perdebatan mereka cukup keras, tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.

SooYeon mendekati SooJung yang sedang mengurung di kasur. “Eonni, apa berdebat kusir seperti itu adalah hobi mereka?!”, kesal SooJung. “Jung-i…”, SooYeon sendiri bingung menjawabnya, ia hanya membelai rambut SooJung lembut. “Kalau mereka merasa tidak cocok, Kenapa mereka tidak bercerai saja dari dulu??!! Bukannya itu lebih baik daripada mendengar mereka bertengkar sepert ini?!”, teriak SooJung. “SooJung-i!!!!! Kau sadar apa yang kau katakan?!! Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu ,haa?!! Seharusnya kau bersyukur karena orangtua kita masih utuh!! Walau sering terjadi pertengkaran di antara mereka, itu sudah sewajarnya di setiap kehidupan keluarga!! Kau tau?! Banyak anak yang menangis frustasi karena perceraian orangtuanya. Kau malah berharap agar orangtua kita bercerai?!! Kau sudah gila?!!!”, seru SooYeon lalu bangkit dari duduknya. Ketika hendak keluar kamar SooYeon berkata ,”Kau ingin tau, kenapa mereka masih mempertahankan pernikahan mereka? Karena Cinta!”, ucap SooYeon lalu keluar kamar. SooJung hanya terpaku mendengar jawaban eonni satu-satunya itu.

SooJung memutuskan untuk ke taman, menjernihkan isi hati dan otaknya yang keruh. Taman yang dikunjunginya adalah taman permainan anak-anak dekat rumahnya, jadi sepi karena tidak mungkin malam-malam begini anak-anak bermain disana. SooJung berjongkok di samping ayunan, ia menyentuh tanah yang ia pijak dengan telunjuknya. SooJung menggambar simbol cinta, yaitu hati,dan menuliskan kata ‘LOVE’ ditengahnya, lalu SooJung menambahkan tanda tanya ‘???’ disamping gambar hati tersebut.

*ChanYeol POV*

Aku berlari ke taman dan celingak-celinguk mencari seseorang. Akhirnya aku menemukannya, yaa siapa lagi kalau bukan Jung SooJung. Kulihat SooJung memeluk erat lututnya. Aku menghampirinya dengan pelan, berusaha agar dia tidak mendengar langkah kehadiranku. Aku sudah berjongkok tepat di hadapannya sekarang, namun ia masih menunduk termenung. Lalu ia tersentak kaget, “Omoooo!!”, serunya. Aku hanya tersenyum lebar. “Apa yang sedang kau lakukan disini?”, tanyaku lembut. “Aku… bagaimana kau bisa tau aku ada disini?!”, bukannya menjawab pertanyaanku malah balik bertanya. “Aku.. hehehe.. Aku hanya kebetulan lewat disini, tak sengaja mataku yang indah ini menangkapmu!”, bohongku.

#FlashbackON

*ChanYeol POV*

Aku bersiap-siap hendak pergi latihan band, namun aku menerima sebuah pesan dari SooYeon noona, kakak SooJung. Aku ingat, saat aku mengantarkan SooJung pulang ,SooYeon noona meminta no.Handphone ku.

From: 010.7101.05xxx

ChanYeol-sshi, aku Jung SooYeon, kakak SooJung. Apa sekarang kau punya waktu?

Aku sedikit terkejut menerima pesannya. Apa SooYeon noona menyukaiku?? Andwe!!!”, seruku membantin.

To: 010.7101.05xxx

Oh, ne. Memangnya ada urusan apa, SooYeon noona??

Balasku. Beberapa detik kemudian SooYeon noona membalas pesanku.

From: 010.7101.05xxx

SooJung tiba-tiba tidak ada di kamarnya sekarang. Mungkin dia sedang ke taman dekat kompleks rumah kami, moodnya sedang memburuk.Bisakah kau mencari dan menghiburnya?? Mianhe, telah merepotkanmu, kupercayakan nae dongsaeng padamu! Gomawo^^

Aku menghela nafas lega, “haaaah.. Syukurlah~ Aku pikir kau akan mengajakku berkencan, noona..”, pikirku. Aku membalas pesannya menyanggupi permintaan SooYeon noona dengan senang hati, dan SooYeon noona memberikan pengarahan dimana taman yang ia maksud.

#FlashbackOFF

-Taman-

*ChanYeol POV*

Aku menunduk, melihat gambar love di tanah. SooJung hendak akan menghapusnya, namun kucegah. “Wae? Tell me your problem~!”, tanyaku pada SooJung lembut. SooJung menatapku ragu. Aku mengajaknya untuk duduk di bangku taman. Tidak seperti biasa, kali ini SooJung menurut saja. “Bolehkah aku bertanya?”, tanyanya dengan memandang lurus ke depan. “Aku akan menjadi pendengar yang baik!”, ujarku padanya.

*SooJung POV*

Aku menceritakan semua kejadian yang terjadi di rumahku tadi pada ChanYeol, termasuk perdebatan kecilku dengan SooYeon eonni. Aku sadar, tidak seperti biasa aku terbuka pada orang lain seperti ini, aku merasa nyaman di dekatnya, entahlah. Setelah aku menceritakan panjang lebar, aku menanyakan bagaimana pendapatnya.

“Benar kata kakakmu.. Orangtuamu tidak berpisah, karena mereka pasti saling mencintai! Selain itu karena mereka menyayangi kau dan kakakmu. Mereka pasti tidak ingin menyia-nyiakan kalian! What is Love? Uhmm, aku sendiripun sulit menjelaskannya. Karena aku sendiri juga belum yakin tentang itu. Namun, yang kuyakini adalah pasti seiring berjalannya waktu, kita akan menyadarinya. SooJung-ah, kau beruntung! Setidaknya kau masih bisa mendengar teriakan2 orangtuamu. Aku iri, jika mendengar teman-temanku menceritakan tentang orangtuanya. Sejak aku SMP, kedua orangtuaku meninggal karena kecelakaan pesawat. Aku hanya tinggal berdua dengan  noonaku yang saat itu masih SMA. Ia bekerja paruh waktu untuk menghidupi kami. Dan sering kali aku diam-diam jadi pengamen jalanan bersama teman-temanku yang lebih tua dariku, tapi noonaku tidak tau soal itu, kalau dia tau, bisa dipenggal aku!! Kondisi  ekonomi kerabat-kerabat kami tidak begitu baik, jadi kami tidak ingin merepotkan mereka dengan tinggal bersama mereka. Untungnya eonniku itu cerdas, dia mendapat beasiswa sehingga mengurangi beban kami! Sekarang noonaku itu menjadi penyiar tetap di ChinChin Radio!!”, terangku PxL menatap lurus ke depan.

“Mianhe~”, gumamnya menunduk. Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum ,“Haha.. Sudahlah.. Ayo kita bersenang-senang!!”, ajakku menggenggam tangannya. “Kemana?”, tanyanya sedikit heran. “Kebetulan aku mau latihan band!!”, seruku, namun SooJung terlihat ragu dengan ajakanku. “Haha.. Tenang saja! Walaupun kami anak band, tapi kami orang baik-baik. Believe Me! Aku akan mengantarkanmu pulang sebelum jam 9!! Ayo!!”, ujarku seakan-akan tau apa yang sedang ia khawatirkan.

-SM Studio-

*Author POV*

“Hyung!!!!!!”, ChanYeol memanggil ChangMin yang sedang fokus di layar HPnya di depan pintu studio. “Oh! ChanYeol-i, kau sudah datang!? Ayo!! Semua sudah menunggu di dalam. Waah, kau mengajak yeojachingumu yaa..??”, seru ChangMin. ChanYeol hanya bisa salah tingkah, sedangkan SooJung tertunduk malu. Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam ruang latihan.

“Hey, Park ChanYeol!!! Kenapa kau lama sekali!!”, seru Amber sambil berkacak pinggang. “Hehehe..😀 Mianhe~~”, ucap ChanYeol. “Oh!! Siapa yeoja ini?? Yeppeoda~~”, seru Amber mengalihkan perhatiannya pada SooJung. “Perkenalkan ini Jung SooJung. Dia teman sekelasku.”, terang ChanYeol pada chingu-chingunya. Chingu-chingunya pun langsung antusias memperkenalkan diri. “Hai, aku Lee SungMin, aku gitaris di band ini.”, seru Lee SungMin dengan senyum imutnya. “Oiya, aku lupa memperkenalkan diriku tadi. Aku vokalis utama disini, Shim ChangMin imnida!”, seru ChangMin tersenyum penuh pesona. “Kenalkan, aku Amber!! Aku bagian keyboard dan rapper. SooJung-ah, kau gadis yang cantik!!”, seru Amber antusias. “Gamsahamnida.. Kau juga tampan, Amber-sshi..”, ujar SooJung tersenyum. ChanYeol, SungMin, dan ChangMin yang mendengar pujian SooJung pada Amber menahan tawa. Akhirnya,  “Hwahahahahahahaaha..”, tawa SungMin meledak. Akhirnya ChanYeol dan ChangMin pun ikut tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka. SooJung terlihat bingung ,”Uhmmm.. Waeyo?”, tanya SooJung heran.

ChanYeol mencoba menenangkan diri ,”SooJung-ah,, Amber ini adalah seorang yeoja! Kau tertipu dengan penampilannya kan?! Aku sendiri saja sulit percaya kalau dia ini seorang yeoja!”, terang ChanYeol menunjuk Amber. Amber hanya bisa cemberut karena menjadi bahan candaan, antara ingin marah dan tidak. “Ah! Mianhamnida ,Amber-sshi..”, ucap SooJung pada Amber membungkukkan badannya. “Hahaha.. Gwaenchana~ Aku malah bangga karena aku sering membuat orang lain tertipu oleh penampilanku ini!!”, seru Amber bangga. “Oiya, SungMin hyung, dimana MinHo Hyung?”, tanya ChanYeol. “Choi MinHo sedang di kamar mandi.”, jawab SungMin.

*SooJung POV*

“Oiya, SungMin hyung, dimana MinHo Hyung?”, tanya ChanYeol pada namja yang bernama Lee SungMin. “Choi MinHo sedang di kamar mandi.”, jawabnya.

“DEG!!!! Choi MinHo?!”

-TBC-

2 thoughts on “FF >> WHAT IS LOVE? :: (I) “Because of HAPPY VIRUS” 2/3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s