PBKL [Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal] Pupuk Kompos SMA NEGERI 3 KEDIRI

SMA NEGERI 3 KOTA KEDIRI

DAUR ULANG SAMPAH ORGANIK

Daur Ulang Sampah Organik merupakan salah satu jenis PBKL di SMA Negeri 3 Kediri.  Sebagai kategori sekolah mandiri ,SMA Negeri 3 Kediri memberikan pelatihan-pelatihan untuk membekali peserta didiknya. PBKL sendiri merupakan kepanjangan dari Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Daur Ulang Sampah Organik untuk pupuk kompos, Budidaya Jamur, dan Daur Ulang Kertas merupakan jenis-jenis PBKL yang diberikan untuk para siswa SMA Negeri 3 Kediri.

PBKL Pupuk Kompos sangat perlu diterapkan di SMA Negeri 3 Kediri, karena di kegiatan tersebut diajarkan bagaimana mendaur ulang sampah organik ,yang kelihatannya tidak berguna ,namun jika diolah akan menjadi sangat berguna bagi siapapun. Oleh sebab itu,  lingkungan baik tumbuhan atau sampah perlu dimanfaatkan.

PBKL Pupuk Kompos ini mulai dirintis tiga tahun yang lalu. Drs.H.Wahju Hidajat Djati merupakan penggagas pertama yang memberikan usul untuk membuka pelatihan daur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos. Tujuan utama mendirikan PBKL pupuk kompos ini adalah untuk memberi wawasan tentang penciptaan lingkungan pada para siswa SMA Negeri 3 Kediri. Biaya untuk mendirikan PBKL pupuk kompos ini didapatkan dari Pemerintah Kota.

Pembina-pembina PBKL Pupuk Kompos adalah Bapak Sujarwo , yang merupakan salah satu guru kimia di SMA Negeri 3 Kediri , Bapak Hariono, serta Alm. Sri Wiratno. PBKL Pupuk Kompos dilakukan di lapangan belakang SMA Negeri 3 Kediri. Disana ada sebuah ruangan terbuka yang disediakan untuk mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos. Peralatan-peralatan yang dibutuhkan  untuk membuat pupuk kompos tersedia di ruangan tersebut.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk kompos cukup sederhana. Bahan utamanya adalah sampah organik ,seperti berupa daun. Bahan ini bisa didapatkan dimana saja. Para siswa yang mengikuti PBKL Pupuk kompos biasa mendapatkannya dari lingkungan sekolah. Bahan tambahan yang tak kalah penting adalah Bioaktivator EM4, serta air.  Alat-alat yang dibutuhkan untuk menunjang pembuatan pupuk kompos, antara lain : pisau, tong komposter, alat penyiram, pengaduk, ayakan, dan pengemas.

Proses dalam pembuatan pupuk kompos harus melalui beberapa tahapan ,dan memerlukan waktu kurang lebih 1-2 bulan. Tahap pertama yaitu memisahkan sampah organik dan non organik. Setelah dipisahkan ,sampah organik ,misalnya daun-daun dirajang terlebih dahulu. Setelah perajangan, sampah organik tersebut dimasukkan ke dalam tong komposter, lalu ditambahkan dengan bioaktivator EM4 ,dan disiram dengan air, lalu tong komposter ditutup. Selama fermentasi tersebut, campuran tadi diaduk secara berkala. Setelah  jadi, campuran tadi dituangkan dari tong komposter, lalu dikeringkan. Jika, telah kering perlu diayak terlebih dahulu. Tahap terakhir ,yaitu pengemasan. Pupuk Kompos hasil produksi PBKL ini tidak dipasarkan, namun dikonsumsi sendiri untuk lingkungan sekolah.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s